
"Cucu menantuku, kau disini juga!??" tanya Chandra menyeringai lebar
Camilla lngsung bergeser di belakang Reymond
"Aku datang untuk membantumu" ucap Chandra tersenyum
"Apa mau mu??" ucap Reymond sengit
"Psttttt kau tidak sedang dalam situasi tawar menawar, sebaiknya kau diam atau kau mau mendekam di penjara" ucap Charlie lirih diakhir kalimatnya
"Apa yang kau mau?" tanya Camilla sinis
"Cucu menantuku sekarang judes sekali.
aku datang sungguh dengan niat baik.
kau tahu??? hanya dengan satu kata dari ku, kakakmu bukan hanya di deportasi, tapi dia akan mendekam di penjara.
oh ya, dia kakak yang baik" ucap Chandra lalu tertawa kecil membuat Camilla mendelik
"Jangan dengarkan dia Mila, kau jangan lupa dia sangat licik" ucap Reymond lirih
"Hahahaha, aku bisa mendengar mu.
Aku hanya menawarkan apa yang aku bisa, jangan salahkan aku jika...
Ah susah lah .
kau tak akan percaya padaku" ucap Chandra berbalik badan ingin pergi
"Tunggu....!"
"Camilla,.jangan termakan ucapan lelaki tua Bangka itu, ia ingin memanfaatkan situasi.
percayalah aku baik-baik saja" ucap Reymond khawatir
" aku hanya ingin berbicara sebentar
"Tidak, kau tak tahu betapa liciknya pria itu!!!" ucap Reymond berusaha mengingatkan Camilla, namun Camilla tetap bersikukuh ingin berbicara dengan Chandra wong, membuat Reymond menyalahkan dirinya sendiri
kalau saja dia tak bodoh menyepelekan visa nya, mungkin celah itu tak akan bisa dimanfaatkan oleh Candra Wong.
"percayalah kak aku tahu apa yang akan aku lakukan, Aku bukan Camila yang dulu lagi" ucap Camila meyakinkan Reymond
akhirnya Raymond hanya bisa mengangguk pasrah dan mengizinkan adiknya itu berbicara empat mata dengan Candra Wong.
"*sial ini semua karena kebodohanku.
Seharusnya aku lebih teliti dan mendengar Apa perkataan Alexi.
Kini aku hanya bisa berharap Camila tidak termakan ucapan kakek tua sialan itu"gumam Raymond dalam hati
sementara di tempat yang berbeda*
Alexi yang mendapat kabar jika Raymond ditahan di dirjen imigrasi dan terancam dideportasi paksa langsung bertindak.
iya mengirim anak buahnya untuk membereskan situasi di sana.
__ADS_1
karena tak mungkin ia sendiri yang muncul di sana.
berbeda dengan Alexi, Alexa bersama Kezia langsung menuju TKP di mana Raymond dan mamanya ditahan.
Alexa tak mau keadaan itu dimanfaatkan oleh Chandra Wong.
berdasarkan informasi anak buahnya candrawang berada di tempat yang sama di mana Raymond ditahan.
"bos....."siapa seorang anak buah Alexa yang mengikuti Chandra Wong
"bagaimana situasi di dalam sana?????" tanya Alexa to the point
"seperti dugaan Anda bos, kakek tua itu langsung melancarkan aksinya."lapor anak buah Alexa
"Aku yakin tidak sesederhana yang terlihat, cari tahu apa yang kakak tua itu miliki.
jangan sampai kartu yang ia miliki membuat langkah kita mati"ucap Alexa tegas
"baik bos akan saya laksanakan segera"ucap anak buah Alexa lalu bergegas pergi diikuti oleh beberapa anak buah Alexa yang lainnya.
sementara Kezia sedang sibuk menghubungi seseorang
"bos gawat, anak buah kita yang berada di negara i mengatakan bahwa ada beberapa orang yang menggali informasi hilangnya beberapa anak buah Candra Wong.
mereka menemukan keterkaitan Raymond dalam hal ini" lapor Kezia pada
"****,
aku sudah menduga hal ini.
harusnya kita mengamankan TKP di mana Om Raymond menghabisi beberapa anak buah Candra Wong.
aku hanya terlalu fokus untuk melindungi mamaku dari dalam"grutu Alexa menyesali dirinya yang tidak bersikap tegas kala itu
"Jangan menyalahkan dirimu bos.
yang terpenting sekarang bagaimana kita bisa mematahkan rencana kakek biadab itu"
"kau benar.
mari kita lakukan sesuatu"ucap Alexa lalu ia mulai membuka peranti lunaknya dan jari jemarinya mulai menari di atas keyboard.
