Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Menyelidiki


__ADS_3

Bukan tidak ada maksud dibalik perbuatan Chandra.


iya sedang mencari sekutu yang merupakan orang dalam Sena untuk menjatuhkan Sena suatu saat nanti.


Pria paruh baya itu mengangguk tanda ia mengucapkan terima kasih tanpa berbicara.


namun saat melirik ke arah Sena, pria itu terlihat sangat membenci Sena Wong.


siapapun akan membenci Sena karena sangat kejam.


sekalipun ia pemimpin keluarga, namun sikapnya sangat otoriter dan membuat banyak pihak di dalam keluarganya gerah, namun tak bisa berbuat apa-apa.


Ia adalah pemimpin keluarga yang dipilih oleh sesepuh, terlebih dia berasal dari garis lurus keturunan inti.


Sena tak menunggu Chandra.


ia tak mau seolah ia tunduk pada Chandra sekalipun tak ada seorang pun yang akan memperhatikan itu, namun Sena orang yang ingin terlihat perfek dan berkuasa.


Chandra memang memiliki bukti rekaman CCTV yang ia peroleh dari toko roti dan juga CCTV yang terdapat di sebuah salon yang letaknya berada tak jauh dari klub malam yang diporak-porandakan oleh tim Alexa.


iya langsung mengarahkan anak buahnya untuk mencari bukti yang bisa dia manfaatkan dan akhirnya membuahkan hasil.


Kini kedua pasutri sepuh itu duduk dan menanti CCTV di putar, .mereka memilih memutarnya di dalam kamar mereka.


Candra langsung memutar CCTV yang ia peroleh terlihat keduanya nampak mengerutkan alisnya.


mereka tak mengenali para pelaku dan juga para pelaku tidak teridentifikasi berasal dari salah satu organisasi yang menjadi saingan Sena maupun Candra.


Dari rekaman itu terlihat dua pria, salah satunya pria asing, dan dua orang wanita.


namun ada sepasang pria dan wanita yang juga terlihat mencurigakan.


dan diakhir video, ke enamnya keluar bersamaan.


salah satunya di bopong oleh seorang pria menuju mobil mereka.


Sayang, plat mobil mereka tidak terdaftar.


itu plat palsu!!!!


"Apa kau tahu siapa mereka????" tanya Sena wong tanpa menoleh.


Chandra menggeleng pelan.


Ia benar-benar tidak mengenal mereka.


"Apa ku juga tak kenal siapa mereka??


atau mungkin mengingat sesuatu, atau kau pernah menyinggung seseorang???" tanya Chandra detail


"Seingatku tidak.


come on, bagaimana aku bisa mengenali mereka???


lihat mereka tidak meninggalkan sesuatu yang bisa di jadikan petunjuk" desah Sena kesal karena video itu sia-sia


Chandra berusaha mengingat mungkin saja ia pernah mengenal salah satu dari mereka, begitu juga dengan ena hingga akhirnya Sena kesal dan menggemaskan tubuhnya ke kasur

__ADS_1


"Sial, kepalaku jadi pusing" maki Sena kesal sendiri


ia memijit kepalanya yang terasa berdenyut sambil memejamkan matanya.


pikirannya kusut.


Namun beberapa detik kemudian Chandra berteriak membuat Sena wong yang tadinya memejamkan mata langsung terlonjak kaget.


"tua bangka kau membuat jantungku ingin copot saja.


buat apa teriak-teriak???"omel Sena wong langsung terduduk dengan wajah kesal.


" Sena putar ulang video CCTV tersebut"perintah Chandra pada istrinya


"kok berani memerintahku????"tanya Sena wong tidak senang


"aku sepertinya mengenali salah satu dari mereka"ucap Chandra.


"serius?????"tanya Sena sangsi


"apa wajahku terlihat sedang bercanda???? come on Sena aku serius"ucap Chandra dengan wajah serius


Sandra seperti melihat seseorang yang wajahnya tidak asing baginya.


melihat wajah serius Chandra Sena mau tak mau bangun dan memutar kembali CCTV yang sedang mereka tonton.


