
Sementra di tempat berbeda
Di sebuah rumah nan megah, nampak seorang wanita tua duduk dengan angkuh di sebuah meja kerjanya.
tatapannya yang kejam terpancar jelas kontras dengan usianya yang senja, dia salah Sena Wong.
kepala keluarga sebenarnya di keluarga wong, sementara Chandra hanyalah seorang menantu di keluarga Wong.
tak banyak yang tahu, hanya orang-orang keluarga Wong yang tahu siapa Sena wong.
sementara di luar sana hanya tahu Chandra lah pemimpin keluarga wong, karena Sena tak pernah tampil ke publik, berperan sebagai istri yang patuh dan fokus mengurus rumah tangga.
"misi beres bos, anak kecil itu kini di rawat di rumah sakit.
kami tak bisa mendekat karena sepertinya di jaga ketat"
"Apa mereka mengosongkan satu koridor??"
"Ah itu....,
tidak mereka hanya mengosongkan enam kamar dari tempat anak kecil itu di rawat" Sena mengangguk ia tersenyum licik
"Kirimkan surat ancaman.
jika mereka tak mencabut laporan maka target berikutnya...."
"Siap kami akan laksanakan" ucap pria berpakaian serba hitam tersebut, wajahnya Tan nampak karena tertutup sebuah topeng khusus, setelah mengangguk, pria itu lngsung pergi melalui jendela , ia membaur dengan lingkungan di gelapnya malam
"Sena Wong, kau sungguh benar melakukanya"
"Apa kau pikir selama ini aku hanya bisa mengancam tanpa bukti??
Chandra walau aku diam selama ini, tapi bukan berati ucapanku hanya isapan jempol belaka" ucap Sena sinis.
Chandra hanya mengelus jantung, dalam hatinya sedikit pahit. Lawannya kali ini bukan hanya Camilla dan pendukungnya, namun juga Sena Wong.
__ADS_1
wanita bertangan besi, kejam dan tak pernah pandang bulu pada setiap lawannya.
Sena wanita licik yang bersembunyi di balik wajah lembut dan tutur katanya yang sopan dan pelan.
namun di balik wajahnya yang lembut, tersimpan wajah iblis dari neraka paling bawah.
Chandra menjenguk minumnya, kali ini ia harus memanfaatkan Sena, membuat lawannya saling membunuh dan akhirnya......
dia bisa menepuk dua lalat sekali jalan.
jika Sena atau Camilla salah satu tumbang, maka saat itu Chandra yang akan membunuh siapapun yang jadi pemenangnya.
bukankah itu strategi yang jitu???
menggunakan tangan orang lain untuk mencapai tujuan.
tak perlu turut tangan, biarkan ia menikmati pertunjukan itu dengan manis.
Di tempat yang berbeda
Seorang wanita terlihat menyedihkan dengan pakaian tahanan, tubuhnya yang tadinya berisi hanya dalam hitungan hari nampak pucat dan kuru, di wajahnya yang masih terlihat cantik, ada lingkaran hitam, tanda ia tak istirahat dengan baik.
"Bos, wanita tua itu sejak datang hanya menangis, lihat kulit dan wajahnya yang mulus, pasti dia orang biasa " ucap seorang narapidana wanita yang sedang memijit seorang wanita bertubuh kekar.
jelas wanita yang sedang di pijitnya bukan wanita sembarangan, terlihat beberapa rekan sesama tahanan menaruh hormat padanya
"Hei wanita tua, kenapa kau di penjara??" tanya tahanan wanita yang memijit bagian kaki wanita bertubuh kekar itu
Sherly hanya melihat sekilas dengan tatapan jijik.
wanita tubuh kekar itu bangkit dengan senyum mengejek, mencengkram rahang Sherly hingga Sherly meringis kesakitan
"Dengar nyonya kaya, disini kau sama seperti kami tak perduli statusmu di luaran sana, disini kau sama seperti kami, pesakitan di hotel prodeo.
aku tahu makna tatapanmu.
__ADS_1
apa Kau pikir kau masih Nyonya kaya yang terhormat setelah kau masuk ke dalam hotel prodeo ini????"tanya wanita bertubuh kekar itu sini lalu tertawa terbahak-bahak diikuti beberapa tahanan wanita lainnya karena dalam sel tahanan itu terdapat 5 sampai 6 orang tahanan yang menempati tempat yang sama
Sherly berusaha melepaskan cengkraman tangan wanita bertubuh kekar itu Namun ternyata kekuatannya kalah jauh dari wanita itu ia hanya bisa meringis kesakitan hingga air matanya keluar dari sudut matanya
"lepaskan aku jauhkan tangan kotor mu dariku"seri masih saja congkak iya malah memperkokoh kasih wanita bertubuh kekar itu membuat wanita itu geram dan melemparnya hingga tubuhnya membentur jeruji besi
Brugggghhh
suara tubuh Sherly menimpa jeru biji besi terdengar kencang selling meringis kesakitan ia sungguh merasa tubuhnya seperti hancur dibuat oleh wanita itu
"sudah dipenjara saja kok masih congkak aku bisa membayangkan bagaimana tingkahmu di luaran sana kau seharusnya merasakan penderitaan orang lain"ucap wanita bertubuh kekar itu penuh kebencian.
karena suara gaduh membuat sipir penjara menghampiri sel tahanan mereka.
tak ada yang bisa dilakukan oleh sipil penjara selain merasa kasihan pada seri pasalnya wanita bertubuh kekar itu memiliki jaringan hampir di seluruh lapas ia bisa menggerakkan seluruh penghuni lapas wanita untuk menentang para sipir penjara hal itu akan membuat gaduh sehingga para sipil penjara tidak pernah mempermasalahkan apa yang wanita itu lakukan selama tidak melanggar hukum
sipir penjara membawa Sherly ke ruang perawatan dan memeriksa luka sereh seri menangis dan berteriak meminta menemui pengacaranya namun sipir penjara memanggil kepala penjara.
Seli yang masih bersikap angkuh Tak pernah menyadari Jika ia kini sudah menjadi orang yang sama seperti para tahanan lainnya tidak mempunyai hak khusus apapun walaupun putusan hakimnya belum ketuk palu tapi di dalam lapas ia sudah menjadi tersangka dan menjalani hukumannya.
"dengar nyonya selama ini Zoya tidak pernah memprovokasi atau terprovokasi oleh tahanan lainnya jika pun itu terjadi sepertinya Anda yang memulai duluan"
"Aku mau keluar dari lapas ini.
tolong panggil pengacaraku untuk melakukan prosedurnya"
"Nyonya Sherly Anda hanyalah seorang tersangka utama dalam kasus Anda sehingga Anda tak mempunyai hak mengatur kami.
jika anda tidak suka dengan ruangan yang ada disiapkan untuk anda maka kami akan memindahkan anda di ruang isolasi yang ....."
"tidak, tidak, aku tak mau.
tolong biarkan aku tak satu sel dengan wanita gorila itu" ucap Sherly penuh harap
"Baiklah, jaga perilaku anda.
__ADS_1
jangan menunjukkan kesombongan anda karena kini status anda sama dengan yang lain, tahanan, orang yang bersalah di mata hukum" ucap kepala sipir penjara lalu berjalan meninggalkan klinik pengobatan lapas.
Akhirnya Sherly di pindahkan di sel yang berbeda, ia hanya meringkuk di sudut ruangan lalu tertidur.