Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Dua Kubu Pengunjung Gelap


__ADS_3

Kini tinggal Sena dan kepala pelayan.


Sena menatap kepala pelayan itu,


"Pergilah, kau bebas sekarang" ucap Sena lirih


"Saya tidak akan pergi" ucap pria paruh baya itu


"Tolong pergilah dan pastikan putraku bisa bertahan hidup. Mungkin saja nyawaku tak akan lama lagi" ucap Sena mencoba tersenyum.


"Tapi...."


"Tolong, hanya kau satu-satunya orang kepercayaan ku. Bawa ini dan lindungi anakku dari jauh.


aku sudah menelantarkan anak malang itu.


aku hanya ingin melakukan apa yang seharusnya kulakukan sejak dulu" ucap Sena menitikkan air mata penyesalan.


"Baik, jaga diri anda nyonya besar, saya mohon maaf tidak bisa melayani anda lagi" ucap pria paruh baya itu menunduk hormat lalu mengikuti rekannya pergi lewat jalan rahasia.


Sena menutup ruang rahasia.


Ia menuju pintu rahasia lainya di ruangan tersebut.


berjalan dengan santai sambil membawa kopi dan sepiring cake.


Sena menyalahkan lampu ruang rahasia itu,


sebuah ruangan super glamor.


di sana tersusun mas batangan menjulang tinggi membentuk Piramida.


Di sebelahnya berjejer benda-benda koleksi langka yang ia beli di lelang gelap dunia bawah tanah.


Selain itu juga terdapat perabotan yang terbuat dari emas, dari sofa sampai tempat tidur semua dari emas


bahkan ruangan itu di lapisi emas .


Sena memandang semua dengan wajah sendu


"Aku sangat membencimu. Aku merasa sangat hina terlahir darimu.


Kau sungguh keji membunuh papaku hanya untuk membungkam mulutnya.


membungkam sebuah fakta yang memang seharusnya aku ketahui.


karena kau ingin hidup sendiri maka hiduplah kau sendiri hingga kau menangis darah Jangan harap aku akan datang menemuimu dan mengakuimu sebagai ibuku.


kau ingin hidup sendiri maka hiduplah kau sendiri hingga kau menangis darah Jangan harap aku akan datang menemuimu dan mengakuimu sebagai ibuku."


Perkataan Simon kembali terngiang


Sena menangis penuh penyesalan.


ia menyalahkan CCTV yang terhubung keluar


Anggota pria tua itu sudah masuk.


Sena tersenyum kecut


ini akhir hidupnya????


Sena tidak pernah menyangka justru akan buru oleh partner kerjanya yang sudah ia kenal selama puluhan tahun.


Sena duduk di sofa berukir terbuat dari emas.


bahkan semua kekayaan yang ia miliki kini tidak ada gunanya.Ia jadi merasa takut jika ia mati siapa yang akan menguburkannya???


Semua orang terdekatnya pergi

__ADS_1


ia bahkan di musuhi kedua keluarga asalnya.


Anaknya juga tak berada di sisinya, salah satunya justru sangat membencinya.


Sena merasa hidupnya sangat menyedihkan.


"Cepat geledah dan periksa


aku yakin nenek peot itu memiliki ruang rahasia" ucap seorang pria lantang memberi perintah.


"Pria tua licik itu, jika aku sampai di temukan oleh mereka, maka mati ku sia-sia.


jika aku harus mati maka akan aku seret serta pria itu ke neraka menemaniku" ucap Sena penuh keyakinan.


ia bangkit dan membawa buku besar kejahatannya.


setelah memeriksanya ternyata hilang satu.


Sena tersenyum sinis.


rupanya Chandra memiliki buku besar itu, dimana aliran masuk keluar uang gelap yang berasal dari pejabat tinggi yng menjadi klien mereka.


Sena juga memeriksa beberapa sertifikat perusahaan gelapnya juga hilang, ia mengepalkan tangannya geram.


Bagaimana kakek tua itu mengetahuinya???


padahal Sena juga rajin mengganti password ruangan itu dan juga di lengkapi dengan keamanan sidik jari dan suara. Sena tak menyangka Chandra ternyata lebih pandai dari yang ia kira


Sena kembali duduk.


ia memejamkan matanya mengusir penat dalam pikirannya


Masih terdengar suara gaduh di sebrang ruangan, tanda para pengunjung gelap itu masih berusaha mencari keberadaanya.


