Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Salam Perpisahan


__ADS_3

Ryan tak suka berlama-lama berada di rumah sakit, baginya itu hanya masalah sepele.


ia bahkan pernah berada di ujung kematian dengan sekujur tubuh penuh luka sayatan dan ia tak sadarkan diri selama sebulan berjuang dengan maut,


beruntung Benjamin yang kala itu mensurvey lokasi yang akan di jadikan vila pinggir laut menemukan Ryan dan merawatnya.


pria itu bahkan tak pernah berfikir dua kali merogoh kocek dalam demi kesembuhan Ryan.


sejak itulah Ryan berjanji bahwa nyawanya akan dia pertaruhkan untuk Benjamin.


Hingga di saat Benjamin tahu hidupnya tak lama lagi, meminta Ryan untuk menjaga putri angkatnya dengan sepenuh hati, tentu saja Ryan bersedia.


"Aaaarrrgghh sial, dia pasti berfikir jika aku pria lemah" gerutu Ryan lirih mencabut selang infus yang menancap di pergelangan tangannya


"Ryan bodoh, bagaimana kau bisa tertembak, dan lebih memalukannya kau pakai pingsan.


Bagaimana aku masih memiliki muka bertemu dengan gadis galak itu" ucap Ryan sambil memukul kepalanya sendiri


Seorang gadis yang sejak tadi melihat kelakuan Ryan terkekeh pelan sambil menutup mulutnya.


ia tak ingin pria itu tahu jika saat ini ia sedang menguping di balik pintu


"Aaahhh aku gak betah, bau rumah alit membuatku muak" gerutu Ryan membuka pakaiannya.


saat berbalik badan dan mengambil pakaian di sampingnya, gadis yang sedang mengintipnya terpana


matanya melotot tak percaya dengan pemandangan di depannya.


klontang.....


Kotak makan yang di pegang nya jatuh menghantam lantai rumah sakit, sementara gadis itu membeku di tempatnya Tampa berniat bersembunyi


ia masih menatap ke depan dengan tatapan sulit di artikan.


Sementara di sebuah ruang sidang


Terlihat Chandra wong duduk di kursi pesakitan.


hakim sedang membacakan keputusannya.


Chandra terlihat menunduk lesu, terlihat ia meneteskan air mata.


Tak yang merasa kasihan atau simpati pada pria sepuh itu, semua karena daftar kejahatan Chandra yang panjang seperti kereta tak putus-putus.


Kasus Chandra sekaan tak pernah selesai


satu kasus selesai timbul kasus lainya, seolah pria itu gemar sekali berkubang dengan dosa.


Chandra berkali-kali menghela nafas .


ia sampai bosan terus mengikuti sidangnya sendiri.


kali ini semua bukti benar-benar mengarah padanya.


anak buah yang ia andalkan selama ini selalu gagal menghapus bukti.


bahkan jikalau bukti itu berhasil mereka lenyapkan, maka keesokan harinya akan ada lagi bukti lain.


seolah bukti itu seperti jamur yang tumbuh subur, di petik akan ada lagi dan lagi yang lainya.

__ADS_1


Siapa lagi yang bisa melakukan itu selain kerjasama antara Alexi dan Alexa.


Keduanya bertekad akan memenjarakan Chandra


Chandra tak tahu dengan siapa ia berurusan, yang jelas ia menyesal sudah menyenggol Camilla.


setelah ia pikirkan dengan baik, semua kemalangan yang menimpanya terjadi saat ia mengusik kehidupan Camilla.


Chandra juga pernah meminta anak buahnya mencari informasi mengenai siapa backingan Camilla Li, namun mereka hanya menemukan kebuntuan.


kini jelas sudah, orang dibalik Camilla adalah seseorang yang seharusnya jangan di ganggu.


Kini Chandra jadi menyesal, jika waktu dapat di putar kembali, ia tak ingin berurusan dengan Camilla.


sayangnya waktu tidak pernah berjalan mundur


seperti hak nya jarum jam yang berdetak maju, maka begitu pula hidup akan terus bergulir maju.