"Berhenti"ucap Candra saat melihat bagian video CCTV yang ia maksud.


Sena menoleh kearah suaminya.


Kalau tidak salah aku pernah melihatnya di rumah sakit kita. Dia adalah perawat yang merawat Hanna Li" ucap Chandra mencoba mengingat-ingat.


"Perawat rumah sakit kita???


apa maksudmu Hanna Li, Mama dari wanita sialan itu?????" tanya Sena


"Aku juga tak yakin tapi wajahnya sangat familiar.


aku pernah sekali mengunjungi Hanna li dan melihat wanita itu berada di sana.


jika memang dia berarti dalang dibalik Ini semua adalah Camilla Li" ucap Chandra menyimpulkan.


"Chandra Apa kau tidak berpikir terlalu jauh????


aku tak mempunyai dendam apapun dengan wanita sialan itu.


walaupun aku tak menyukainya tapi interaksi kami sangat minim.


dan juga aku tak terlibat dengan kasus di mana ia pergi dari rumah.


Seingat Ku kami tak punya sengketa apapun atau kesalahpahaman.


karena sudah membangun image-ku dengan baik sebagai seorang nenek yang diam dan tak pernah mencampuri urusan anak serta cucunya.


jika sasarannya adalah kau mereka juga salah.


karena kau tidak ada hubungan sama sekali dengan keluarga Ye.

__ADS_1


Chandra apakah kau tidak merasa ini sangat aneh dan membingungkan????"tanya Sena mencoba menarik benang merah dari kejadian tersebut.


"Aku juga tak yakin, itu hanya dugaanku belaka.


mungkin saja kesimpulannya mereka tahu bahwa kau Di balik semua kekacauan itu"


"itu mustahil" sangkal Sena


"Sena Wong segala sesuatunya tidak ada yang mustahil di dunia ini.


Kau terlalu percaya diri dan menganggap dirimu bersih sementara bisa saja orang menyelidikimu lebih dalam"ucap Chandra sarkasme


"entahlah.


aku jadi tak yakin"


"jika memang Kamila seharusnya ia mengetahui sebuah fakta dari orang yang mengenal kau dengan baik.


mungkin saja dia mengunjungi Ferdinand dan mencari tahu. dan satu lagi,Jangan menilai dirimu terlalu tinggi karena kau tak pernah tahu ada orang yang lebih cerdik dan licik di luar sana."ucap Chandra mengingatkan istrinya.


"kau benar dan salah satunya ada di sampingku reality dan menyebalkan"ucap Sena mencibir suaminya


tawa kecil pecah dari mulut Chandra mendengar cibiran istrinya


"ya ya ya


aku akui aku memang licik tapi aku tidak akan berkhianat padamu"ucap Chandra dengan mimik wajah serius


"bukan tidak akan berkhianat.


hanya saja belum.


Aku harap kau tidak mempunyai pikiran kotor itu di dalam kepalamu atau....


selamat tinggal dengan kemewahan dan selamat datang liang lahat"ucap Sena dengan nada mengancam namun bibirnya tersungging senyum.


"sudahlah, kita berdiskusi bukan saling mencibir.


Aku akan mengirimkan foto wanita itu pada orang rumah sakit sehingga mereka bisa mengidentifikasi siapa sebenarnya sosok wanita itu"


"ide bagus kirim juga informasi detail mengenai wanita itu padaku.


Aku ingin sekali membunuhnya"


"tahan emosimu dan bersabarlah" ucap Chandra lalu segera mengirimkan foto Meisya pada direktur rumah sakit milik keluarga Wong.


tak perlu waktu lama kepala rumah sakit langsung mengirimkan email mengenai data dari wanita yang bernama Meisya yang dimaksud oleh Chandra Wong.


Chandra dan Sena langsung membaca biodata Meisya keduanya tambah bingung setelah membaca biodata tersebut.


pasalnya di sana Meisya mengaku bernama Maya


dia hanya pegawai part time yang masa kerjanya sudah berakhir sebulan yang lalu


sementara alamat Maya berada di luar kota yang letaknya berada di desa terpencil.


di sana tertulis dia yatim piatu.

__ADS_1


__ADS_2