Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Target


__ADS_3

Di sebuah ruangan megah dominan berwarna gold, terlihat jika sang pemilik menyukai kemewahan


bahkan pilar -pilar yang terdapat di rumah tersebut juga di lapisi emas.


terbayang betapa kaya nya pemilik rumah tersebut.


namun kemegahan itu berbanding terbalik dengan wajah penuh tegang dan muram di dalam sana.


seorang pria tua dengan beberapa cincin diamond menghias tangannya terlihat memandang tajam ke arah Sena wong.


di samping pria itu berdiri dua orang bodyguard yang berwajah garang.


Pria tua itu terlihat beberapa kali menghela nafas, sambil mengetuk jarinya di meja dengan terus menatap Sena tanpa berkedip.


"Kau sungguh mengecewakan.


Jika suamimu membawa-bawa namaku, atau sekali saja mereka mencurigai ku.


aku akan membuat seluruh keluargamu lenyap hanya tinggal.nama.


Dengar Sena, aku sudah memberikan keuntungan yang tinggi sejak kau mendirikan usahamu.


kau tahu konsekuensinya"


"Saya sangat tahu tuan" ucap Sena lirih


"Bagus, bereskan kekacauan yang suamimu berikan.


aku tahu mereka sedang mengejar mu.


tapi bukan jadi alasan kau menyeret ku"ucap pria itu terlihat tak suka dengan kedatangan Sena wong


"Saya mengerti"ucap Sena mengepalkan tangannya di bawah meja, ia terlihat tersenyum walau di hatinya penuh amarah.


Bisa-bisanya pria di depannya ingin mencuci tangan setelah kini dirinya jadi target.


namun Sena sangatlah tahu siapa pria didepannya itu


Sekalipun ia tidak pernah perduli pada keluarga Wong ataupun Ye, ia tak ingin dua keluarga itu lenyap dari muka bumi ini.


Sena menemuinya, berharap pria itu mau membantunya, tapi kenyataan pahit yang ia terima.


Sena amat merasa terhina.


Makin tinggi kekuasaan seseorang, maka makin kejam lah ia, seharusnya Sena mengerti itu


Pria di depannya itu sangat tidak berperasaan


Padahal Sena yakin dengan pengaruhnya ia bisa membantunya, nyatanya pria itu tak mau.


mungkin karena takut dan tak ingin posisinya goyang.


"Silahkan Kau a keluar dari pintu belakang.


saya tidak mau ada orang yang memanfaatkan keadaan dan melihat kau menemui saya"ucap pria itu sinis. Jelas sekali ia tak ingin berhubungan dengan Sena. Pria itu mengusir Sena!!!


"Tapi saya pergi ke rumah ini juga dengan hati-hati"


protes Sena tak suka


"Pohon saja terkadang punya mata dan telinga.


saya tidak mau membuat kesalahan walau sekecil apapun.


saya tidak bisa mengantar nyonya Ye," ucap pria itu memberi tanda pada anak buahnya untuk membawa Sena keluar dari ruangan tersebut


lalu pria itu mulai kembali sibuk dengan kertas di tangannya.


Dua orang pria menunjukkan jalan pada Sena, mereka mengantar Sena dan pengacaranya menuju halaman belakang, di sana mobil mereka sudah menanti.


Hingga mobil mereka keluar dari kediaman megah itu baru kedua pria itu masuk kembali ke dalam rumah


Namun selang sepuluh menit, satu mobil keluar, membuntuti Sena di kejauhan.

__ADS_1


Sena langsung memukul sandaran kursi sangking kesalnya, ia tak menyangka pria tua itu sangat arogan di depannya


padahal selama ini ia yang sudah membantu pria itu mencuci semua penghasilan kotor pria itu.


Bahkan Sena juga membantunya duduk di kursi yang di tempati pria itu saat ini.


sungguh Sena merasa di rendahkan.


ia merasa ingin sekali mencekik pria itu sampai mati.


"nyonya Sena, pria itu sungguh tak tahu diri


kacang lupa kulitnya" ucap si pengacara yang juga geram


"Bajingan tua itu sangat mencintai harta, aku memang tak ingin dua keluarga besar tempatku berasal musnah.


sial, ini pilihan susah" maki Sena untuk pertama kali dalam hidupnya ia merasa kalah dan tak berdaya.


"Nyonya, apa kita perlu melakukan sesuatu???" tanya pengacara tersebut


"Tidak, lihat di belakangmu.


Anak buah bajingan tua itu mengikuti kita.


kini kita ancaman baginya, dia tinggal menjentikkan tangan maka tamatlah riwayat kita.


Aku yakin kini aku target nya" ucap Sena dengan muka masam


"Maksud nyonya???"


