Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Sherly shock


__ADS_3

Sherly dan Ferdinand sangat geram namun juga takut kebusukan mereka selama ini terbongkar, sementara Chandra langsung mendamprat anak dan menantunya itu.


Ia tak percaya anak dan menantunya justru menggerogoti perusahaan nya dari dalam.


sungguh pukulan terberat dalam hidup Chandra wong.


pria tua itu terlihat sangat shock.


Di depan Chandra, Sherly dan Ferdinand sedang duduk bersimpuh, ia di jemput paksa oleh anak buah Chandra wong di mansion milik orangtua Ferdinand


keduanya terlihat acak-acakan akibat meronta dan melawan saat di bawa ke mansion utama keluarga Wong


Chandra wong menatap tajam kedua orang di depannya, wajahnya terlihat dingin.


Ferdinan terlihat babak belur di hajar oleh Chandra dan anak buahnya, sementara Sherly hanya bisa menangis tanpa.bisa membantu karena ia terlalu takut melihat kemarahan papa nya.


"Dasar anak sialan, ini pasti usulan kau untuk melakukan penggelapan dana kan???" bentak Chandra sambil menarik rambut putrinya


"Pa, maafkan Sherly pa"


"Kau memang anak sialan.


di banding saudarimu, aku sudah memberikan uang lebih, tapi kau justru serakah dan tamak ingin lebih dan lebih" ucap Chandra mendorong Sherly hingga terjatuh


"Maafkan aku pa" ucap Sherly sambil menangis


"Angkat dua orang tak berguna ini dan habisi" ucap Chandra menutup matanya.


Ia sebenarnya sangat menyayangi Sherly, namun putrinya itu selalu saja licik dan serakah.


bukan Chandra tak tahu, ia tahu semua gerak gerik putrinya itu, hanya saja ia menutup mata.


tapi penggelapan uang perusahaan??? sungguh Chandra tak pernah menyangka.


"Aku tak mengizinkan......." teriak"Angkat dua orang tak berguna ini dan habisi" ucap Chandra menutup matanya.


Ia sebenarnya sangat menyayangi Sherly, namun putrinya itu selalu saja licik dan serakah.


bukan Chandra tak tahu, ia tahu semua gerak gerik putrinya itu, hanya saja ia menutup mata.


tapi penggelapan uang perusahaan??? sungguh Chandra tak pernah menyangka.


"Aku tak mengizinkan" teriak seorang wanita tua tiba-tiba memasuki ruangan tersebut di tuntun seorang pria tinggi besar


langkahnya yang sudah tak tegap lagi tak menutupi wibawa yang terpancar padanya


Semua mata menatap kedatanganya, tak terkecuali Chandra wong yang mengenali siapa pemilik suara tersebut.


Sena Wong, wanita tua dengan sorot mata tajam dan wajah cantik, mirip dengan Sherly hanya saja wanita ini terlihat berwibawa dan tegas di usia senjanya


"Mama tolong aku" ucap Sherly mendekati mamanya dan bersimpuh


Sena hanya melirik sekilas ke arah putrinya lalu berjalan mendekati Chandra wong dengan tenang


"Sa... sayang mengapa kau disini???" tanya Chandra sedikit terkejut

__ADS_1


pasalnya ia tahunya Sena senang berada di salon, melakukan perawatan tubuh rutinnya setiap bulan, itu mengapa Chandra memilih memanggil Sherly dan Ferdinand ke mansion utama, rupanya ia salah.


"Apa aku harus minta izin untuk berada di rumah ku sendiri??? apa begitu sayang????" tanya Sena menaikan sebelah alisnya sambil tersenyum penuh arti


"Bu..bukan begitu sayang, aku hanya....." Sena mengangkat sebelah tangannya dan Chandra langsung bungkam.


Sena Wong, tak banyak yang mengenal wanita ini.


Dia lebih banyak hanya diam dan melihat, namun hanya sedikit orang yang tahu siapa sebenarnya wanita itu.


berbeda dengan Chandra, wanita ini lebih banyak berada di balik layar, tapi jangan tanya kekejamannya.


dia lebih kejam dari Chandra wong suaminya


Keluarga wong bisa maju juga karena ada tangan dingin Sena Wong di belakangnya.


