
"Alexa, ayo kita segera pergi" ucap Ryan terlihat panik.
Alexa melirik kearah Meisya yang terlihat canggung.
"Om Ryan, tunggu aku menjelaskan rencana kita.
kita tak bisa begitu saja menyerbu tempat itu karena kemungkinan keamanan di sana dua kali lipat lebih ketat dari markas pertama atau mungkin lebih, mengingat salah satu markas mereka sudah kita ambil alih"
"Benar kata putriku, kita harus merencanakan semuanya agar tidak kacau" timpal Charlie mendukung ucapan putrinya.
Ryan menatap Mesiya yang mengangguk.
entah mengapa pria itu menurut.
"Papa payah, mengapa kau ikut juga dalam misi kali ini???" tanya Alexa senang
"Karena papa merindukanmu gadis kecilku, sini dekat papa"Alexa berjalan riang mendekati Charlie, sebelum suara buruk kecil Alexi membuatnya sadar.
"uhuk uhuk" Alexa menghentikan langkahnya kemudian berdehem, lalu duduk diantara Ryan dan Meisya alih-alih duduk dengan Charlie
"huh menyebalkan sekali, apa dia tak rindu pada papa???" gerutu Alexa hanya menempatkan protes dengan pandangan mata ke arah Alexi.
namun pria kecil itu mengalihkan pandangan seolah tak melihat sorot mata protes adiknya.
Alexi Carter hanya bisa menggeleng melihat kelakuan dua cucunya ayah kemudian duduk dan menarik Alexi duduk bersamanya.
"baiklah karena semua orang sudah berkumpul maka kita mulai saja rencana penyergapan markas utama"ucap Alexi Carter
"kita tak tahu seluk beluk markas tersebut sebaiknya kita perlu pengintaian"
"tapi aku tak punya waktu banyak.
putriku dalam bahaya.
jika kalian tak mau menyergap markas itu sekarang aku sendiri yang akan masuk ke sana"ucapan dengan wajah
"Om aku tahu kau khawatir tapi bukan saja kau yang khawatir di sini aku juga khawatir.
beli adalah sahabat terbaikku, Aku ingin menyelamatkannya.
Aku tak mau terjadi sesuatu pada Belle.
tapi menyergap tanpa perencanaan itu sama aja bunuh diri"ucap Alexa membuat Rian terdiam.
"biarkan aku dan anak buahku yang bergerak, aku yakin mereka sudah mengirimkan foto kalian berdasarkan CCTV di markas lama.
namun anak buahku mereka belum melihatnya"ucap Reymond menawarkan diri.
"aku juga ikut. sekalian aku mencoba meretas sistem keamanan di tempat itu. aku yakin Sena wong tidak akan gegabah tanpa persiapan yang matang.
iya pasti sudah mempersiapkan semuanya dengan baik" ucap Alexi serius
"aku tidak setuju"ucap Charlie. iya tak mau putranya dalam bahaya.
"aku setuju"ucap Alexi Carter
"aku tak minta pendapatmu"ucap Alexis sinis menatap Charlie
__ADS_1
"sudahlah kita sedang berunding bukan untuk berdebat.
Singkirkan urusan pribadi kita fokus"Reymond menengahi.
"aku setuju denganmu anak muda. Aku juga mengerti perasaanmu menantuku.
koleksi tetap akan ikut dalam misi pengintaian itu dan Charly sebagai orang yang aku percaya melindungi Alexi"
"kakek aku enggak mau..."protes Alexi
"kok tidak bisa merubah keputusanku anak muda"ucap Alexi Carter tersenyum penuh arti.
Ia mempunyai tujuan lain mengapa memaksakan Charlie pada Alexi.
Alexi Carter berharap cucunya itu bisa sedikit membuka dirinya pada Charlie seperti halnya Alexa yang sudah bisa menerima Charlie walaupun terkadang ia memanggil Papanya dengan sebutan Papa payah.
namun Alexi Carter bisa melihat jika Alexa sudah menerima Charlie sepenuhnya.
"aku setuju terima kasih Papa mertua"
"kek...."Alexi merajuk.
"mau atau tidak sama sekali. pilihan ada di tanganmu.
lagi pula papamu sendiri yang melindungi mu seharusnya Kau bisa memanfaatkan itu"ucap Alexi Carter membuat Alexi langsung bungkam.
