
Malam ini alexi menginap di apartemen David.
untuk pertama kali nya Camilla merasa gelisah.
dulu saat di negar I, Alexi juga sering menginap di mansion milik Reymond, tapi kini berbeda.
kekhawatiran akan kehilangan Alexi menyiksa Camilla
Camilla tak bisa memejamkan matanya.
Karena bosan ia melakukan panggilan video pada putranya tersebut.
Sementra di apartemen David.
Alexi , David dan juga Ryan sedang merundingkan rencana mereka.
hingga tiba-tiba.....
Drtttrtt Drtttrtt drttttt
Ponsel.alexi berbunyi.
secepat kilat David menyalahkan ayar televisi dan terlihat mereka seolah sedang bermain game.
Alexi susha memprediksi jika mama nya akan menelponnya. sehingga ia sudah meminta David mempersiapkan game, hanya saja layar televisi mereka matikan.
"assalamu'alaikum sayang, kok belum tidur???
hayo janji gak malam-malam loh"
"Iy ma sebentar lagi"
"Lekas tidur atau matamu jadi mata panda" ucap Camilla penuh kasih sayang
"Iya mamaku tersayang, mama pasti kangen ya sama aku??? mama tenang aja, aku bukan main game saja.
lihat tadi aku belajar.
Om David mengajariku" ucap Alexi tersenyum lebar.
"Ya Tuhan pintarnya anak mama, mana om David syang??" tanya Camilla
Alexi menyerahkan ponselnya pada David .
Ia sedikit tegang takut jika David tidak bisa berbohong.
"David terima kasih sudah menjaga Alexi DNA mengajarinya belajar"
"Tidak masalah bos, "
"Kita sedang tidak di kerjaan David" ucap Camila sambil tertawa kecil
"Kak Mila, kalau boleh saran.
Alexa dan Alexi sebaiknya di Carikan sekolah.
sayang kan kalau mereka terlalu lama tidak sekolah.
Aku yakin kau akan masih disini selama enam bulan lebih, apakah selama itu mereka tak belajar???
__ADS_1
sekalipun mereka anak yang pintar, tapi mereka akan ketinggalan mata pelajaran sekolah" ucap David yang mendapat pelototan tajam Alexi, ia tak tahu apakah sekolah di negara ini bisa seenak di negaranya.
terlebih bahasa Indonesia Alexi masih kaku.
"Kau benar David.
Aku juga berfikir seperti itu, hanya saja aku masih sibuk"
"Serahkan padaku"
"Kau mau membantuku mencari sekolah anak-anak??" tanya Camila antusias
"Tentu, mereka keponakan ku juga"
akhirnya Camilla sepakat jika masalah sekolah di serahkan pada David.
awalnya Alexi kes namun begitu mendengar penjas. David ia tersenyum lebar.
Sekolah di yayasan milik keluarga Wong???
kita tunggu saja apa yang aka Alexi dan Alexa lakukan.
Seminggu kemudian
Alexi dan Alexa sudah bersekolah di sekolah yang David persiapkan
Future school khusus anak berbakat.
Alexa dan Alexi menikmati peran mereka sebagai anak baru pindahan.
Banyak yang meremehkan mereka, namun keduanya hanya cuek, tujuan mereka kesini adalah.....
Di Sebuah ruangan bernuansa putih hitam, seorang pria tampan sedang sibuk dengan. dokumen di tangannya.
Ia terlihat karismatik, angkuh dan juga terpelajar.
"Bos, ini laporan perusahaan kita beberapa bulan ini" ucap seorang ria yang tak kalah tampan
"Apa sudah ada balasan dari perusahaan konstruksi Winner corp ???" tanya Pria itu tanpa menoleh
"Astaga aku lupa mengabarkan, mereka sudah setuju bekerjasama dengan kita"
gerakan menulis pria itu terhenti dan menatap lawan bicaranya.
wajahnya yang serius kini tersenyum
"Kerja bagus Chris.
kau tahu bukan?? aku sangat menantikan kerjasama ini" ucap Charlie penuh semangat
"Aku tahu bos, oleh karena itu aku terus mencoba mengirim penasaran kerjasama kita, dan akhirnya kesabaran berbuah manis" ucap Chris senang
"Aku yakin apartemen yang kita akan garap dengan designer sekelas Elle hasilnya akan sangat luar biasa.
mewah, dan bercinta rasa tinggi.
Aku sudah melihat semua bangunan yang ia design.
aku tak sabar bertemu dengannya" ucap pria itu yang tak lain adalah Charlie.
__ADS_1
"Tapi bos, kita bisa bekerjasama dengan perusahaan setingkat Winner corp saja kita sudah ketiban bintang.
untuk bertemu langsung dengan Elle, itu sedikit..."
"Tak mungkin maksudmu???"
"Bisa di katakan seperti itu bos.
Dia misterius, bahkan beberapa kali anak buah kita menyelidiki, semua informasi kandas.
kita hanya tahu nama, prestasi, tapi latar belakangnya kita Tan pernah bisa mendapatkan informasinya.
"Hmmm, tidak mungkin bukan berati tidak bisa bukan???"
"Terserah kau aja bos"
"Lalu bagaimana dengan produk yang akan kita launching??? kapan mereka mulai syuting???"
"untuk yang satu itu....."
"Apa ada kendala??" alis Charlie naik sebelah, ia terlihat sangat Tan senang
"Artis cilik tersebut sakit mendadak.
tapi ..."
"Chris aku paling tidak suka kau mengatakan sesuatu setengah-setengah.
apa kau mau jodohmu setengah manusia setengah siluman seperti Sassy asistennya Jennie????" ancam Charlie kes
"Amit-amit, mending saya gak kawin bos" ucap Chris dengan muka masam, sementara Charlie tertawa puas
"Kalau nyunpahin yang baik kek.
emang bos mau cewek jadi-hadian itu???" dengus Chris mengingat kejadian di mana hari naas dia ketika Sassy memiting kepalanya.
Tiba-tiba ia merasa mual membayangkannya.
"Kenapa muka loe jelek bener begitu??" tanya Charlie melihat perubahan raut muka bawahannya
"Gue ngeri Deket itu mahluk Alus,
terakhir kali gue mual muntah kena piting keteknya yang lebih bau dari selokan" ucap Chris bergidik geli
"Serius loe????"
"Enggak usah seneng banget gitu bos, Sumpah itu hari paling apes gue sepanjang hidup gue"
"Gue bis bayangin Chris"
"Jelek ketawa loe bos.
emang loe mah jadikan apa tuh Sassy???" tanya Chris penasaran
"Mau, buat gue jadiin kacung, tukang beres kebun" ucap Charlie masih dengan tertawa
"Yang ada dia tanam bunga bangkai di taman bos, mau????" decak kesal Chris.
Charlie tertawa sambil memegangi perutnya, sementara chris
__ADS_1
"Kalau begitu apa team promosi sudah mempersiapkan penggantinya????
"Itu...