
Alexi Carter melongo, ia terkejut gadis kecil itu menggertak seorang petarung dan ahli racun handal.
Alexi Carter melirik ke arah Meisya yang terlihat canggung
"Hehehe bos saya memang sedikit...." Meisya memutar jarinya di kening sambil nyengir kuda
"Jadi.....????" tanya Alexi Carter masih tak percaya perkataan Alexa.
"Jadi???
Ah maksud anda Alexa cucu anda???
walau sulit di jelaskan, dia memang bos saya.
saya sudah bekerja dengannya beberapa tahun silam.
mungkin anda menyangka jika saya bergurau, tapi seperti itulah kenyataanya.
Cucu anda terlahir special pake telor" ucap Meisya cekikikan.
" telor iblis nakal" gumam Meisya dalam Hati.
melihat ekspresi Alexi Carter yang datar, Meisya tersadar dan menutup mulutnya sendiri malu, ia berdehem beberapa kali mencoba mencairkan suasana
"Special pake telor????" tanya Alexi Carter menaikan sebelah alisnya masih tak mengerti
"Percaya atau tidak, cucu anda terlahir super jenius
anda tahu perusahaan roboteck??? yang terkenal itu???" tanya Meisya yang di balas anggukan Alexi Carter yang memang pernah mendengar berita spektakuler tentang perusahaan berbasis teknologi yang mampu menciptakan robot dengan sempurna seperti manusia
"Apa hubungannya kau bertanya itu?" tanya Alexi Carter makin di buat pusing
"Hubungannya adalah, perusahaan itu milik cucu perempuan anda tuan Carter.
itu lah mengapa saya katakan kedua cucu anda special pake telor, hanya saja menurut saya si bungsu lebih jenius dari kakaknya"
"Itu tidak aneh mengingat Elle seorang bisnis women dan ahli waris sah dari Sharon dan Ben" ucap Alexi Carter yang mencari tahu siapa Camilla,
"Anda salah, Alexa mendirikan perusahaan itu sendiri.
dan mereka besar tanpa papa kandung karena satu dan lain hal yang agak sedikit sulit di jelaskan" ucap Meisya
"Karena kau sudah disini, maka katakan semuanya dengan jelas dan gamblang." ucap Alexi makin penasaran.
Ia masih belum percaya seratus persen bahwa ia punya cucu, namun anak buahnya sudah bergerak melakukan test DNA tentu saja di rumah sakit yang di percaya oleh Alexi Carter dan juga atas persetujuan keduanya.
Meisya menghela nafas, terkadang mulutnya membawa bencana.
ia enggan berbicara panjang lebar dengan pria baya di depannya itu, itu seperti ia berbicara dengan mesin, tanpa ekspresi.
Meisya jadi teringat bocah kaku kembaran Alexa, Alexi Li.
Kini Meisya sadar dari mana kesombongan itu berasal.
baik Charlie maupun Alexi Carter sama-sama memiliki karakter kuat, memimpin dan mendominasi.
__ADS_1
membuat lawan maupun kawan segan.
Meisya mulai menceritakan semuanya pada alexi Carter mengenai kelurga bos ny, serta bagaimana ia bisa bekerjasama dengan Alexa.
Alexi Carter terlihat antusias dan ada rasa bangga terlihat di wajah kaku nya.
walau begitu, senyum kecil menghias di sudut bibir pria paruh baya itu
"Sekarang anda sudah mendengar semua bukan???
Anda beruntung bos saya mau melibatkan anda dalam rencananya.
walau seperti apa yang Alexa katakan, ia bisa membalikan keadaan tanpa siapapun, hanya saja ia tak suka terekspos banyak.
Alexa hanya ingin dianggap seperti anak kecil pada umumnya walau Otaknya Luar biasa jenius.
Kini pilihan di tangan anda" ucap Meisya
"Ayo, " ucap Alexi Carter bangkit
"Maksud anda???" tanya Meisya tak mengerti
"Kau Lola sekali, ayo kita bantu cucu dan anakku menyingkirkan Chandra wong.
Aku kakeknya, sudah seharusnya aku membantu cucu ku" ucap Alexi Carter berjalan meninggalkan Meisya.
