
"Kakek kok jadi merinding, dia seperti"
"Setan kecil yang licik" potong Alexi yang diangguki kakeknya. kali ini Alexi Carter setuju.
ia melihat cucunya seperti setan kecil yang menggemaskan tapi juga menggeraikan.
Gadis kecil yang sangat menyukai tantangan
tapi mereka saat ini sedang mengepung markas musuh dalam misi penyelamatan, apa cucunya lupa????
"Kalian bukanya tertantang, aku hanya antusias mendapat saingan huh, enggak asik" ucap Alexa memanyunkan bibirnya
"Dan dia ahli merubah mood.
kakek aku sarankan kau harus mempunyai jiwa dan prinsip kuat, Alexa bisa menghipnotis orang" ucap Alexi setengah berbisik yang membuat Carter menatap cucu lelakinya tak percaya..
Alexi mengangguk pelan
"Menyeramkan.
apa kau pernah kena keusilan dia???" tanya Carter lirih.
"Hai para pria, aku mendengar kalau menggunjing ku.
tak usah malu mengatakan aku cakep" ucap Alexa memasang wajah manis membuat Alexi dan Alexi Carter kompak memutar bola matanya mals
"Baiklah rival ku, apa yang bisa kau lakukan sekarang.
beri aku perlawanan terbaikmu" ucap Alexa meregangkan tangan kaki dan tubuh mungilnya, tak terkecuali lehernya seperti orang pemanasan.
"Alexa kita sedang dalam misi penyelamatan, aku harap kau tak lupa anak manis"ucap Alexi Carter berusaha mengingatkan cucunya
"Kakek aku bukan kucing, jadi berhenti memanggilku manis!!!" ucap Alexa cemberut
"Baiklah, gadis cantik kesayangan kakek, jangan lupa dengan tujuan awal kita.
misi ini sangat berbahaya, jangan karena obsesinya kau membut anak buah kita celaka. ingat lah sayang
sebagai seorang pemimpin, memikirkan anak buah di dalam setiap keputusan adalah hal yang wajib di lakukan mulai semua pemimpin"
"kakek tenang saja aku tidak lupa dengan tujuan kita berada di sini.
ingatlah aku mencoba memulihkan muka jalan buat anak buah kita untuk masuk karena ternyata di dalam ada orang yang hebat yang bisa mengembalikan sistem yang sudah kita retas.
please percaya padaku kek"
"Baiklah,.kakek percaya padamu" ucap Alexi Carter memilik percaya pada perkataan cucu nya.
"Terima kasih kakek, kau yang terbaik, saranghae" ucap Alexa menautkan jari nya membentuk love
"aku akan kembali konsen mengatakan orang kita di dalam, kah fokus kembali melumpuhkan sistem mereka sebelum vala bantuan mereka datang.
aku dengar dari Kirman, mereka memiliki markas lain yang lebih besar.
sial, berapa banyak markas mereka????
Sena sungguh sangat berniat menjadi pemimpin dalam dunia hitam"
__ADS_1
"Aku pikir dia sedikit gila, atau lebih tepatnya psikopat*
"Aku lebih suka nenek tua itu di sebuah psikopat keriput" ucap Alexi cekikikan
"Kakek setuju denganmu dear" ucap Alexi Carter, mereka tertawa kompak
"kembali ke misi, fokus" ucap Alexi
"Siap, aku sudah berhasil meretas kembali, tapia sepertinya per lantai
sial orang itu menambahkan keamanan pada perangkatnya"
"Apa artinya kita akan gagal dalam misi penyelamatan ini????"
"gagal Maaf tidak ada dalam kamusku gagal.
kita hanya sedikit melambat tapi tidak akan gagal" ucap Alexa menyeringai lebar
"selesaikan tugasmu dan bersihkan semua sistem keamanan mereka karena anak buah kita sudah memasuki lantai 3"
"berea bos" ucap Alexa.
Sementara di dalam markas musuh.
