Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Sifat turunan


__ADS_3

"Anak manis, om hanya ingin meminta maaf.


om sadar waktu itu om keterlaluan"


"Lupakan, ayo Lexa" ucap anak lelaki itu menarik gadis kecil itu pergi


Alexa menoleh dan tersenyum, ia bahkan melambaikan tangan membuat Alexi kesal


"Ayooo lekas.....


Buat apa tebar pesona pada om-om gitu???" Dengus Alexi pada adiknya


"Siapa???


Aku????


Kakak, Aku hanya bersikap ramah.


Mama bilang anak wanita gak boleh judes" sanggah Alexa sambil tersenyum lebar.


Alexi menghela nafas.


Memang benar perkataan mama mereka seperti itu, tapi Alexi tak suka jika Alexa berhubungan dengan sesuatu yang ada kaitannya dengan Charlie, papa biologis mereka


"Iya tapi tidak juga dengan anak buah papa payah" ucap Alexi lirih


"Kak, dia gak salah, apa kita harus memusuhinya.


kau aneh sekali" gerutu Alexa


"Dadah om aneh"


"Hei bocah kecil, kita akan bertemu lgi nanti" teriak Chris antusias.


ia merasa mood nya berada di puncak.


"Dalam mimpimu" balas Alexi berjalan cepat sambil menarik tangan adiknya.


sampai saat Alexa menoleh, ia dengan kesal membetulkan kepala Alexa agar hanya menatap kedepan


"Cih kak, kau seperti kakak yang posesif saat adiknya membawa pacar" ucap Alexi cekikikan sambil menutup mulutnya


"Astaga Lexa, kau masih kecil bagaimana pikiranmu bisa sejauh itu???"tanya Alexi menatap adiknya sambil menggelengkan kepala


"Kau persis aki-aki.


ah persis om Rey saat mama di dekati pria, persisi sekali!!!!" teriak Alexa membuat Alexi membekapnya.


"Kita harus segera pergi, dua Tante aneh itu sedang menunggu di ruangan itu"setelah jauh Alexi melepaskan pegangan tangannya pada adiknya, ia kembali memasukkan tangannya ke dalam saku celana


gayanya yang cuek dan dingin membuat ia terlihat seperti pria dewasa,


Saat mereka melewati para karyawan perusahaan wong, banyak yang mengabadikan Alexa dan Alexi dalam ponsel mereke.


Alexa yang berjalan lambat tertinggal, ia berlari kecil mengejar makanya yang sudah jauh di depannya.


"Eh kak, apa kau sudah dengar???" tanya Alexa begitu mereka sejajar


"Tentu"


"Aku serius, ini mengenai papa" ucap Alexa setengah berbisik

__ADS_1


"Aku tahu semuanya dan aku tak perduli.


menurutku dia baru sadar bahwa dia salah dan itu terlambat" jawab Alexi santai lalu masuk lift di ikuti adiknya


"Ah aku mengerti, kau menyimpulkannya karena pertemuan papa dengan mama kan???


Tapi apa iya baru sadarnya sekarang, lagian papa payah itu apa masih mengenali istrinya???" tanya Alexa penasaran.


"Kau tanyakan saja lngsung padanya, bukankah kau senang dekat dengan papa payah itu??" sindir Alexi membuat Alexa nyengir dan menggeleng kepala


"Kau menyebalkan kak, aku hanya menyimpulkan"


"Kalau kau masih bahas itu, aku tak ajak kau makan mie ayam"


"Demi mie ayam, mulutku terkunci" ucap Alexa dengan senyum lebar.


Sontak air liur nya menetes.


teringat terakhir kali alexi membawakan mereka mie ayam Bangka dan rasanya....


enak, gurih....


pokoknya Alexa suka.


ditambah ada jamur nya juga,


"Lap mulutmu, menjijikkan" gerutu Alexi melihat adiknya mupeng membayangkan mie ayam Bangka


Alexi tak sengaja membelinya karena melihat ramai.


aroma minyak banyak membuat Alexi penasaran


Nilai plus nya adalah tanpa pakai saus atau apapun, mie itu enam dan fresh karena ayamnya campuran dengan jamur yang di bumbui simple sehingga rasa juicy dari ayam dan jamur fresh menambah citarasanya


#Flash Back Off


"Apa benar anak itu mirip denganku???"


"Lihat saja sendiri dan nilai.


Sifat jeleknya mirip kau" ucap Chris


"huh, apa kau sudah menyelidiki anak itu?"