Chandra wong berdiri menghampiri Sena Wong, wanita itu terlihat santai dan berjalan di bantu oleh Chandra lalu duduk di kursi yang Chandra duduki beberapa waktu lalu.


Sherly yang tadinya terlihat sangat pucat dan ketakutan kini terlihat lebih tenang, ini semua karena kedatangan Sen wong, mama kandungnya.


sementara Chandra terlihat tersenyum getir.


"Kau ingin menyingkirkan putri kita?" tanya Sena santai dan melambai ke arah Sherly memintanya mendekat


"Ti..tidak....


Aku hanya ingin mendisiplinkan...."


"Chandra, aku selama ini hanya diam, bukan berati kau boleh menjatuhkan tangan pada putri kesayanganku"


Sherly mendekat dan Sena merapihkan rambut Sherly yang berantakan, ia memegang wajah putrinya yang sedikit bengkak, ia berdecak kesal.


seperti seekor pawang, Sena mengendalikan Chandra wong yang terlihat ganas itu.


namun bagi yang mengetahui siapa Sena mereka tidak kaget lagi


"Sekalipun putriku melakukan kesalahan, hanya aku yang boleh menghukumnya.


apa kau lupa perkataan ku???"


"Tidak, aku hanya menghukumnya sebagai papa...."


"Hahahhaa" tawa Sena bergema di dalam ruangan tersebut.


anak buah Chandra yang tadinya berada di sana langsung mundur beraturan, beberapa bodyguard yang terlihat lebih terlatih memasuki ruangan tersebut.


Chandra menjadi ciut, wajahnya masam.


Ferdinan yang tak tahu apapun bingung melihatnya.


selama ini i melihat Zena wong adalah ibu mertua yang baik dan penurut pada suaminya, tapi hari ini ia terlihat berbeda,mendominasi.


"Ku pikir kau sudah pikun Chandra...


dia anakku.

__ADS_1


jangan limpahkan kesalahan pada putriku.


ini semua kacau karena kau serakah, dan ambisius.


jika perusahaan wong hancur, kau yang bertanggung jawab" ucap Sena meminta putrinya duduk di sampingnya


"Aku tidak akan membiarkan itu, aku janji" ucap Shandra penuh keyakinan


Sena hanya tersenyum sinis.


pandangan matanya ke arah Sherly kini.


wanita tua itu langsung merubah tatapannya yang tadi tajam dan tegas, kini melembut


"Anak nakal, mengapa kau melakukan itu???"


"Aku butuh uang ma, belum lagi cucumu Findy, dia..."


"Aku tahu, aku tahu..


harusnya kau minta padaku, bukan merusak lahan pencarian kita"


"Maaf ma" ucapan Sherly menunduk sambil menangis.


Ia melirik kearah Chandra sekilas dan melihat papanya itu penuh kebencian menatapnya.


senyum penuh kemenangan terukir di wajah Sherly.


ia terlihat menangis namun juga tersenyum puas merasa memang dan selamat.


beruntung diantara anak buah Chandra ada orang kepercayaan mamanya.


"Huh, kau selalu membuat ulah Lily" ucap Sena memanggil Sherly dengan nama kesayangannya


"Maaf ma" ucap Sherly memasang wajah melas


"Sudahlah, aku akan membawa Sherly, urus masalah penggelapan itu jangan sampai melibatkan putriku"


"Ma, Ferdinan....????" tanya Sherly meminta mamanya membantu suaminya


"Apa kau tak cukup menimbulkan masalah???


Apa kau tak tahu apa yang di lakukan suamimu???


Kau memang memintanya menggelapkan dana perusahaan, tapi kau hanya mendapat sedikit, sisanya ia gunakan untuk kepentingan dirinya"


"Ferdinan bukan pria seperti itu ma"bela Sherly


"Anak bodoh"


Prok prok prok


Sena bertepuk tangan dan masuklah seorang wanita muda dan anak kecil.


melihat keadaan Ferdinan wanita dan anak kecil itu berlari kearah Ferdinan sambil memanggil nama papa

__ADS_1


"Papaaaa" teriak anak kecil itu menangis


Sherly terkejut, ia sangat shock tak percaya melihat pemandangan di depan matanya


__ADS_2