Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Kolaborasi mertua dan menantu


__ADS_3

Tak perlu menghubungi, papaku ada di depan pintu" ucap Alexa tertawa kecil


"Bocah, kakek tak suka bercanda"


"Tapi aku tak bercanda, lihat aja sendiri" ucap Alexa tersenyum.


Alexi yang tak percaya segera berjalan menuju pintu dan seseorang terjatuh saat pintu di buka.....


Buruh


"Aduh...." pekik seorang pria terkejut


Alexi yang sama terkejutnya sampai reflek mundur tiga langkah.


begitu melihat siapa yang terjatuh, wajahnya langsung dingin.


sungguh ia tak menyukai pria ini


"Eh...


papa mertua...."ucap Charlie tergagap sambil nyengir kuda, sungguh konyol sekali


"Aku bukan mertuamu, cih"Dengus Alexi Carter tak suka di panggil apa mertua oleh Charlie.


ia belum menerima pria itu menjadi menantunya


"Maaf" ucap Charlie tak enak hati


"Haiya, orangtua ribut di kamar ku


aku sedang sakit.


tidak bisakah kalian akur???" tanya Alexa memandang kakek dan papanya


"Bisa"


"Tidak" teriak keduanya berlawanan membuat Alexa memijit kepalanya sakit.


ternyata tidak mudah menyatukan pikiran dua orang


kakeknya terkenal sangat keras kepala.


papanya pasti akan kesulitan.


"Kakek, apa kau enggak kasihan padaku, cucumu yang sedang cidera???


kalau kakek ga mau kerjasama sama papa payah.


apa aku harus...."


"Tidak, tidak anak manis.


ya , ya kakek mau" ucap Alexi Carter menyela ucapan cucunya, ia tak bermaksud begitu.


hanya saja bekerjasama dengan Charlie???


Alexi Carter merasa tak nyaman.


ia belum mengenal siapa Charlie


"Dengar, aku mau bekerjasama denganmu karena cucuku" Dengus Alexi Carter yang di balas anggukan pelan Charlie.


Charlie tersenyum lebar menatap putrinya, namun Alexa menoleh ke arah lain.

__ADS_1


Alexa tahu jika Charlie ingin berterima kasih karena sudah di bela, namun Alexa tak ingin Charlie besar kepala karenanya.


ia harus bersikap dingin agar papanya itu termotivasi untuk berjuang menjadi papa yang bisa di andalkan.


"hus sana, tinggalkan ruangan ini


aku mau bersama cucuku" ucap Alexi terang-terangan mengusir Charlie seperti mengusir anak ayam yang mampir ke halaman, dengan gerakan tangan mengibas..


Alexa menggeleng pelan.


ternyata menyatukan dua pria dewasa untuk bekerjasama.lebih sulit dari yang ia bayangkan.


mereka lebih mirip anak kecil yang sombong.


"Kakek, kakek juga pulang, aku mau istirahat" ucap Alexa menguap.


beruntung Alexi pulang bersama mama nya, jika tidak bisa di pastikan Charlie akan menghadapinya juga, dua vs satu akan sulit bagi Alexa memisahkan mereka.


Charlie menyunggingkan senyum.


ia tertawa dalam hati karena putrinya mengusir Alexi


"Tapi gadis kecil...." Alexi Carter enggan pergi, ia ingin berlama-lama dengan gadis kecil itu


Alexi ingin membayangkan jika gadis itu adalah Camilla dan menebus sedikit rasa bersalah dalam hatinya, walau kenyataanya ia membohongi dirinya sendiri


"Kakek, aku sudah di temani Kezia kan Kezya, kakek dan papa payah bisa pulang.


besok kalian pikirkan bagaimana memulai kerjasama kalian.


jika aku dengar kalian tak kompak, ku tak mau meminta bantuan kalian!!!!!"


"Tenang saja sayang, papa akan melakukan yang terbaik.


papa bisa bekerjasama dengan siapapun asal ornagtua mengerti bagaimana bekerja sama" ejek Charlie


"Sudah, sudah, kakek dan papa payah.


kalian membuatku kecewa.


