Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Pil Pahit


__ADS_3

Hari ini perusahaan wong mengadakan rapat pemegang saham, intinya membahas tentang nasib perusahaan dan tindakan yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan perusahaan.


Sejak kepergian Charlie banyak investor yang mundur dan di tambah para karyawan yang kompeten mengundurkan diri, belakangan baru di ketahui jika mereka memilih bekerja di perusahaan kecil milik Charlie.


hal itu membuat Chandra wong geram.


Sekalipun ia habis dir awal selama seminggu karena serangan jantung, namun itu tak membuat Chandra mengabaikan urusan perusahaan itu.


padahal dokter sudah melarang ia beraktivitas berat yang menggunakan otak, namun bukan Chandra wong namanya jika ia mau mendengar perkataan orang lain.


Semua pemegang saham sudah datang, Chandra di orong oleh anak ketiganya masuk ke dalam ruang rapat.


Alisnya bertaut memandang satu persatu para pemegang saham.


Hanya tersisa tiga orang dari tujuh orang pemegang saham, dalam arti empat orang sudah menjual saham.nya pada orang lain, namun Chandra tak melihat kedatangan pemegang saham baru itu.


Chandra mengira jika pemegang saham itu tak berniat andil dalam mengambil keputusan.


kali ini mengenai siapa pengganti Charlie.


dalam hati kakek wong bersorak senang.


Rapat lalu di mulai, semua orang hanya bisa menurut pada kakek tua itu, mereka terlalu takut melawan karena keluarga mereka taruhanya.


Beberapa hari lalu mereka juga ingin mengikuti jejak para pemegang saham yang sudah menjual saham nya terlebih dahulu, namun tiba-tiba kediaman mereka di datangi tangan kanan kakek wong, mereka diancam!!!


Bukan isapan jempol jika ancaman mereka bukan hanya gertakan, tapi mereka bisa melakukan apa yang mereka katakan tanpa takut hukum.


"Jadi bagaimana menurut kalian.


Apa kalian percaya jika aku yang menjadi....."


"Keberatan...." ucap seorang wanita memasuki ruangan Rapat.


Chandra melotot, ia seperti mengenal wanita di depannya itu


"Kau bukankah ku sudah memutuskan kontrak dengan perusahaan Wong, apa yang kau lakukan di dalam ruangan ini!!!", teriak Chandra berang karena wanita itu mengganggunya.


"Perkenalkan, saya adalah Reymond Alessio dan dia belajar Aya Elle alessio


Tentu saja kedatangan kami sebagai pemegang saham tiga puluh persen di perusahaan ini, bukankah suara kami juga sama pentingnya dengan anda????"


"Ba....bagaimana mungkin...


Kalian.............??????" Chandra untuk pertama kalinya sulit berkata-kata


kenyataan ini membuatnya terpukul.


ia sudah menjual sahamnya dua puluh persen yang artinya ia hanya memiliki saham tiga puluh persen, berada di bawah wanita itu.


Chandra merasa ada yang salah


Sepertinya masalah perusahaan berkaitan dengan dua orang asing di depannya

__ADS_1


"Kalian sudah merencanakan semua bukan???"


"Tuan wong, anda bisa kamu tuntut karena memfitnah dengan tuduhan palsu,


klien saya murni tak ada sangkut pautnya dengan masalah ini.


Beliau saja baru tiba beberapa Minggu karena kerjasama yang kalian tawarkan, sayangnya tuan Charlie cidera janji"


Chandra mengepalkan tangannya geram.


Ia sangat murka.


jelas itu sangat mencurigakan, jika bukan karena rencana licik mereka, bagaimana mereka memiliki saham perusahaan wong????


"Saya pemilik sepuluh persen saham perusahaan ini, apa saya tidak berhak disini??" tanya Reymond menaikan sebelah alisnya


"Anda sangat berhak tuan Alessio" ucap seorang pemegang saham, Chandra langsung melempar pandangan membunuh pada pria tua itu membuat ia ketakutan dan menunduk


"Terima kasih tuan Julian" ucap Reymond pada pria tua itu. Julian sedikit terkejut Reymond mengenalnya, ia melirik sekilas ke arah Chandra.


Chandra masih menatapnya tajam


"Adik saja memiliki saham tiga puluh lima persen, bukankah dia juga berhak???


Baiklah apa tidak kita mulai pengambilan suara lagi???" ucap Reymond tersenyum lebar.