Meisya melongo, lalu sekejap kemudian dia bangkit dan stengah berlari menyusul Alexi Carter yang sudah berjalan jauh di depannya
"Kakek tua tunggu......" teriak Meisya kesal
"Gadis muda, aku belum terlalu tua di panggil kakek.
lagi pula cucu ku saja baru usia menjelang tujuh tahun" ucap Alexi Carter
"Ya terus ????"
"Aku masih terlihat muda dan mungkin...."
"Tuan Wong, maaf saya sudah punya kekasih" ucap Meisya gelagapan membuat Alexi Carter yang sengaja menggodanya tertawa terbahak-bahak lalu segera masuk ke dalam mobil.
Seolah tahu beberapa orang langsung memasuki mobil yang berada di belakangnya dan satu orang supir dan satu lagi seorang pemuda seusia Ryan ikut masuk dan duduk di kursi depan.
Meisya masih melongo diam di tempat bingung dengan apa yang harus ia lakukan.
Kakek Alexa sungguh orang yang aneh menurut Meisya
"Apa kau mau terus berdiri disana gadis muda???
Cepat masuk, kita akan langsung ke bandara"
"Sekarang??" tanya Mesiya yang hanya di balas dengan anggukan pelan Alexi Carter
"Ah baik tuan Carter" teriak Mesiya tak ingin membuat Alexi Carter kesal.
ia langsung masuk ke dalam mobil, tak lama kemudian mobil mewah itu langsung berjalan menuju bandara di ikuti tiga mobil di belakang mereka.
__ADS_1
Mesiya melirik ke belakang sekilas, rupanya Alexi Carter seperti informasi yang ia peroleh selalu di kawal ketat.
Tapi mengapa ia tak pernah mencari keberadaan Hanna Li dan putri mereka, apa yang sebenarnya terjadi???
Mesiya sangat penasaran ingin tahu, namun ia tak punya keberanian untuk bertanya.
Sampai di bandara mereka langsung menuju pesawat jet pribadi.
"Tidak usah mengikuti ku, aku tak ingin identitasku terbuka" ucap Alexi Carter memerintah anak buahnya
" Tapi Tuan saya tak bisa membiarkan anda...."
" mau ku pecat?????" bentak alexi carter marah
"Saya tak berani" ucap pria yang terlihat kepala bodyguard
"Pergilah" ucap Alexi Carter mengibaskan tangannya mengusir semua bodyguard disisi-Nya.
Meisya merasa kagum.
Pria tua itu apa terlalu percaya atau terlalu percaya diri bahwa dia bisa melindungi dirinya, tepatnya terlalu gegabah
"Tuan carter, biarkan asisten anda mengikuti anda.
mungkin kita bisa memanfaatkanya nanti" ucap Meisya membuat si asisten terkejut, melotot kesal tapi juga merasa perasaan yang sulit ia ungkapkan
apakah ia harus berterima kasih pada Meisya atau....
Alexi Carter terlihat mempertimbangkan apa yang Meisya katakan.
Alexi Carter melirik sekilas ke arah anak buahnya.
ia menggeleng pelan lalu mengangguk
lalu berjalan mendahului semua orang
Mesya tersenyum lalu berjalan masuk ke dalam pesawat mengikuti Alexi Carter
tiba-tiba langkahnya terhenti, ia menoleh dan menggeleng pelan
"Apa kau tak mau ikut, huh dasar tak berguna" gumam Meisya membuat asisten Alexi Carter mendengus kesal.
Ia menyesal memikirkan Mesiya baik padanya, sepertinya ia akan jadi bulan-bulanan wanita itu.
Sementara itu di tempat lain
Alexa terlihat sedang menanti kedatangan kakaknya.
sejak Reymond di nyatakan tersangka, ia tak pernah di rumah dan satu fakta terungkap
Alexi yang berada di rumah bukan Alexi, seperti perkataan Belle bahwa anak kecil itu adalah robot.
Sialnya Alexa tak pernah memperhatikannya karena kloning Alexi selalu menghindari Alexa.
"Lama sekali kau " gerutu Alexa setelah melihat Alexi keluar
__ADS_1