
Sena meminta pengacaranya tersebut membereskan Abigail.
ia sebabnya keberatan, hanya saja Simon saat ini dia butuhkan untuk membantunya keluar dari jerat hukum.
Sayangnya tindakannya malah akan membaurnya jatuh terlalu dalam.
Membunuh Abigail, sama saja membuat ia kalah.
Abigail, seorang pria keturunan yang mencintai Sena, namun pada akhirnya ia menyesal sudah mencintai Sena Wong.
sepanjang tahun Abigail terus merutuki kebodohannya.
bahkan ia di pecundangi wanita yang ia cintai dengan tidak di akui sebagai ayah.
Itu semua karena Sena mengancam akan mengirim Simon jauh dan ia tak bisa melihatnya lagi, demi putranya dari wanita itu, Abigail membuang semua harga dirinya
Ia merawat dan menyayangi Simon, tanpa memberitahukan fakta bahwa ia adalah papa biologis Simon.
Namun melihat situasi sekarang, Abigail bertekad akan membuka semua rahasia kelam ini dan membawa Simon jauh dari Chandra dan Sena.
Abigail menyesali keputusannya mengizinkan Simon kembali ke tanah air, ia sungguh menyesali.
kini melihat situasi yang rumit, satu ide tercetus.
Abigail membuat sebuah video tentang dirinya dan menceritakan semua kenyataan tentang siapa Simon sebenarnya.
Tepat setelah ia menyelesaikan kalimatnya, beberapa.ornag datang ke kediamannya tersebut.
berusaha membunuh Abigail.
"Siapa, siapa yang mengirim kalian???"
"Apa itu penting tuan Abigail???" tanya pria bertopeng yang terlihat pemimpinnya
"Tentu saja, sebelum aku mati, aku ingin tahu siapa yang menginginkan nyawaku"
CCTv tersembunyi yang ia masukkan dalam boneka kecil milik Simon saat ia masih kecil merekam semuanya.
"Saya turut prihatin Tuan Abi, yang ingin melenyapkan anda adalah kekasih anda sendiri
Nyonya Sena merasa anda bis jadi ancaman untuknya.
kini anda sudah tidak di butuhkan karena tuan muda Simon sudah dewasa"
"Sena....
wanita iblis itu"
"panggil namanya di neraka,mungkin saja dia hanya tinggal menunggu waktu juga" ucap pria itu lalu dengan kejam menggorok leher Abigail
pria itu kelojotan beberapa saat hingga akhirnya meregang nyawa
Para pembunuh menghilangkan bukti, lalu bergegas pergi.
Berita kematian Abigail langsung diterima oleh Simon.
Simon yang kalut di antar Kezia menuju kediaman pengasuhnya tersebut
ia menangis pilu melihat kondisi Abigail yang sangat menegaskan.
Beruntung Kezia memiliki akses sehingga polisi membiarkan Abigail dan Kezia masuk.
Kezia berusaha menenangkan Simon.
namun matanya yang jeli juga mencoba mempelajari situasi
Ia melihat tangan Abigail yang seperti menunjuk dengan mata yang mengarah pada satu arah
Kezia melihat tetesan darah yang tak wajar lalu berjongkok di samping mayat Abigail.
ia melirik ke arah mata Abigail menatap
Kezia menghampiri Raj berisi foto-foto dan juga semua medali yang pernah Simon peroleh.
__ADS_1
Abigail memajangnya dan terlihat terawat, tanda Abigail selalu membersihkan ya
Kezia tertarik pada sebuah boneka usang yang terlihat mencolok berada di sana
ia mengambilnya
"Nona Kezia, saya memperbolehkan anda, tapi bukan untuk mengacau TKP sekalipun komandan yang memberi izin pada anda, anda harus mengikuti protokol.
Kezia tersenyum, ia meletakkan kembali, namun Saat melihat mata boneka itu, Kezia mencurigai sesuatu
Kezia lngsung menghubungi komandan team investigasi. pria paruh baya itu langsung datang dan mereka langsung membedah boneka itu
Kezia juga menemukan sebuah ponsel yang di meletakkan diatas lemari, tertutup oleh deretan piala.
ponsel itu di setting bisa langsung menghubungi saat pintu rumah tertutup kembali.
Rupanya Abigail sudah bisa memprediksi kematiannya.
Selang setengah jam polisi dan ambulance datang.
"Sungguh pria hebat, dia bisa tahu bahwa nyawanya menjadi target" ucap komandan investigasi
Simon yang juga terkejut dengan penemuan Kezia ikut melihat isi rekaman CCTV itu, bola mata Simon membuat sempurna.
Ditambah rekaman di ponsel.
