Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Bekerjasama


__ADS_3

Ferdinan tertawa terbahak-bahak menatap kedua pasutri di depannya yang terlihat kebakaran jenggot saat ia bersuara.


biasanya mereka garang dan sangat sombong, namun kini mereka terlihat begitu lucu hingga Ferdinan tertawa sampai menangis.


Ya, Ferdinan tertawa menertawai nasibnya yang sebentar lagi akan berakhir di ujung timah panas atau mungkin juga kursi listrik, entahlah


Ferdinan mendadak takut mati, padahal saat melakukan kejahatan ia tak pernah takut sama sekali.


mungkin begini lah rasanya pria korban yang tahu akan mati.


menyesal???? tidak ada kata menyesal karena menyesali masa lalu hanya sia-sia.


toh masa lalu tak akan kembali.


namun Ferdinan menyesal karena mengenal keluarga Wong. Keluarga yang membuatnya terseret lebih dalam pada kurang gelap tak bertepi.


Jika ia dilahirkan kembali, Ferdinan memilih tinggal jauh dari kota,mungkin saja hidup di desa lebih sederhana, lebih manusiawi di banding dengan kota yang selalu tidak memanusiakan manusia.


walau tak semua seperti itu, namun nyatanya di kota banyak manusia memakai topeng.


"Lihat, dia benar-benar sudah hilang akal" ucap Sena berusaha meyakinkan semua orang yang berada di sana


"Sena wong, Sena wong.


kau lebih keji dari suamimu!!!!!


kau berlagak menjadi manusia bermartabat, anggun, lemah lembut dan tak banyak bicara.


siapa yang tahu kau sebenarnya iblis yang sebenarnya.


bahkan iblis tua di sampingmu kalah licik denganmu" ucap Ferdinan membuat Sena marah bukan kepalang


"Dasar manusia rendahan, petugas..


cepat bawa sampah ini ke tempatnya" ucapan Sena wong


"Nyonya tua, tahan emosi anda"


"Tutup mulutmu" ucap Sena pada pengacaranya yang berusaha menenangkan Sena


"Benar apa kata pengacara mu.


apa kau mau masuk dalam permainan Ferdinan????" timpal Chandra setengah berbisik.


kali ini harus bekerjasama dengan Sena.


walau Chandra membenci wanita yang sudah ia nikahi itu, namun demi keselamatan bahkan menjilat pun Chandra mampu.


dalam hal ini Sena bisa membantunya.


latar belakang Sena yang tidak biasa membuat wanita tua itu sulit tersentuh.

__ADS_1


kakek nya seorang yang pernah berkuasa selama beberapa periode di negara itu, sementara paman-pamannya menduduki tempat tertinggi di pemerintahan.


belum lagi keponakan Sena wong yang banyak menjadi orang penting, dari yang duduk sebagai wakil rakyat ataupun di lembaga tinggi pemerintah.


"Huh" Dengus Sena masih dengan wajah angkuhnya.


penjaga membawa Ferdinan yang terus berteriak-teriak bahwa Sena dan Chandra adalah dalang di balik semua kejahatannya.


namun tak ada yang memperdulikan.


tepatnya mereka hanya bisa curiga tapi memendamnya sehingga mereka hanya bisa menatap Chandra dan Sena dengan tatapan menyelidik.


Namun berbeda dengan seorang pria yng sejak tadi diam sambil menyimak pertengkaran antara Ferdinand an kedua pentolan keluarga Wong,


alisnya bertaut sambil tangannya terlihat mengetuk sandaran tangan, tanda pria misterius itu sedang berfikir keras.


wajah pria itu terlihat sangat serius.


berdasarkan beberapa fakta yang di lontarkan oleh terpidana hukuman mati yang tak lain salah Ferdinan, ia bisa dengan mudah menyimpulkan bahwa apa yang di katakan Ferdinan adalah sebuah kenyataan.


seorang yang sudah tahu akan mati tidak akan berbohong.