Elle memberikan suaranya pada Reymond, ja juga mengatakan argumennya mengapa Reymond sosok yang sesuai untuk memperbaiki perusahaan yang hampir kolaps


melihat kemampuannya dalam memimpin perusahaan sekelas Winner group, Reymond kandidat terbaik.


mereka sepakat memberikan tampuk pimpinan perusahaan pada Reymond, sekalipun Chandra juga kompeten, tapi pria itu sudah berada di balik layar lama.


Perusahaan ini perlu angin segar dan perubahan signifikan untuk melangkah dari krisis.


terlebih Elle akan menyuntikan dana segar agar perusahan tetap stabil, bukankah itu tawaran menarik???


Kini posisi Chandra terjepit.


ia tak mendapat dukungan dari siapapun.


Tiba-tiba pintu ruang rapat terbuka, masuklah seorang wanita cantik ke dalam ruangan tersebut


"Saya tidak setuju jika tuan wong menjadi pemimpin, tapi saya mendukung siapapun yang menggantikan Charlie memimpin perusahaan ini" ucap wanita itu lalu duduk di sebelah Camilla.


Camilla menatap wanita itu, dia adalah sepupu Charlie, Jessy wong.


wanita muda yang tak pernah berkomentar apapun pada Camilla.


tidak dikatakan baik juga tidak di katakan jahat.


Jessy tak pernah ikut campur urusan keluarga wong, wanita itu hanya menyapa Camila lalu pergi.


kali ini apa maksudnya ikut dalam rapat ini???

__ADS_1


"Anak kurang ajar, apa yang kau lakukan disini???" teriak Chandra murka


"Pstttttttt,


hemat energi anda tuan, saya khawatir jantung anda yang sudah kendor akan terkejut"


"Jesssyyyyyy....." teriak Chandra makin emosi.


Jessy berwajah datar seolah tak terganggu dengan suara keras Chandra wong, ia malah mengorek kupingnya seolah suara Chandra merusak pendengarannya


"Kakek tua, apa kau masih punya banyak energi untuk berteriak.


kau tak perlu mengkhawatirkan aku, khawatirkan lah nasib mu yang sebentar lagi tamat.


Aku hanya mampir menyampaikan keberatanku sebagai pemilik saham tujuh persen, jadi silahkan lanjutkan" ucap Jessy bangkit, namun saat menoleh ia termangu sejenak.


Senyum terukir di bibirnya yang merona merah


"Kakak ipar, senang anda kembali.


semoga sukses dengan rencana anda.


aku mendukungmu kakak ipar" ucap Jessy mengedipkan sebelah matanya


Camilla membeli, sejauh ini hanya Jessy yang bisa langsung menebak siapa dia.


padahal mereka tak begitu akrab apa....??


"Jessy...."


"Aku mengerti kak, aku tak akan ikut campur, percayalah aku mendukungmu"ucap Jessy menepuk punggung Camilla lalu melenggang pergi.


Camilla merasa senang sekaligus bimbang


Ia melirik ke arah Chandra yang menatapnya dengan tatapan berbeda


"Siapa kau sebenarnya?????" tanya Chandra dingin


"Tuan wong, mengapa anda sangat aneh.


Mengapa tak meminta pengacara anda membaca berkas yang kami berikan???


Disana tertulis jelas, dia adalah Grizelle Alessio Li, arsitek berbakat dan juga owner winner corp, perusahaan konstruksi dan juga properti terbesar di negara I, apa kau perlu data lainya???" ledek Reymond dengan senyum merendahkan


"Benar tuan, beliau salah nona Elle, arsitek ternama itu" bisik pengacara itu pada Chandra wong


Akhirnya rapat berakhir dengan keputusan Reymond menjadi pemimpin sementara di dalam perusahaan wong sampai kondisi stabil.


ini merupakan pukulan telak bagi Chandra.


ya harus Chandra akui di bawah kepemimpinan cucunya, perusahaan wong menjadi perusahaan nomor satu di negara itu, dari perusahaan yang hanya biasa saja.


Charlie berhasil mengembangkan perusahan wong hanya dalam kurun waktu lima belas tahun.

__ADS_1


Chandra yang tadinya merasa mendapat angin segar Charlie berhenti dari perusahaan wong, kini harus menelan pil pahit bahwa ia tak bisa menduduki kursi pimpinan yang ia inginkan.


__ADS_2