"aku ikut dalam misi pengintaian"ucap Ryan tiba-tiba membuat semua orang langsung menatap ke arahnya.
"biarkan dia ikut dalam misi itu.
tapi prioritas kita adalah mengintai Aku harap Om Rian bisa menahan emosi.
Aku pastikan jika o macam-macam Meisya akan bertindak"ucap Alexa dengan wajah serius.
sementara Meisya mengacungkan jempolnya.
akhirnya mereka langsung menuju lokasi secara berbicara dan mulai berbaur.
sementara Ryan sengaja berada agak jauh dari lokasi.
kali ini lokasi markas kedua Sena Wong membuat semua orang tercengang.
pasalnya markas itu berada di tengah-tengah pusat perbelanjaan tepatnya pasar.
entah apa yang ada di otak Sena wong sehingga ia memilih sebuah gedung tua bekas bioskop sebagai markasnya.
sekilas tak ada yang aneh dengan gedung tua itu.
namun tak ada yang tahu jika di dalamnya terdapat sebuah markas gembong narkotika, penjualan manusia dan juga senjata ilegal.
mungkin Sena menganut prinsip tempat yang paling aman adalah tempat yang tak pernah terpikirkan oleh penegak hukum yaitu tempat yang ramai.
Alexa menghela nafas setelah mendapat laporan dari kakaknya, sungguh Sena licik sekali.
mereka jadi tak bisa bertindak gegabah, karena banyak warga sipil yang lalu lalang di daerah tersebut, mau pagi, siang sore bahkan dini hari sekalipun.
pasar justru akan ramai pada saat itu karena para penjual baru tiba dengan barang dagangan mereka selepas dari pasar induk atau pusat pelelangan nelayan.
__ADS_1
Alexi terlihat kesal saat sampai rumah, bukan karena Charlie saja, tapi hal lain.
Alexi Carter dan Alexa langsung menyambut kedatangan Alexi dengan wajah bingung
"Kenapa wajahmu jelek sekali kak????"tanya Alexa langsung duduk di samping kakaknya
"Sepertinya kali ini kita perlu rencana yang benar-benar matang.
aku berdua papa susah mencoba masuk, namun kami selalu di serang virus.
aku yakin Sena memiliki setidaknya dua orang ahli.
aku tak berhasil meretas, tapi aku akan mencoba lagi nanti. Aku tak mau ambil resiko mereka tahu kita akan menyerang mereka, jadi aku memutuskan hubungan saat ku pikir tak aman"
"Menarik" ucap Alexa membuat semua orang menantang
"Apa kau pikir kita sedang main-main apa???" dengus Alexi kesal
"Tidak.
owh ya minum dulu kak, aku juga sudah menyiapkan makanan. kita perlu tetap sehat dan semangat untuk misi kedua"
"Maksudmu????"
"Aku sudah memeriksanya.
tanpa kalian sadari robot ku sudah berhasil menyusup, tapi tempat itu di lengkap sesuatu yang membuat robotku langsung rusak, seperti sebuah frekuensi yang mengacaukan sistem.
beruntung aku menarik mereka semua kembali"
"Sial mengapa kau tak memberitahu ku???"
"Aku hanya ingin mengetes robot ku, sudah lama aku tak mengoperasikannya.
biasanya Belle yang menjalankan,.
tapi aku berhasil menembus pertahanan mereka dengan ini" ucap Davina
"Kau menjijikan" ucap Alexi merinding
"Kak ini robot terbaruku, aku melapisinya dengan kulit yang ku buat seperti aslinya.
ini robot kak. kau Cemen" ucap Alexa malah sengaja mengerjai kakaknya .
robot cicak buatan Alexa terlihat sangat mirip dengan aslinya. bahkan ekor cicak itu juga bisa bergoyang.
yang menyebalkan adalah ekor itu bisa putus jika mereka dalam bahaya. dan ekor yang putus itu bisa menjadi tanda
"Robot aneh sepeti orangnya" gerutu Alexi mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena menghindari adiknya yang sengaja menggodanya
"Sial, aku harus banyak belajar lagi, aku tak mau kalah dari anak centil itu.
aku harus bisa memecahkan kode keamanan itu segera" ucap Alexi dengan tatapan serius
"Kita akan kembali ke tempat itu.
kali ini aku akan ikut"
__ADS_1
"Apaaaaa????"