
Seorang gadis kecil sedang duduk memakan ice creamya di temani seorang wanita dewasa yang terlihat siaga,
Didepan mereka terlihat seorang pria yang berusia tiga puluh tujuh tahun sedang menatap gadis kecil didepannya dengan pandangan yang sulit di katakan.
"Berhentilah menatapku seperti itu, kau seperti kucing peliharaan ku yang habis mencuri ikan dan mengaku bersalah.
Dengar tuan, aku mau menemui mu hanya karena kau mengatakan akan membantu menggulingkan keluarga Wong, aku penasaran, apa yang kau pikirkan.
Ah apa kau sedang sedikit....
hingga kau ingin menghancurkan keluargamu sendiri tuan ??"
"Alexa bisakah kau tak begitu formal padaku???" tanya pria itu lirih. Ia merasa sakit gadis kecil di depannya menganggapnya seperti orang asing.
"Tidak, nyatanya Anda baru saya kenal, apa saya punya kewajiban bersikap informal pada anda??" ucap gadis kecil itu ketus.
sementara wanita di sampingnya seolah tak perduli dengan percakapan kedua orang beda generasi didepannya.
ia hanya fokus memakan es cream sambil sesekali matanya mengedarkan pandangan ke seluruh kedai ice cream tersebut.
Penuh dengan kewaspadaan
"Alexa....." desah pria itu lirih
"Berhenti memanggil namaku tuan,kita tak seakrab itu.
jika pertemuan ini kau berharap aku mau bermanja-manja denganmu kau salah besar.
Aku bersikap manis sebelumnya karena aku ingin mengambil sampe DNA pada diri mu.
aku sudah bisa menduga kau papa biologis ku sejak pertama bertemu karena kalian sama-sama menjengkelkan. ya wajahmu itu sangat mirip dengan kakak kembar ku, alexi
Bedanya kakakku lebih pemberani dari kau.
Dia terkadang berperan sebagai kakak sekaligus ayah, melindungi aku dan mama, dia tua sebelum berkembang..
ya walau kami lebih sering bertengkar mulut, tapi aku tahu kak Alexi menyayangiku" ucap Alexa tersenyum sendiri, betapa rusuhnya mereka jika bertemu selalu adu mulut, tapi mereka saling menyayangi.
"Aku... aku sudah pernah bertemu" ucap Charlie ragu
"Aku bisa memprediksi reaksi kak Alexi hahaha
masih untung kau kembali dengan utuh.
itu artinya kakak ku masih menganggap kau papa biologis kami. ia pasti mengusir mu dengan wajah angkuhnya ya kan????
apa Kau tahu??? dia sangat membencimu.
tepatnya kami, aku dan Lexi.
kami tak suka melihat mama yang menangis di pojokan ranjang kamarnya saat membuka dompet dimana ada foto jelek mu" cibir alexa
"Apa mamamu selalu melakukan itu???"tanya Charlie dengan suara bergetar,
beribu perasaan berkecamuk dalam hati Charlie.
ia tak menyangka jika Camilla begitu sangat tersiksa hingga ia menangis setiap kali melihat foto Charlie.
sakit....
__ADS_1
itulah yang Charlie rasakan.
sakit melihat penderitaan wanita yang paling ia cintai.
jika Camilla meminta nyawanya pun Charlie rela untuk menebus segala kesalahannya.
"Kau pikir????,apa kau tak pernah merasa sudah menyakiti mamaku sedemikian dalam????
ah sudah lah tak penting" ucap Alexa melirik kearah Charlie yang nampak tertegun.
ia ingin melihat reaksi papanya itu setelah Alexa dengan sengaja mengatakan rahasia mamanya.
Alexa bisa melihat jika Charlie terlihat sangat merasa bersalah dan mendengar itu matanya berkaca-kaca.
apa sebenarnya papanya itu masih mencintai mamanya.
atau memang cinta mereka selalu sama walau terpisah bertahun-tahun.
Alexa penasaran ingin tahu
"ckckck bagaimana mamaku bisa mencintai pria payah sepertimu" cibir Alexa membuat Charlie merasa tertampar.
kalimat sederhana yang menohok langsung ke jantung.
pelan tapi sadis
namun apa yang Alexa katakan benar.
ia memang pria payah dan bodoh.