"Tentu saja aku kan asisten mu yang handal" ucap Chris kembali menyodorkan berkas di map coklat


mau tak mau dalam hati Charlie menuju kecekatan Chris dalam pekerjaannya.


Tanpa Charlie bicara, chris tahu apa yang harus ia lakukan.


Sementara di mansion utama keluarga Wong


Chandra wong terlihat muram, ia duduk di tempat duduk kebesarannya


Hari ini pertemuan keluarga membahas masalah perebutan kekuasaan yang kini terjadi di perusahaan yang ia bangun dari nol.


Satu persatu Chandra memindai anak, menanti, adik serta sepupunya.


Semua orang menunduk takut.


Mereka semua tahu saat ini Chandra sedang dipuncak emosinya.

__ADS_1


Perusahaan kolaps sementara anggota keluarganya malah memanfaatkan itu untuk saling sikut dan jotos demi kursi CEO yang kosong.


"Apa kalian tahu mengapa aku mengumpulkan kalian disini???" tanya Chandra dengan aura membunuh


"Kakek, kami sungguh tak tahu"


"Iya pa, apa maksudnya???"


"Kakak, kami hanya datang sesuai permintaanmu, mana berani kami menolak" ucap adik lelaki Chandra wong


"Kepala keluarga, sebaiknya anda jelaskan saja, agar kamu mengerti" ucap keluarga cabang, sepupu jauh Chandra wong.


Chandra mengepalkan jari tangannya, semua berakting seolah tak tahu apapun, padahal dalam hati mereka sangat tahu.


"Aku tahu, saat perusahaan sedang diterpa badai dan aku sedang berusaha bertahan, menutupi lubang, kalian malah saling sikut demi kursi kepemimpinan yang Charlie tinggalkan, kalian sungguh membuatku kecewa


Jika perusahaan kita benar kolaps, kalian semua akan menjadi gembel!!!


Sialan, apa yang ada di otak kalian semua, dungu!!!


Apa kalian tak punya otak sebelum bertindak??????


Kau Sherly dan Ferdinand, bukanya pergi membujuk Charlie untuk kembali, merendahkan diri di depan anaknya apa kalian sebegitu susahnya melakukan itu??? dasar anak dan menantu tak berguna!!!!" lagi dan lagi Sherly an Ferdinan kena semprot Chandra wong.


Kakek tua itu tak pernah menyukai mereka, jika bukan karena Charlie, Sherly dan Ferdinand hanya bagai kotoran mata yang tak dianggap Chandra wong.


Ferdinan geram, ia mengepalkan tangannya di balik kursi.


"Pa, kamu sudah berusaha, tapi Charlie mengusir kami" ucap Sherly


"Kalau begitu pergi sekarang dan berlutut kalau perlu.


aku tak perduli lakukan apapun agar Charlie kembali!!!!", teriak Chandra marah


"Kakek, cucumu bukan hanya Charlie, kau juga punya Johan, dan ...." belum selesai putri kedua Chandra berbicara, Candra melempar gelas kearahnya yang langsung mengenai Susan Wong, darah mengucur dari kepala wanita paruh bawa itu


Kedua anak Susan bangkit dan ingin marah, namun Susan menahan tangan mereka dan menggeleng


"Apa kau pikir aku bodoh, kedua anak itu anak haram.


Aku tak sudah mewariskan perusahaan ku pada mereka.


Aku juga tak yakin mereka adalah cucuku, darah daging keluarga Wong!!!!!"


"Pa, sepertinya aku seharusnya tak datang" ucap suana wong bangkit, ia limbung dengan cekatan Johan mengangkat tubuh mungil mamanya, ya susah memang anak Chandra namun dari seroang pembantu, sehingga wanita itu tak pernah dianggap anak oleh Chandra


"Kakek, anda tak pernah menganggap mama sebagai anak anda, jadi kami tidak akan mau menganggap anda dan keluarga wong bagian Ari keluarga kami" ucap Johan, sementara adiknya Jessy hanya menangis sambil memegang kening mamanya yang berdarah


"Tuan Chandra jangan pernah datang pada kamu saat anda dan keluarga anda kesulitan.


Haram bagi kami mengenal anda.


cukup kami sabar selama ini, anda tak pantas di hormati sebagai kakek.


keluarga ini lebih mirip kumpulan iblis berwajah manusia, permisi" ucap Jessy lalu menggandeng kakaknya beranjak pergi


"Anak sialan, kalian dan mama.kalian sama soalnya!!!!!" teriak Chandra lalu memegangi dadanya yang terasa berdenyut.


Semua keluarga panik.


"

__ADS_1


__ADS_2