Simon jatuh terduduk.
pria yang mengasuhnya sejak kecil ternyata papa kandungnya.
ia begitu dekat dengan papa kandungnya, tapi ia tak tahu??
Harusnya ia. bisa melihat ketulusan Abigail, perhatian Abigail, kasih sayang Abigail dan betapa ia merasakan di lindungi.
Abigail, papa kandung yang tak pernah mendapatkan kasih sayangnya.
Simon menangis lirih.
Ia memukul tembok di depannya hingga jarinya mengeluarkan darah
Simon kembali memikirkan bagaimana perasaan Abigail saat dia memanggil orang lain dengan panggilan papa. Walau Chandra juga tak bisa di salahkan.
dua pria yang di manipulasi oleh Sena wong.
"Simon..." Kezia menghampiri Simon yang terlihat sangat terguncang.
Kezia memeluk Simon.
"Menangis lah, bukan karena kau seorang pria maka tak bisa menangis.
terkadang menangis bisa membantumu mengeluarkan sedikit sesak di hati" ucap Kezia.
Akhirnya Simon menangis dalam pelukan Kezia
Kezia juga ikut merasakan betapa hancurnya hati Simon.
ia ikut menitikkan air mata, sementara kedua tangannya mengepal.
Ia sangat marah, mengapa ada seorang ibu yang berlaku kejam seperti Sena, bahkan seperti iblis.
Sena merupakan aib bagi semua wanita dan ibu di dunia ini.
"Kuatkan dirimu, kita harus melakukan prosesi pemakaman.
Alexa dan yang lainnya sudah mengaturnya"
"Terima kasih.
terima kasih banyak" ucap Simon tercekat.
sebenarnya ia sangat malu karena pada kenyataanya Sena dan Chandra sudah melukai keluarga Alexa dan alexi, namun kedua bocah ajaib itu menerimanya dengan tangan terbuka dan memperlakukan Simon seperti keluarga
"Jangan berfikiran lain
__ADS_1
Kau hanya harus fokus memberi penghormatan terakhir untuk papamu
jika kau ingin membalas kebaikan dua A, balas lah dengan loyalitasmu kelak" ucap Kezia menepuk punggung Simon
"Itu pasti Ke, aku juga akan bertanggung jawab padamu"
"Maksudmu???"
"Ayo kita menguburkan papa" ucap Simon mengalihkan pembicaraan.
sepanjang jalan Simon hanya diam.
Kezia ingin bertanya apa maksud Simon.
Namun melihat pria itu berkali-kali menghela nafas dengan bulir air mata yang menetes, Kezia urung bertanya
ia malah Menggenggam tangan Simon berusaha menguatkan.
Simon menoleh dan tersenyum samar
pria itu mencium punggung tangan Kezia membuat Kezia melotot kaget.
ia berusaha melepaskan tangannya dari tangan Simon, namun pria itu tak melepaskannya, ia kembali menatap keluar jendela.
dengan wajah sendu
"Bocah tengil sialan.
ngapain coba loe cium tangan gue, bikin hati gue nyut-nyutan aja, terus kembali cuek, sial.
Enggak tahu apa hati gue udah salto di dalam.
Kezia sadar woi....
Dia lagi sedih.
emang loe berharap apa??
Dia ngutarain perasaanya???
dasar jomblo loe Kezia, orang berduka loe mikir yang aneh-aneh " gumam Kezia memukul kepalanya sendiri.
Kezia berusaha menghalau pikiran anehnya.
"Istirahatlah, aku tahu kau pasti lelah karena selalu menemaniku.
Aku akan membangunkan mu saat tiba" ucap Simon dengan lembut meminta Kezia bersandar di bahu pria itu
Kezia ingin menikah, namun Simon dengan lembut membelai rambut Kezia.
hingga Kezia hanya bisa pasrah dan akhirnya ia larut dalam mimpi.
Simon memandang wajah cantik Kezia dan mengecup kening gadis galak itu.
Ya Simon akan bertanggung jawab pada perasaanya
ia akan mengutarakan perasaanya saat semuanya selesai
terlepas Kezia menerimanya atau tidak, ia harus mengutarakannya.
Assalamualaikum semuanya
kita sudah mau di ujung cerita nih
beberapa bab lagi kita ending ya
maaf jika sedikit tersendat karena author yang sedikit sibuk di tambah cuaca yang tak menentu membuat kesehatan sedikit terganggu.
Terima kasih untuk semua dukungan kalian, sampai bertemu di karya author lainnya.
jangan lupa tinggalkan like kalian sebagai bentuk dulukan kalian atas karya author
terima kasih
__ADS_1
wasalam
pooh