Sementara wanita yang menemani Alexa tak lain adalah Meisya, ia itu hanya melirik sekilas dan kembali mengabaikan kedua orang di sampingnya.
aku ingin memperbaiki semua nak.
beri papa satu kesempatan untuk membuktikan apa kalian bahwa aku menyesal dan ingin memperbaiki semuanya."ucap Charlie
"Aku tak ingat punya papa sepertimu tuan Charlie" ucap Alexa sinis
"Bencilah aku, benci dan maki lah aku sesukamu nak.
tapi dalam darahmu mengalir darahku, suka atau tidak.
Kedatanganku, memintamu untuk bertemu murni karena ingin menebus kesalahanku padamu pada kakakmu terutama pada mamamu.
sekalipun kalian membenci dan berlari dariku, aku akan mengejar kalian kemanapun.
aku tak ingin kehilangan kalian lagi.
Ini....
aku tak pernah menceraikan mamamu, kau bisa memeriksanya di catatan sipil.
aku memalsukan dokumen demi melindungi mamamu.
aku juga mencari kalian ke seluruh dunia, hanya saja Reymond memblokir informasi keberadaan kalian dan membunuh beberapa orangku, bukankah kau sudah tahu itu?" tanya Charlie berusaha meyakinkan Alexa.
tanpa Charlie tunjukkan, Alexa sudah tahu
ia sudah mencari tahu tentang Charlie lebih dalam.
__ADS_1
itulah salah satu alasan Alexa mau menemui Charlie dan mau membantu Charlie menebus kesalahannya.
sejak tadi ia hanya menguji dan Alexa bisa melihat kesungguhan papanya.
Alexa hanya berharap Charlie bisa berubah menjadi papa yang bisa diandalkan.
"Apa yang kau inginkan dariku??
Aku hanya anak kecil yang tak tahu apa-apa"tanya Alexa dingin.
sebenarnya ia sangat senang bertemu dengan papa kandungnya, hanya saja Alexa berusaha menutupi dengan sikap dingin dan ketus.
ia ingin memberi pelajaran bagi Charlie agar papanya itu merasakan sakitnya kehilangan dan perihnya mendapatkan keluarganya kembali agar di kemudian hari Charlie lebih bisa bersikap tegas dan melindungi keluarganya.
"Tidak, kau bukan anak kecil biasa
papa tahu kau bisa melakukan apapun, kau tahu segalanya.
bahkan kau lebih jenius dari kakak kembar mu.
nak tolong papamu yang bodoh ini memperbaiki semua kesalahan papa"ucap Charlie memohon
"Huh permasalahan orangtua aku juga tak bisa membantu banyak.
dengar,....
aku membantumu bukan karena menerimamu dan sudah memaafkan mu, dengar itu papa payah.
aku membantumu karena kau sangat payah dan aku kasihan, kau sungguh lemah, mengecewakan.
Lekas berikan buktinya.
tapi jangan menangis saat papa dan mama serta kakek mu beneran aku masukan ke hotel prodeo
dan satu lagi
jangan berharap aku memihak mu dan membantu kau dekat dengan mamaku.
semua tergantung bagaimana keras dan kuatnya telat dan usaha mu, tunjukan sendiri bahwa kau layak untuk kami,Jika tidak, aku sendiri yang akan menghapus keberadaan mu" ucap Alexa dengan wajah serius.
Padahal Alexa sudah memiliki semua bukti kejahatan Sherly dan Ferdinand, namun ia pura-pura tak punya.
lagi pula Charlie mungkin tak tahu jika papa dan mamanya di tangkap pagi ini.
"Aku mengerti sayang"ucap Charlie tersenyum lega
Setidaknya putrinya mau bekerjasama dengannya, ini awal permulaan pendekatan Charlie untuk mengambil hati keluarganya
"Huh, aku kenyang, selamat tinggal" ucap Alexa meloncat turun dan berjalan keluar pintu kedai ice cream
"Jika anda main-main, aku orang pertama yang akan mencari anda dan membunuh anda.
Nona kecil memberi Anda kesempatan karena ia sangat merindukan sosok ayah.
tapi jika anda berkhianat..." Meisya meletakkan jari telunjuknya di leher membentuk garis mendatar.
tiba-tiba suara keras terdengar
BRUUUUGHHHHHHHHH
__ADS_1