
"Gue kira Meisya aja yang agak-agak, enggak tahunya...???"
"Apa maksud loe agak-agak???
gue beri loe" Dengus Meisya kesal
"Tahu nih, mau kita perkosa apa??" tanya kezya membuat Meisya melotot
"Jangan gila deh loe.
Ryan jadi ngira gue kaya loe kan kurang sekilo"
protes Meisya
"Maaf ya Jeung, sebelum loe kenal ma gue
loe dua speleng kales, m" bantah Kezya tak terima
"Ah dasar kalian.
ayo Ryan kita cari cara buat masuk ke lab
biarkan dia betina ini bertengkar untuk merebutkan sang jantan" ucap Kezia yang baru sampai
"Loe disini juga, om Rey sama siapa???"
"Ada dia langsung menuju lantai enam"
Kezia langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil, tak lama keluarlah robot tawon yang sengaja Kezia bawa
"Robot tawon masuk melalui plafon lab dan kini sudah menyengat sisa ornag di sana.
kini Kezia kembali membuka tas kecilnya, sebuah alat berbetuk seperti kalkulator besar
tak lama senyumnya merekah
"Sudah aman, ayo" ucapnya berjalan lebih dulu
ia melihat di lab hanya ada tiga orang semua sudah berhasil di lumpuhkan.
kezya dan Kezia berjaga di depan jikalau ada musuh yang menyerang
Ryan memasuki ruangan. lab.
hatinya berdebar kencang, ia berlari ke arah meja operasi ab melihat putrinya kini hanya tinggal separuh badan.
padahal saat mereka tadi mengintip bagian bawah Belle masih ada
Ryan menangis sambil memeluk tubuh Belle.
mata Belle sebelah pun sudah tak ada
"Belle, ini papa nak.
bangunlah sayang."
"Pa...pa......" ucap Belle kini dengan suara robot
suara asli Belle sudah hilang.
sepenuhnya Belle seperti robot rongsokan yang mengenaskan
"Kita segera bawa Belle.
__ADS_1
aku yakin Alexa bisa memperbaiki Belle
"Nak bertahanlah, papa akan bawa kamu sekarang" ucap Ryan menggendong Belle
"Gendong belakang, itu memudahkan mobilitas mu.
gunakan ini" ucap Meisya yang memang sudah mempersiapkannya di dalam tas mini nya
Meisya membantu Ryan mengikat Belle di punggungnya.
"Apa lantai ini sudah aman??"
"Aman, kami sudah menyisir daerah ini.
Meisya bantu Ryan sampai lantai tiga.
aku hanya khawatir terjadi sesuatu pada merek"
"Baik"
"Aku bisa sendiri, kau ikut duo K saja" tolak Ryan
"Aku ikut kau sampai lantai tiga.
setelah itu aku akan kembali lagi.
Tak ada penolakan" ucap Meisya kekeh
Kezia langsung mengamankan semua yang di nilai berharga dalam lab tersebut
karena sisanya mereka akan menyerahkan ada pihak berwajib.
Kezia menatap pria yang tergeletak di lantai.
"Sial, dia...."
"Dia dosen ku yang menghilang.
aku dengar dia melakukan penelitian yang melanggar hukum, aku tak mengira melihatnya di negara ini" ucap Kezia menggeleng pela
"Orang jahat gaul nya jauh sis" ucap kezya membuat Kezia tersenyum kecut
"Kau benar sis.
cepat amankan apa yang ingin kau ambil, jangan meninggalkan jejak disini. aku ingin menyusul om Rey di lantai enam" ucap kezya langsung pergi sebelum adiknya menjawab.
Sementara di lantai enam, kali ini penjagaan ketat.
walau sistem keamanan sudah di lumpuhkan total, tetap saja mereka harus menghadapi pasukan kuat yang di lengkapi senjata api serta beberapa robot yang di lengkapi senapan.
Kezya mengambil posisi diatas.
ia perlu membidik sasarannya tanpa terhalang para anggota nya.
Kezya sangat beruntung anak buahnya ada yang membawakannya amunisi serta bilang panah modifikasi biayanya.
panah itu akan meledak saat tertancap di targetnya.
tentu saja itu untuk robot bukan manusia.
Kezya tidak sampai hari jika melihat korbannya dengan tubuh cerai berai.
Sreeeeettt
__ADS_1
sreeeeettt
Bommmm
Bommmm
Bommmmm
beberapa robot menjadi target kezya dan langsung meledak.
Ia mengeluarkan bilah panah lainnya.
lalu menembakkannya
"Baiklah, kita coba yang terbaru.
Baby come on tunjukkan kebisaan mu" ucap kezya mencium panahnya.
"Sreeeettttt
sreeettttttt
srettttttt
Tiga robot tersetrum
kali ini panah yang langsung mengeluarkan kejutan listrik.
tak hanya robot, kezya juga menargetkan Ara penjahat.
ia lebih seperti pelindung. membunuh target yang membahayakan anggotanya
"Zya kau keren" teriak Reymond melihat aksi kezya
"Huhu makasih om ganteng.
jangan lupa traktir makan malam ya kalau kita sukses" goda kezya mengedipkan sebelah matanya
"Apapun yang kau mau darling" balas Reymond membuat Carl memutar bola mata malas
"Carl sepertinya cemburu" teriak Rey menggoda pria yang merupakan asisten pribadi Alexi Carter
"Tutup mulutmu Rey"
"Tenang Carl, aku kuat meladeni kalian berdua" ucap Kezya membuat Carl melotot tak percaya ada wanita yang bisa berkata sesuatu yang menurutnya nyeleneh dengan enteng
"Dasar wanita aneh"gumam Carl memilih fokus pada pertempuran di depannya
Cleeebbbbb
"Ar4ggghhh" seorang penjahat hampir membunuh Carl, beruntung Kezya melihatnya dan menembakkan panah ke arah pria tersebut
"Baby kau berhutang padaku juga* ledek KezyA
"Makasih* ucap Carl canggih.
Mereka terus mendesak musuh, satu persatu tumbang.
musuh memilih mundur.
lantai enam berhasil di lumpuhkan.
Rey terus memimpin pasukannya maju, hingga kini mereka sudah berada di lantai paling inggi di gedung tua itu, lantai sepuluh,
__ADS_1
Simon terlihat sangat emosi, ia sudah tak bisa mempertahankan lagi markas tersebut, mendengar Sena sudah keluar dengan selamat, ia lega.
namun entah apa yang dipikirkan, Simon memilih tetap di ruangan tersebut, tak berusaha menyelamatkan diri.