Tak lama kemudian senyum licik tersungging di bibirnya yang mungil
"Apa yang harus kita lakukan bos????"tanya Kezia pada Alexa
"dugaanku kakek tua itu akan melakukan transaksi tawar-menawar dengan mamaku.
dan objeknya adalah bukti keterlibatan Raymond dalam pembunuhan anak buahnya.
aku yakin bukti itu akan ditukar dengan sejumlah saham yang kini sedang berada di tangan Om Raymond dan mamaku.
biarkan kakek tua itu merasa berada di atas angin dan berpikir dia bisa membalikkan keadaan.
tapi aku punya sesuatu yang bisa kembali mengendalikan keadaan kita seperti"
"maksudnya???"tanya Kezia bingung dengan maksud perkataan Alexa
__ADS_1
"kau hanya perlu mengirim anak buahmu untuk membereskan bukti yang ditinggalkan oleh om Raymond.
dan serahkan sisanya padaku.
oh ya biarkan rencana kakek tua itu berjalan sesuai apa yang dia mau.
Aku ingin melihat dia mulai merasa bisa terbang lalu terhempas ke bumi dan tidak pernah bisa terbang kembali.
itu lebih mengasyikkan dibanding kita langsung membuatnya tak bisa terbang.
merasa menang lalu ternyata kalah telak itu lebih menyenangkan dan merupakan kemenangan terbesar untuk kita"ucap Alexa dengan senyum licik seolah anak kecil yang berada di depan Kezia bukanlah anak kecil namun seorang gadis muda yang memiliki rencana sangat licik dan menyeramkan.
Kezia bergidik ngeri Untung saja iya bukan lawan Alexa.
Jika saja ia berada di posisi sebagai lawan sudah dipastikan Kezia akan kalah telak oleh anak yang belum berusia genap 7 tahun itu.
entah apa yang ada di otak Alexi sehingga Ia memiliki pemikiran yang berpuluh tahun lebih tua dari usianya.
"mengapa kau bengong????"tanya Alexa menaikkan sebelah
"enggak bos, bukan bengong hanya takjub dengan rencana bos yang begitu matang" ucap Kezia tergagap
"hahaha, aku yakin pasti di dalam hatimu berkata aku adalah iblis kecil yang menyeramkan.
tapi kau tenang saja aku tidak akan berbuat jahat pada orang yang berbuat baik padaku.
aku hanya membalas orang-orang yang sudah bersikap jahat dan berbuat Tak adil pada orang-orang yang aku sayangi.
termasuk padamu.
jika ada orang yang berbuat jahat padamu Aku tidak akan melepaskannya begitu saja.
karena kau adalah salah satu bagian dari keluargaku"ucap Alexa membuat hati Kezia menghangat.
iya bahagia karena merasa dihargai dan diperlakukan seperti keluarga oleh Alexa.
"Terima kasih gadis kecil"ucap Kezia memeluk Alexa
"uhhhffyyyyyyttttttt.....
aku tahu kau berterima kasih tapi tidak juga membekapku seperti itu.
Apa kau ingin membunuhku???"grutu Alexa langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya karena pelukan Kezia membuatnya sesak nafas
"hahaha maaf bos,
namanya juga exciting.
by the way thank you so much bos
gue sayang banget sama loe......" kali ini Kezia mencium pipi gembil Alexa membuat gadis kecil itu beringsut ngeri
"dasar tante-tante aneh.
gue bukan anak keciiiiiiiilllllll" teriak Alexa yang memprotes kelakuan Kezia.
namun alih-alih menjauh Kezia malah mendekat dan menggoda Alexi membuat gadis kecil itu berteriak seperti layaknya anak kecil yang digoda.
__ADS_1