Chandra juga sudah mendengar prihal Reymond.


pria itu sudah kembali ke Indonesia.


kini Chandra merasa makin gelisah.


pasalnya ia pernah menjebloskan Reymond ke penjara, walau hanya sebulan, tetap saja reputasi Reymond sebagai pengusaha real estate dan properti menjadi kurang sedap di dengar.


Chandra sangat yakin jika Reymond sangat dendam padanya mengingat apa yang sudah ia lakukan pada pria itu.


Putusan Hakim selesai di bacakan.


hakim mengetuk palu.


kini usianya sudah tujuh puluh tahun, ditambah dua puluh tahun penjara sudah sembilan puluh tahun, itu sama saja dia membusuk di penjara.


Setelah mendengar putusan hakim, Chandra kembali di giring ke sel tahanan nya


ia berjalan gontai.


ia hanya ingin hidup nyaman di hari tuanya dengan harta berlimpah.


Namun kini semua lenyap tanpa sisa.


dingin lantai penjara membuat Chandra tahu jika nyawanya sudah tak lama lagi.


Jika memang harus berakhir hidupnya, maka Sena pun harus merasakan yang sama.


keesokan harinya Chandra memanggil pengacaranya dan juga orang kepercayaannya.


Chandra berdiskusi serius.


ia juga mengiming-imingi pengacara keluarga wong yang sudah mengundurkan diri untuk membantu mengungkap kejahatan Sena wong,


Berbekal dari informasi yang ia terima dari asisten kepercayaannya, ia yakin keluarga Ye kali ini tak akan turun tangan membantu Sena, sebab mereka tak ingin terlibat hukum dalam kasus ini.


kendati Sena belum di panggil pihak kepolisian karena ia lolos dan bukti keterkaitannya di markas itu sudah di bumi hanguskan, tak menutup kemungkinan nasib Sena akan berakhir tragis alam hitungan hari.


Alexa meminta Belle untuk menyusup ke markas Sena laiknya, namun sudah dua hari, Belle tak juga kembali membuat Alexa sedikit khawatir


Sekalipun Belle sangat kuat dan canggih, tetap saja ia robot yang memiliki kelemahan.

__ADS_1


Sejak kepulangannya dari rumah sakit beberapa waktu lalu, tingkah Belle terlihat sedikit aneh.


Belle yang biasanya ceria, kini lebih banyak diam dan terlihat menyendiri.


Alexa yang melihat itu mencoba mencari tahu, namun Belle menutup Rapat mulutnya.


"Apa Belle.belum kembali???" tanya Alexi mendekati adiknya


"Belum kak, aku khawatir"


"Aku akan lacak" ucap Alexi langsung membuka laptopnya dan mulai mencari keberadaan Belle.


Alis Alexi berkerut saat melihat sinyal lemah Belle


"Sepertinya kita harus melakukan penyerangan ke markas itu, aku khawatir robot mu..."


"Kita menyerang besok


siapkan ornagtua juga kak" ucap Alexa bangkit


"Alexa....


apa terjadi sesuatu???


mengapa kau mengurus Belle seorang?


ini seperti bukan kau saja" ucap Alexi menatap adiknya yang terlihat sedih


"Dia yang memintanya kak.


aku tak tahu mengapa ia hanya ingin sendirian menjalankan misi.


Dia hanya berkata jika ia sudah puas, tak ada penyesalan.


Aku pikir...."


"Tidakkah kau merasa jika itu terdengar seperti..."


"Seperti salam perpisahan" ucap Alexi Carter langsung menyambar omongan saat mendekati kedua cucunya


"Kakek ...."


"Hai cucu-cucuku tercinta.


kakek kangen" ucap Alexi Carter menepuk kedua cucu kembarnya


"Kek, kita baru bertemu sore kemarin


kakek jangan lebay deh" cibir Alexi sambil mengelap pipinya yang di cium oleh kakeknya


"Hahaha, memang kenyataanya


aku merindukan kalian, siapa yang tidak merindukan cucu yang begitu menggemaskan seperti kalian???"


Alexi memutar bola matanya malas, sementara Alexa hanya cekikikan tertawa


"Kek apa kau yakin Belle mengucapkan salam perpisahan????" tanya Alexa serius


"Mungkin, dari kalimatnya"

__ADS_1


__ADS_2