
Alexi kembali kerumah dengan kepala sakit, ia sudah berhasil mengeluarkan Reymond.
entah kebetulan atau tidak, sesuatu terjadi dan bukti kejahatan Reymond lenyap.
Alexi sangat bersyukur, walaupun begitu Reymond masih dalam status tahanan rumah sambil menunggu putusan hakim.
Sementara itu ia di bikin kesal juga oleh Chandra wong, pria tua itu berhasil mendapatkan lima persen saham Reymond
beruntung Reymond sudah melimpahkan sahamnya pada Camilla dan hanya memegang lima persen sisa saham nya.
Kini Chandra kembali berada diatas tampuk pimpinan.
rencana balas dendam gagal.
kakek tua itu seperti belut, sulit sekali di tangkap.
Di tengah pikirnya yang penat, ia mendapat pemberitahuan kloningnya tak berfungsi, itu sama halnya ia cari mati.
sehingga Alexi bergegas pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Namun baru saja melangkah, ia di kejutkan oleh surat cempreng Alexa yang menunggunya
"Lama sekali kau " gerutu Alexa setelah melihat Alexi keluar dari dalam mobil dengan mengendap endap
"Astaghfirullah, Alexa kau mengagetkanku" ucap Alexi terkejut, ia melirik ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan kloningnya.
Alexi takut Alexa melihat dirinya Yang ada dua.
berdasarkan signal sistemnya, kloning dirinya berada di taman tersebut
"Kau mencari sesuatu kak???" tanya Alexa timbul ide usil nya
"Ti... tidak, aku hanya mencari mama, ya mama"
"Owh, tapi kok aku lihat tadi kakak seperti maling, mengendap-endap" ledek Alexa
"kau salah lihat" ucap Alexi memberi kode pada Ryan mencari keberadaan alpha kode yang di berikan Alexi untuk kloningnya.
Ryan cepat tanggap, pria itu langsung pura-pura berjalan sambil merokok.
"Hai om Ryan.
Jangan merokok sembarangan, mama tak suka ada puntung rokok berserakan",
"Tenang nona manis, aku gak suka juga ada sampah berserakan" ucap Ryan
"Terima kasih om tampan" ucap Alexi genit yang di balas kedipan mata Ryan.
__ADS_1
Alexi sampai melongo melihat interaksi antara Alexa dan Ryan, pasalnya pria itu tidak pernah berbicara banyak dan kaku.
bahkan sejak Alexi mengenalnya hingga kini, namun dengan Alexa Ryan bersikap ramah dan cenderung genit.
"Apa mereka sering berbicara??? tapi kapan???
Apa mereka dekat??? tapi adikku masih berusia sepertiku, enggak mungkin kan mereka jatuh cinta????" gumam Alexi menggeleng sendiri sampai memukul kepalanya menghempas pikiran kotor di kepalanya
"Kak, kau sehat?????" tanya Alexa meringis ngeri melihat kakaknya memukul kepalanya sendiri beberapa kali seperti orang aneh
"Tentu saja aku sehat" jawab Alexi cepat
"Tapi itu???" ucap Alexa menunjuk tangan Alexi
"Aku hanya sakit kepala sedikit" sangkal Alexi merutuki kebodohannya.
pasti Alexa menganggapnya aneh atau mungkin saja gila
"Bagus Lah jika kau masih waras kak" ucap Alexa membuat Alexi mendengus kesal
"Jadi kau senang punya kakak sakit????"
"ya nggak gitu juga sih tapi kakak hari ini aneh sekali.
tenang saja kak pasti Om Reymon akan bebas kok tanpa bukti mereka tidak akan bisa menangkap Om lemon dengan tuduhan pembunuhan jadi kakak tidak perlu khawatir"ucap Alexa membuat Alexi menyipitkan matanya mendengar perkataan adiknya itu.
"apa Aku mengatakan jika umur yang sudah bebas padamu tadi????"tanya Alex sih seolah bertanya pada dirinya sendiri
"aku hanya menduga"ucap Alexa polos membuat Alexi bernapas lega.
ia memandang lagi adiknya.
Alexa berbeda dengan dirinya adiknya itu terlihat polos seperti anak kecil pada umumnya jadi tidak mungkin Alexa tahu tentang apa yang terjadi di luar sana
"oh kalau gitu Kakak masuk ke kamar dulu ya"ucap Alexi cepat ingin segera berlalu dari adiknya itu.
ia harus segera mencari keberadaan kloningnya agar tidak terjadi keributan karena menemukan dua sosok yang sama dalam satu rumah.
"Kakak nggak mau tahu kenapa aku menanti Kakak di sini????"tanya Alexa dengan senyum dikulum
"Kakak lelah adik manis kita mainnya nanti saja ya????"ucap Alexi mengelus puncak kepala adiknya yang mengira jika Alexa menantinya karena ingin mengajaknya bermain karena memang seperti itulah kelakuan Alexa jika melihat dirinya.
"Kakak salah sangka aku tidak sedang menunggu kakak untuk mengajak Kakak bermain.
Aku cuma mau tanya ini...."ucap Alexa menyodorkan tangan kanan kloning milik Alexi.
tentu saja Alexi langsung mengenali Alfa 1, kloning miliknya
__ADS_1
"katakan pada Kakak di mana kamu menemukannya?????"
"katakan padaku dulu apa maksudnya ini" ucap Alexa dengan wajah serius.
Alexi bingung untuk menjelaskannya karena ia khawatir Alexi tidak mengerti apa yang sedang dipegangnya.
"oh itu manekin ya manekin yang kakak buat untuk lomba sains yang kakak ingin ikuti"jawab Alexi mencari alasan yang tepat
tawa terkekeh keluar dari mulut Alexa seolah apa yang dikatakan oleh Alexi itu sesuatu yang lucu bagi Alexa.
sementara itu Alexa terlihat bingung melihat adiknya yang tertawa terkekeh
"Apa ada yang lucu ?????" tanya Alexi
"tentu saja apakah kau pikir aku bodoh????
Untung saja aku yang menemukannya.
aku bisa pastikan jika mama yang menemukannya hah mungkin saja saat ini kita sedang menunggu Mama di ruang IGD rumah sakit"
"oh oh.... kalau begitu terima kasih Alexa"ucap Alexi tak tahu apa yang harus ia katakan.
"jelas ini bukan manekin kak kau tidak bisa membohongiku.
ini sebuah robot yang menjadi kloning mu.
bye the way aku yang melumpuhkannya" ucap Alexa santai, sementara Alexi melotot terkejut bukan main dengan perkataan adiknya.
"ba ba bagaimana kau...."
"tahu kalau itu kloningmu????
sialnya aku baru tahu kalau itu kloningmu kalau ku tahu sejak lama sudah ku binasakan kloningmu"ucap Alexa seolah berkata sesuatu yang mudah ia lakukan.
"Kau...
bukan menyesal karena merusak milik kakakmu malah menyesal karena telat tahu, " gerutu Alexi tak senang
"Salah sendiri mengapa kau membohongi kamu selama ini" ucap Alexa bersedekap dada
"Kau...."
"Siapa yang bohongi kamu sayang???" tanya Camill.berjalan mendekat membuat Alexa sontak menarik tangannya kebelakang menyembunyikan tangan kloning milik Alexi.
beruntung hanya tangannya saja yang ia mutilasi bukan seluruh bagian dari kloning itu.
"Ah itu kak alexi yang bohong" ucap Alexa santai.
__ADS_1
Alexi kembali melotot ke arah