Setelah satu persatu pergi, kini pria itu langsung menuju sebuah ruangan khusus yang hanya bisa di masuki yang berkepentingan.


setelah mengetuk pintu dua kali, terdengar seseorang memberi izin pria itu masuk dan terlihatlah seorang pria dengan wajah tenang tersenyum padanya


"Apa yang membawa mu datang ke ruangan ku tuan Billy????" tanya pria yang tak lain adalah hakim ketua dalam persidangan kasus Ferdinan


"Aku hanya ingin bertukar pikiran sesama penegak hukum" ucap pria itu santai


"kau selalu tahu apa yang ingin ku sampaikan Thomson" ucap pria misterius yang di panggil Billy itu terkekeh


"Jangan bilang kau punya maksud untuk....."


"Ya aku" ucap pria itu memotong ucapan sang jakim.


Sementara di tempat lain


"Kakek tua, apakah pertunjukan tadi siang menarik????" tanya Alexa dengan senyum lebar


"Lebih dari menarik.


gadis kecil, kakek tak pernah menyangka jika keluarga itu..


ah sungguh kacau" keluh Alexi Carter


"Aku juga sedikit pusing hahaha" tawa Alexa pecah seolah itu lelucon lucu.


sementara duo Alexi berbeda usia menampilkan wajah malas, dengan ekspresi yang sama


"Kalian berdua memang benar-benar kakek dan cucu" ucap Alexa makin terkekeh

__ADS_1


"Apa yang akan kita lakukan sekarang??" tanya Alexi Menatap saudari kembarnya dan juga kakeknya.


ia ingin mengalihkan Alexa yang terus tertawa aneh


"Aku sudah mengirim seseorang yang akan membantu kita menghabisi Sena dan Chandra"


"Maksudmu??? jaksa wilayah itu?" tanya Alexi


"Ya, dan dia penasaran setelah menyaksikan pertunjukan seru di ruang pengadilan tadi siang.


"Mengapa bukan kita sendiri yang menghabisi mereka???" tanya Alexi tak setuju dengan rencana saudarinya


"kak, kita perlu seseorang yang bisa mengcover secara hukum. Tugas kita hanya menggiring mereka dan membantu mereka


ingat, kita di negara orang dan kita bertubuh mini.


apa kau pikir mereka mau percaya pada anak kecil?"


"Ah sial, aku benci menjadi anak kecil" ucap Alexi cemberut


"Hahaha aku tidak, enak jadi anak kecil" sangkal Alexa


"Anak-anak, apa kalian sudah bertemu dengan papa kalian???" tanya Alexi Carter tiba-tiba teringat Charlie yang terpukul dengan kenyataan pahit


"Kami besok ada janji dengan papa payah" ucap Alexa


"Kau saja aku tak ingin bertemu orang itu"


"Alexi, cobalah belajar memaafkan, tak baik memendam benci di usia belia mu.


biarkan orang dewasa menyelesaikan masalah mereka. kalian anak-anak hanya bisa mendukung orangtua kalian.


Dengan nak, papamu tak sepenuhnya salah, kaus udah tahu sendiri kan bagaimana kehidupannya.


jadi beri dia kesempatan oke??" tanya Alexi Carter membantu anak menantunya


ya Dia bersimpati pada Charlie, lagi pula berdasarkan penilainya pria itu cukup baik


"Entahlah, aku tak ingin membahas orang itu" ucap Alexi masih keras kepala.


"Baiklah, kita kembali ke topik permasalahan.


besok kita akan lancarkan rencana B" ucap Alexa menyeringai licik


"Apa perlu goncangan kuat agar pohon kapuk itu rontok daunnya???" tanya Alexi Carter menyeringai licik


"Tentu saja.


Kakek kau perintahkan akan anak buahmu membongkar perusahaan investasi itu.


dan kak lexi kau bertugas meretas semua transaksi di perusahaan gelap itu, bagaimana???"

__ADS_1


"Siap" ucap keduanya serentak


Tiba-tiba pintu di ketuk


__ADS_2