Hingga klik, alarm kecil tanda ruangan akan terbuka terdengar


Wajah Sena pias.


Sena pasrah jika memang ini akhir hidupnya.


"Ternyata kau disini bersembunyi seperti tikus got tua nenek peot" ucap seorang pria paruh baya kepercayaan kakek sialan itu


"Kau payah sekali, tidak cocok menjadi orang kepercayaan Mahardika" ucap Sena menyebut nama kakek tua bos nya.


"Tutup mulutmu nenek sialan.


kau menghabiskan waktuku" ucap pria itu geram


ia mengangguk, dua orang langsung mencekal tangan Sena. Mereka tahu Sena jago beladiri sehingga dua pria bertubuh tegap itu mengunci pergerakannya.


"Kau mendapat salam manis dari tuan Dika.


aku harap kau tidak membencinya nyonya tua" cibir pria itu lalu memberi kode anak buahnya.


dua orang lagi maju, satu mengeluarkan obat.


mereka mencoba memasukkan obat ke mulut Sena.


namun Sena berhasil memuntahkannya lagi.


Tak menyerah, pria itu kini mengeluarkan jarum suntik.


ia menyeringai lebar.


kali ini obat itu akan masuk dengan mudah, hanya saja tidak sedahsyat obat yang di minum.


efeknya lebih menyakitkan dari obat itu


Jika Yaang di minum Sena akan mati dalam hitungan setengah jam, namun yang di suntik tidak.

__ADS_1


ia akan merasakan siksaan yang luar biasa selama dua jam baru meregang nyawa


"Obat apa yang kalian berikan.


sialan kau Dika.


aku akan membawamu ke neraka jahanam!!!!" teriak Sena mulai merasa tubuhnya tak bertenaga.


Beruntung Sena sudah memprediksi cepat atau lambat ia akan ketahuan.


Jadi ia sudah mengamankan bukti terkahir yang akan menolongnya balas dendam pada Mahardika.


tepatnya semua petinggi dan orang penting di tanah air yang berkolaborasi ingin menyingkirkan bukti hidup yang tak lain adalah dirinya .


"Bagaimana????


apa kau menikmati salam dari tuan kami???


Oh ya sebenarnya bukan dari beliau saja, tapi semua orang yang merasa resah dengan keberadaan mu" ucap pria itu tertawa.


benar dugaan Sena.


mereka ingin membunuhnya demi menyelamatkan diri mereka masing-masing


habis manis sepah di buang.


Anak buah Mahardika menggeledah ruangan tersebut, bahkan beberapa anak buah Mahardika menggondol emas batangan Sena, begitu juga pria itu yang silau dengan harta Sena


ia merasa takjub sekaligus rasa tamaknya muncul.


harta membuat orang gelap mata.


mereka tak menyadari pihak berwajib sudah meringsek masuk mengepung mansion itu.


Sena tertawa.


ia tak mau ada anak buah Dika yang menyadari.


"Hahaha, kalian semua seperti tikus yang mencuri makanan, tikus hina yang rakus" ucap Sena mencibir dengan wajah merendahkan


Buggghhh


Argghhh" Sena di tendang dengan sangat keras hingga muntah darah. ia merasa tubuhnya makin sakit.


bahkan pandanganya mulai kabur.


"Diam kau sialan. Sekalipun kami hina kau mau apa???


kau juga berasal dari sampah, biar di poles harta sebanyak apapun kau tetap berbau busuk" maki pria paruh baya itu menghina Sena


"Tahu apa kau????"


"Kau hanya anak pembantu yang di perkosa tuannya hahaha"


Sena tersentak kaget


ia tak menyangka jika ada yang tahu tentang hidupnya.


Pembantu itu adalah adik angkat nyonya muda keluarga wong, namun demi cintanya pada papanya Sena, dia rela mengakui Sena anaknya.


seharusnya hanya kakek buyutnya yang tahu, bagaimana....


"Kau kaget kan???


hahaha dasar lacur


anak seorang lacur maka akan tetap menjadi lacur mengikuti orang tuamu.


kau seperti mengulang kisah kelam orangtuamu!!!!!!!

__ADS_1


"Angkat tangaaan!!!!"


__ADS_2