Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Bukti


__ADS_3

Keesokan harinya


Pagi-pagi sekali Kezya sudah menghubungi Alexa prihal bukti yang di temukan oleh anak buah Kezia. Alexa sangat antusias, ia sampai meminta Ryan membawa mereka ke kantor agency yang merupakan markas Alexa berkedok Agency.


Alexa lebih nyaman bersama Ryan karena pria itu lebih banyak diam di banding dengan David yang Alexa nilai cerewet.


Namun Alexa juga berusaha mencari tahu siapa Ryan, pasalnya Ryan belum lama bergabung dengan Reymond dan latar belakangnya sulit di temukan.


Alexa sudah mencari tahu dan hanya sedikit info yang ia peroleh.


Sampai detik ini, Alexa tidak tahu apakah Ryan musuh atau kawan.


kali in Alexa pergi ia tak bersama Alexi karena memang tidak ada pemotretan hari ini.


Selain menjadi bintang iklan produk susu perusahaan Wong, Alexa dan Alexi menjalani rutinitas mereka seperti saat di negara I, bedanya mereka menjadi foto model di negara Indonesia dengan konsep berbeda.


Alexi juga sudah pergi sejak pagi dengan David, entah kemana mereka pergi, sepertinya wajah Alexi buruk.


Alexa jadi teringat ekspresi kakaknya saat kembali ke kamarnya malam itu,mata Alexi penuh dengan kebencian.


Alexa bisa memahami kemarahan dan kebencian Alexi, ia juga benci, tapi ada rasa kerinduan yang tak bisa ia jelaskan.


Saat semua anak bersama keluarga lengkap mereka, Alexa dan Alexi hanya punya mama dan juga paman Reymond,


Saat semua anak diantar ke sekolah oleh papa mereka, Alexa dan Alexi hanya diantar Camilla.


Walau Camilla berusaha berperan sebagai mama sekaligus papa, tapi itu tak sama rasanya.


Sebagai seorang gadis kecil yang dewasa sebelum waktunya, Alexa kecil terkadang merasa iri melihat teman-temannya yang di jemput oleh papa mereka, menghabiskan waktu kencan dengan papa mereka dil sebuah toko ice cream, Alexa juga ingin seperti itu.


Walau Reymond selalu berusaha yang terbaik mewujudkan impian yang ia inginkan, namun ia selalu merasa ada yang kurang di hatinya.


Alexa dan Belle turun di sebuah agency model, mereka langsung masuk, sementara Ryan menanti di lobby.


Kezya dan Kezia sudah menanti mereka di dalam ruang kantornya


"Apa yang ingin kau sampaikan sampai memintaku datang?" tanya Alexa langsung duduk di sofa sebelum di persilahkan.


"Gue dapat ini.


loe pasti terkejut bos"


"Apa ini??" tanya Alexa menatap map coklat yng di sodorkan oleh kedua adik kakak tersebut


"Buka lah, dan baca.


Apa anak mama yang cantik butuh mama bacakan??" ledek Kezya membuat Alexa mendengus dan langsung menarik map coklat tersebut dan membukanya


dengan bibir manyun kesal pada Kezya


"Ini....." Kezia dan Kezya tersenyum


"Ya, bukti penggelapan dana kakek dan neneknya bos" ledek Kezia yang tersenyum melihat perubahan ekspresi anak kecil di depannya.


"Berhenti menyebut mereka nenek dan kakek gue,


Gue enggak punya keluarga seperti mereka.


Mereka berdua hanya kebetulan papa dan mama dari papa payah itu!!!" ucap Alexa menegaskan.

__ADS_1


"Dan kau kebetulan juga berasal kecebong yang kebetulan juga berhasil menempel" ucap Keyza tertawa kecil,sementara Alexa terlihat mendelik kesal.


"Apa yang harus kita lakukan???" tanya Kezya


"Beri info ini pada kakak gue, Alexi" ucap Alexa santai, ia mengambil toples berisi astor yang memang sengaja di siapkan Kezya dan Kezia.


di meja itu juga terdapat coklat, permen, dan Snack yang Alexa suka.


Ruangan tersebut lebih mirip kamar tamu yang memiliki anak kecil.


"Apaaaa???" tanya Kezya


"Hei tante-tante kau berteriak kencang, bisa rusak genderang telinga gue" ucap Alexa memutar bola matanya malas.