Aku...."


"Tidak, tidak kamu kan bekerjasama ya kan Charlie??" ucap kakek dan Charlie saling merangkul dengan wajah kaku


"Ya kamu bisa bekerjasama ya kan pak tua?"


ucap Charlie dengan senyum terpaksa.


"Nah kalau begitu aku bisa istirahat tenang, tapi kalau ini cuma pura-pura saja di depanku, "Alexa sengaja tak meneruskan ancamannya untuk melihat reaksi kakek dan papanya


"Tidak kami tak pura-pura...


benarkan anak mantu?????" tanya Alexi Carter menginjak kaki Charlie.


Charlie yng kesakitan meringis sambil menahan sakit ia mengangguk


"sialan kakek tua ini, main injak kaki orang saja.


dia pikir kakinya gak gede apa? awas saja akan ku balas" gumam Charlie dalam hati


Charlie merangkul dan menepuk kencang bahu Alexi Carter membuat pria tua itu sampai terbatuk


"Benar, ayo kita ala perbuatan mereka pada Alexa" ucap Charlie bersemangat.

__ADS_1


Alexa menutup matanya pusing.


"Aku mengantuk, silahkan kalian pulang" ucap Alexa lelah


"Kakek pulang dulu sayang, cepat sembuh" ucap Lexi Carter mengecup kening Alexa


"Papa pulang dulu sayang"


"Kau bukan papaku" ucapan Alexa sinis


"Hahahaha kapok kau belum di akui, ayo kita pulang bocah malang" ucap Alexi Carter merangkul Charlie meninggalkan ruang perawatan tersebut


"Kau yakin mereka tak akan berkelahi???


apa ini bagus mempersatukan mereka dalam satu misi????"tanya Kezia ragu karena melihat dua pria dewasa berkelakuan seperti anak kecil di epaj matanya


"Aku hanya mencoba, terserah mereka nantinya.


jika mereka bisa menyingkirkan ego mereka dan bekerjasama, mereka mungkin bisa mencapai tujuan bersama.


terlebih papa payahku belum mendapat persetujuan dari mama dan kakakku"ucap Alexa tak yakin


"Apa artinya kau sudah menerima Charlie sebagai papamu??" ledek kezia membuat Alexa melotot


"Mengapa kau tanyakan itu???


tentu saja aku belum bisa menerimanya" bentak alexa membuat kezia tertawa terkekeh.


Alexa tak mau mengakui tapi bahasa tubuhnya berkata lain


"Anak manis, coba menerima dan membuka hatimu.


Charlie tidak seburuk yang kau pikirkan.


lagi pula aku dengar dia yang membawamu kesini.


itu menandakan dia menyayangimu dan menyesal


ah berdasarkan CCTV yang kulihat, bahkan charlie menangis " timpal Kezya


"Apakah benar???", tanya Alexa merasa bahagia.


hatinya menghangat, ternyata Charlie menyayanginya


"Cie seneng kan???


dengar gadis kecil, sekalipun papamu dulu tidak bisa diandalkan.


aku lihat dia sudah berubah dan ingin memperbaiki semuanya. Dia menyayangimu.


dia ingin kembali pada keluarganya, lagi pula setelah ku selidiki, semua bukan murni kesalahannya, dia diperdaya oleh keluarganya sendiri.


tak ada yang lebih menyakitkan dari di sakiti oleh orang yang memiliki pertalian darah dengan kita.


jadi belajar menerimanya ya??"


"Kali ini aku setuju dengan Kezya.


kau sebagai anak perempuan lebih luwes menjembatani kedua orangtuamu" sahut Kezia


Sementra di tempat berbeda


Di sebuah rumah nan megah, nampak seorang wanita tua duduk dengan angkuh di sebuah meja kerjanya.

__ADS_1


tatapannya yang kejam terpancar jelas kontras dengan usianya yang senja, dia adalah Sena Wong.


"


__ADS_2