Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Pria Bodoh


__ADS_3

Lima menit kemudian Chris tiba dengan wajah bingung, ia tak mengatakan apapun


Di dalam mobil suasana terasa canggung


Chris ingin bertanya kemana tujuan mereka namun melihat wajah tak bersahabat Charlie ia urung.


Yang ada nanti ia kena semprot pelampiasan kemarahan Charlie yang biasa pria itu lakukan saat kesal, Chris selalu kena getahnya.


Sejak menaiki mobil, Charlie hanya diam menatap lurus keluar jendela, hanya sesekali terdengar suaranya helaan nafas lelah Charlie.


Sesekali terlihat Charlie memejamkan matanya.


roa yang biasanya tegas, dingin dan berkarisma itu kini terlihat rapih dan sangat lelah.


Pandangan matanya kosong tak bersemangat.


Sesuatu yang besar pasti terjadi di keluarga Wong.


Chris tahu hanya melihat reaksi Charlie.


Karena tak tahu kemana tujuan mereka, entah mengapa Chris malah menuju mansion lama Charlie, ketika tersadar ia buru-buru memutar arah dengan panik.


Chris merutuki kebodohannya.


mengapa ia mengarahkan ke mansion yang sudah kosong selama empat tahun itu???


Apa itu dorongan hati atau...


entahlah.


Jelas Charlie muram karena masalah istrinya yang tak kunjung diketemukan, namun Chris malah membawanya ke kediaman yang memiliki banyak kenangan bagi Charlie.


"Enggak usah berbalik arah, antar aku ke mansion milikku" ucap Charlie lirih


"Ba...baik" jawab Chris tergagap bingung.


Ia melirik charlie, kali ini bos nya itu menatapnya.


Buru-buru Chris menundukkan kepalanya takut.


"Chris, kau sudah mengikuti lebih dari sepuluh tahun.


apa menurutmu aku lelaki yang bodoh???" tanya Charlie masih menatap ke luar jendela


"Sial, apa yang harus gue jawab.


kalau gue jujur mati.


gak jujur juga mati.


Mood bos lagi buruk" gerutu Chris dalam hati.

__ADS_1


Chris melirik Charlie dari kaca spion mobilnya.


ia menelan salivanya dengan sulit. sungguh pertanyaan dengan dua bilah mata pisau.


bak di minta memakan buah simalakama


"Apa kau tak dengar pertanyaan ku Chris???" tanya Charlie menaikan sebelah alisnya


"Anu...


anda hebat"


"Jawaban apa itu???


Aku bertanya apa aku bodoh atau tidak????" ucap Charlie kesal karena jawaban Chris tidak sesuai keinginannya


"Bos, anda ingin menguji saya??


Kalau saya bilang anda bodoh, pasti anda akan menendang saya keluar dengan segera


Tapi kalau saya bilang anda tak bodoh, anda pasti akan marah juga dan mengatakan saya pembohong.


please bos, saya sudah pusing dan jangan kasih saya ujian sulit ini" ucap Chris dengan muka melas.


Tiba-tiba Charlie tertawa, namun tertawa Charlie terdengar menyedihkan membuat bulu kuduk Chris meremang


"Mati gue dia ketawa aneh gitu.


apa bos hilang akal????" gumam Chris melirik Charlie melalu kaca spion mobil.


Kau tahu Chris, hari ini hari terberat dalam hidupku.


Hari ini namanya Charlie, tanpa wong, akhirnya aku memiliki keberanian menanggalkan nama Wong di belakang namaku.


Aku memutuskan hubungan dengan keluarga wong"


"Saya turun berduka bos"


"Tidak, harusnya kau mengucapkan selamat padaku Chris.


Harusnya ini yang kulakukan tujuh tahun lalu.


Aku memang pria naif.


Sekalipun aku tahu istriku di rendahkan keluargaku, aku tak bisa berbuat lebih, aku terlalu bodoh dan percaya bahwa suatu saat keluarga besarku bisa menerima istriku dengan tangan terbuka, terlebih lagi Camilla tak pernah mengeluh padaku walau ia tersakiti.


Bodoh, aku sungguh suami yang sangat bodoh dan buta dengan kenyataan bahwa sekuat apapun aku dan Camilla berusaha meyakinkan mereka, mereka tidak akan pernah bisa menerima Camilla"


"Anda sudah berusaha membuat keluarga anda menerima nyonya muda.." ucap Chris


" Chris jangan menghiburku.

__ADS_1


Istriku saja tak percaya aku bisa melindunginya dan anak kami, dia memilih pergi untuk melindungi dirinya dan anak kami.


Yang paling membuatku sakit adalah kedua orangtuaku sendiri yang ingin menyingkirkan istriku.


Aku memang suami yang lemah dan bodoh.


Siang ini aku menemukan surat yang di tinggalkan Camilla, dia beneran mengandung anakku"Ucap Charlie menghapus air mata.


ia seperti pemuda ABG yang di putuskan kekasihnya, menyedihkan.


"Apa anda pernah sangsi bos???" tanya Chris menaikan sebelah alisnya.


"Sedikit.


kau tahu, bukti yang kakek tua itu beri sungguh sangat....


dan dia pergi dengan..


Ah sial, aku yang bodoh" maki Charlie memakai dirinya sendiri


"Kakek anda bisa melakukan apapun, bahkan sebuah bukti bisa di buat, wajar anda sangsi" ucap Chris yang melihat bukti yang di berikan oleh kakek Wong.


Chris menghela nafas dan menggeleng.


sudah berapa banyak orang yang berurusan dengan kakek wong berujung sengsara, mati atau mendekam di balik jeruji besi dengan fakta yang bisa mereka manipulasi.


"Chris, pindahkan kantor kita ke kantor cabang.


mulai besok aku tak akan muak ke perusahaan wong lagi


Kita fokus pada perusahaan kita"


"Apa anda sudah yakin mau melawan Chandra wong???"


"Harus yakin jika ingin anak dan istriku kembali" ucap Charlie mengingat Camilla yang berjalan bergandengan tangan dengan dua anak kecil yang terlihat berusia sama


"Camilla, aku akan mencarinya dan tak akan kulepaskan lagi" gumam Charlie dalam hati.


Mobil memasuki pelataran mansion milik Charlie.


Charlie segera turun,


"Chris, sore ini aku bertemu dengan wanita yang sangat mirip dengan istriku.


cari tahu dan cari rekaman CCTV di cafe langganan ku atau cctv yang ada di sekitar kafe tersebut.


Kalau ini temukan Camilla segera"


"Baik bos"


Charlie melanjutkan langkahnya masuk ke dalam mansion.

__ADS_1


sementara Chris masih di tempatnya.


Camilla di Indonesia, mengapa ia bodoh sekali Tan mengirim orang memata-matai rumah sakit tempat Hanna Li di rawat??


__ADS_2