"Bos, gue enggak ngerti, bukanya loe mau balas dendam???


kenapa loe kasih bukti ini sama Alexi????


apa Loe gak mau balas dendam???" tanya Belle membrondong Alexa dengan pertanyaan


"Gue, tentu saja mau, tapi gue gak suka langsung terlibat.


Gue hanya ingin mereka tahu gue cuma anak perempuan yang imut, menggemaskan dan penurut.


"Tapi bos..." protes Belle keberatan.


"Ok kami mengerti," ucap Kezia memegang tangan Bella, lalu menggeleng meminta Belle tak meneruskan kalimatnya.


Kezia menghormati keputusan Alexa walau terdengar sedikit aneh.


"Baiklah" ucap Belle pada akhirnya menyerah.


"Apa yang bos mau kami lakukan dengan bukti ini?" tanya Kezya


Berikan kesan jika mereka yang memang menemukanya sendiri tanpa ada campur tangan orang. lain, walau mereka nanti akan curiga,pastikan mereka tak menemukan apapun"


"Baiklah" ucap Kezia dan Kezya bersamaan.


"Lalu apa lagi yang kalian dapat?" tanya Alexa


"Ada sesuatu yang aneh, perputaran uang di perusahaan itu" ucap Kezia terlihat berfikir keras


"Maksud loe ada..." tebak Belle


"Ada dana yang keluar masuk dengan aneh, seperti mereka memiliki perusahan cabang yang berfungsi..." belum selesai Kezia menjelaskan, Belle langsung memotong


"Berfungsi sebagai pencuci dana gelap perusahan"tebak Belle


"Apa kau punya bukti??" tanya Alexa langsung duduk tegak antusias


"Belum, tapi gue akan mencari bukti itu"ucap Kezia penuh keyakinan


"Bagus, temukan bukti itu gue akan mengapresiasi pekerjaan kalian dengan bonus dan juga sesuatu yang menarik, kalian pasti suka" ucap Alexa


"Wow, tumben baik" ejek Belle cekikikan


"Kecuali loe Bell...." ucap Alexa membuat Belle langsung protes


"Bos, enggak adik banget sih, gue juga kan kerja keras dari pagi sampai malam.

__ADS_1


sampai keringetan" ucap Belle.hiperbola membuat Kezia dan Kezya tertawa


"keringetan habis ngapain loe??


"Push up kak hahaha" tawa Kezia dan Kezya pecah


"Sial loe berdua mentang-mentang adik kakak kompak"


"Harus dong" ucap Kezia dan kezya langsung tos.


"Tenang Belle, gue juga bercanda.


Klian berempat akan mendapat bonus, kenaikan gaji dan juga gue akan kasih libur beserta akomodasi nya, bagaimana???"


"Serius bos???" tanya ketigNy antusias, senyum lebar terpasang di wajah berseri ketiganya


"Setelah misi menghancurkan kakek wong selesai"


"Beneran ya bos??"


"Iya, loe boleh pegang kata-kata gue" ucap Alexa.


sementara itu di tempat lain


"Kasih tahu kalau gue datang" ucap Jennie pada sekertaris Charlie


"Maaf nona Jennie, pak Charlie sedang meeting penting"


"Meeting apa ??? kok sepi???


Apa loe tahu siapa gue????


gue calon istri Charlie, CEO perusahaan ini" bentak Jennie mulai tak sabar


"Heh sekertaris, loe kasih tahu Chris kalau calon istri bos nya datang.


bisa kan loe telepon???" ucap Sassy melihat bos nya kesal.


Sassy kini tak banyak berbicara karena Jennie masih sedikit kesal padanya akibat kejadian di club' malam


Sekertaris itu menggelengkan kepala sambil mengumpat dalam hati, ia sungguh tak menyukai Jennie.


Wanita itu sangat arogan, berbanding terbalik dengan wajahnya yang polos dan cantik.


Tak alam keluarlah Chris dengan muka tak bersahabat.


Ia terlihat kesal.


"Kami sedang meeting penting, harap nona Jennie bisa kembali besok"


"Chris, aku baru saja tiba di tanah air DNA langsung ke sini karena ingin bertemu dengan Charlie,


aku akan menunggu"


"Harap anda mengerti nona, kami akan selesai menjelang malam.


Saya khawatir anda akan jenuh menunggu" ucap Chris berusaha menekan kekesalannya


"Aku akan menunggu!!!!" ucap Jennie menghentakkan kakinya dan langsung duduk di sofa

__ADS_1


"Chris...


Apa yang kau lakukan di luar sana!!!!"


__ADS_2