Semua orang yang terkena sengatan bius sudah di angkat keluar orang anak buah Alexa, mereka tak mau ornag yang yang tak bersalah menjadi korban.
karena berdasarkan perkataan kirman semua pekerja di lantai basement adalah pekerja lepas yang artinya mereka tidak terikat dengan markas tersebut.
hanya orang-orang lama seperti kirman dan teman-temannya yang tahu sebenarnya apa isi muatan mereka.
kelaparan membuat mereka tidak peduli dari mana asal muasal uang yang mereka peroleh.
lantai pertama dan kedua pun hanya beberapa penjaga yang menjadi korban selebihnya mereka terkena sengatan tawon milik Alexa.
sayangnya di lantai 3 robot tawon itu tidak bisa masuk karena sistem keamanan membuat mereka langsung jatuh dan tak bergerak lagi.
Dilantai tiga berhasil di kuasai, namun banyak korban berjatuhan dari pihak musuh.
"Om hati-hati ada sekelompok orang bergerak maju ke arahmu dari sisi kanan dan kirinya"
"Terima kasih Lexi" ucap Rey memberi komando pada anak buahnya untu mencari tempat bersembunyi.
seperti perkataan Alexi, beberapa orang datang,
hujan peluru panas pun terjadi, beberapa penjahat yang tak siap langsung terkena muntahan peluru panas dan tumbang tak bergerak lagi.
Kezya dan Kezia dengan gesit membidik sasaran mereka dan dengan girang mereka menghitung sasaran yang berhasil mereka lumpuhkan
Reymond mengakar dua jarinya
"Serbu" ucap Reymond memberi komando.
sleeebbb
crassssshhhhh
Dor, dorrr, dooorrrrrr
__ADS_1
drttttttttt, drrttttttt
Berbagai senjata langsung menghujani penjahat tersebut dari kanan dan kiri
jerit menyayat kesakitan dan bau darah langsung kental memenuhi ruangan.
seolah sang pencabut nyawa sedang berpesta.
aroma kematian menyeruak menyesakkan dada.
"Datang bala bantuan dari depan, kalian bersiap.
sepertinya mereka membawa senjata otomatis" ucap Alexa memantau dari CCTV yang berhasil ia kembali retas.
sistem keamanan sudah kembali dilumpuhkan oleh Alexa. setelah lantai 4 berhasil dilumpuhkan semua tim langsung menuju ke lantai berikutnya.
sementara berdasarkan informasi yang diterima oleh Ryan ia langsung menuju ke sebuah lab yang letaknya di lantai 5.
Rian pertama Meisya memisahkan diri dari tim.
Alexa membantu mereka melewati corong ventilasi udara menuju lantai 5.
beruntung sistem keamanan di lantai tersebut sudah berhasil dikuasai oleh Alexa sehingga mereka dengan mudah melewati semuanya tanpa kendala.
"kita sudah berada di atas lab tapi kita tidak bisa langsung turun di sini"bisik Meisya memberi komando pada Ryan
"aku akan turun di sini"
"jangan cari mati kau lihat di sana terdapat beberapa penjaga jika kau turun di sini maka nyawa Bella bisa terancam"ucap Meisya menatap tajam ke arah Rian yang terlihat tak sabaran karena melihat Belle dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
gadis itu terlihat berada di sebuah meja operasi dengan kaki dan tangan sudah tak ada lagi.
sementara kelopak matanya terpejam.
walau Billy kini seorang robot namun tetap aja sebagai seorang ayah Ryan merasa sangat marah dan hatinya sakit melihat putrinya dalam kondisi yang mengenaskan.
mesia memberi tanda mereka akan turun di ruangan sebelahnya yang merupakan ruangan laundry.
Bugh heghhh
Mesa melemparkan jarum beracunnya ke arah seorang pria yang terlihat sedang berjaga.
Meisya membuka baut ventilasi dengan perlahan dan turun.
ia mengamati sekitar lalu memberi kode pada Ryan untu turun
rupanya ruangan ini kosong, hanya satu pria yang kini mungkin sudah mati karena jarum beracun Meisya.
kini mereka perlahan menuju ruang lab di sebelah.
sungguh Meisya tak menyangka jika dalam markas musuh terdapat ruangan lab yang super canggih.
baru saja mereka melangkah, sebuah laser menyerang mereka.
crasss
"Aihhsh sial, tempat ini memang tak di jaga manusia, tapi....
__ADS_1