"Aku dalam jangkauan bidikan pria tua itu, ibarat sniper, aku target yang telah terkunci.


kemungkinan bisa lolos hanya sepuluh persen.


perhatikan apapun yang kau lakukan kedepannya.


jangan membuat mereka curiga.


karena kau bekerja denganku otomatis kau juga target mereka"ucap Sena menjelaskan maksud perkataannya


"Orang bisa melakukan apapun demi mempertahankan apa yang ia miliki kini.


termasuk mengorbankan orang lain jika di perlukan.


kini aku ancaman untuknya, dia sedang menilai, aku masih berguna atau tidak.


Saat dinilainya aku tidak berguna..."Sena menghela nafas membayangkan akhir hidupnya di tangan klien nya sendiri


"Kita perlu mengatur siasat"ucap pengacara itu walau peluh kini membasahi dahinya.


"Untuk sementara selama beberapa hari ini kita hanya bisa melihat kemana arah pemeriksaan ini.


Minggu depan aku akan datang lagi untuk pemeriksaan


Sebelum itu, kau harus menemukan cara membungkam mulut Chandra selamanya berikut barang bukti"


"Bukankah kita sudah menghilangkan semua barang bukti yang dia punya???"tanya pengacara itu sedikit bingung


"Benar, tapi melihat dia mau bersaksi menjatuhkan ku, aku yakin dia punya barang bukti yang aku tak tahu.


yang jelas itu berbahaya"ucap Sena.


Ia sudah berulang kali berfikir, kira-kira Chandra memegang bukti apa, namun nihil.


"Pasukan bayangan hitam sepertinya sudah tidak bisa diandalkan.


satu-satunya ya g masih tersisa adalah pasukan dari kakek ku


dengan membawa token ini, mereka akan membantumu.


sebutkan saja nama kecil ku, hanya kakek dan pasukannya yang tahu


pasukan ini lebih kejam dari pasukan bayangan milik keluarga Ye

__ADS_1


Krena sejatinya kakek ku bukan berasal dari keluarga Ye"


"Baik Nyonya. saya akan lakukan perintah nyonya"


"Dengar cari cara meminta Simon kembali, aku ingin anak itu membantuku"


"Nyonya Tua Abigail....


aku khawatir tuan Abigail membuka fakta bahwa dia ayah kandungnya, jika itu terjadi menurut psikologis yang saya pelajari, Simon akan membenci anda"


"Habisi segera pria tua itu" ucap Sena lirih


jujur saja ia masih mencintai Abigail


itulah mengapa Sena membiarkan Abigail merawat anak mereka.


"Apa nyonya yakin???"


"Jika ada yang harus di korbankan, aku memilih pria itu di banding anakku.


bukan karena aku tidak mencintai dia lagi atau bukan karena aku menyayangi Simon


hanya saja Simon bisa ku manfaatkan."


"Nyonya Sena, anda sungguh kejam" gumam pengacara itu merasa bulu kuduknya berdiri


Sementara di tempat lain


Sejak kepergian Sena pria tua itu terlihat gelisah, ia menggebrak meja kerjanya


"Tuan, ingat kesehatanmu.


sebentar lagi kita akan melakukan pemilu, penting bagi anda cukup tenang dan Idak terlibat skandal apapun" ucap seorang pria paruh baya yang merupakan pengacaranya


"Wanita sialan itu mendatangi kediamanku, apa aku harus tenang????


Dan satu lagi, pria yang menjadi suaminya juga menjadi ancaman ku, dia kini berkoar-koar"


"Jika ayam.berkoar dan berisik maka bunuh" ucap pria itu tersenyum licik" Pria tua itu menoleh, ia membuang nafas berat


"Aku sebabnya hanya ingin berpolitik tenang,


bereskan duri yang mengganjal di jalanku


tapi ingat.


lakukan yang bersih dan profesional.


aku tak ingin namaku terbawa


lakukan atas perintahmu. Kau akan mengingat jasamu dengan baik"


"Lalu wanita itu????"


"Awasi, jika berulah maka biarkan dia bertemu sang penciptanya.


aku sangat suka karya seni.


makan wanita itu ku izinkan mati dengan elegan.


tetap terlihat dengan karakternya.


kau tahu maksudku????


jangan terlihat seperti pembunuhan"


"Tenang tuan, saya mengerti.


jika semua tak terkendali cukup menghabisi wanita itu tanpa jejak" ucap pria itu ikut menyeringai.


lalu keduanya tertawa terbahak-bahak


sungguh dua orang yang memiliki kelainan Jiwa.

__ADS_1


Bagaimana membicarakan pembunuhan tapi seantusias dan sebagai itu????


__ADS_2