Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Belle Kembali


__ADS_3

" tolooong, tolong siapapun"Teriak Kezia dengan air mata tergenang.


sementara itu Reymond yang mulai kesal berjalan menuju balkon yang letaknya di sebelah lift.


ia menghisap rokoknya dan menghempaskan nya pelan.


tiba-tiba alisnya berkerut, ia seolah mendengar seseorang meminta tolong.


Reymond mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri mencari sumber suara yang ia dengar.


iya lalu berjalan menuju pintu lift yang tertutup dan menempelkan telinganya.


alisnya alisnya berkerut melihat angka di lift yang masih menunjukkan lantai 2.


bergegas Raymond menghampiri semua orang


"ada yang terperangkap di dalam lift"


"itu kezya"teriak Meisya panik


"Alexi Apa yang harus kita lakukan coba kau periksa Dan perbaiki"ucap Alexi Carter pada cucunya.


ia melihat tingkah cucunya yang tak biasa lalu menatap tajam ke arah Alexi


"Baik kek" ucap Alexi serba salah.


saat semua orang menuju depan lift Alexi Carter menghampiri cucu nya


"apa ini perbuatanmu????"


"tenang kek aku sedang merencanakan sesuatu yang indah. tante Kezya aman di dalam sana"


"kakek tidak suka kau melakukan sesuatu yang usil dengan mempertaruhkan nyawa seseorang"ucap Alexi Carter tak suka


"om Rey,, om baik ke atas lalu buka dari atas, aku akan membantu memulihkan sistem lift tersebut" ucap Alexi pada Reymond


"mengapa harus aku???" tanya Reymond tak suka


Alexi melirik pada Alexi Carter memberi kode


"Biar aku saja"ucap Charlie hampir saja menggagalkan rencana Alexi Jika saja mertuanya itu tidak mencoleknya. walau bingung cari mengerti jika saat ini ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh anaknya dan juga mertuanya itu.


"ah aku lupa, kakiku sedang kram"ucap Charlie membeli alasan konyol membuat semua orang menghela napas

__ADS_1


"cepat Rey selamatkan dia, Apa kau mau aku atau cucuku yang jalan ke sana???" tanya Alexi Carter mengompori.


dengan malas reymond lalu naik dan mulai menuruni lift dari atas melalui tali. ia mendarat di atas lift yang berhenti tepat di lantai 2.


Rey membuka atas lift dan melalui senter yang ia bawa, terlihat Kezya sedang menekuk lututnya menangis


"Kezya, tenang aku akan menolong mu" ucap Reymond lalu dengan perlahan turun.


kezya langsung memeluknya, Reymond terkejut bukan main, ia tak pernah seintim ini dengan kezya.


namun melihat tubuh Kezya yang bergetar ketakutan, ia membuatkan saja.


"Tenang ya, Alexi sedang membantu kita mengeluarkan kita dari sini, apa kau terluka??" tanya Reymond lembut membuat kezya menoleh ke arah Reymond lalu menggeleng pelan


ini kali pertama ia mendengar pria itu bisa berbicara lembut


"aku takut Rey" ucap kezya menenggelamkan wajahnya di dada Reymond


jantung Reymond berdetak kencang.


"Sial, wanita ini terlalu menempel padaku, aku...


mengapa jantungku deg degan begini???" tanya Reymond dalam hati


"Mengapa pria ini membuatku nyaman??? aku tak menyangka jika Reymond memiliki dada yang nyaman seperti ini dan perutnya...


Lampu lalu menyalah, kezya lalu melepaskan pelukNya dengan wajah merona merah karena malu


"Ma....maaf" ucap nya


"Tidak masalah,"


"Rey mengapa pintu lift belum juga terbuk????" tanya kezya memegang tangan Reymond


"Maaf aku gugup" katanya menarik kembali tangannya


"Tak apa, pegangan lah jika memegang ku tidak membuatku gugup" ucap Reymond


namun tiba-tiba Kezya merasa tubuhnya lemah, Reymond langsung memapahnya dan pintu lift terbuka.


tanpa menunggu lama, Reymond langsung membopong kezya dan membawanya ke ruang kesehatan yang ada dalam mansion tersebut


"Bocah nakal, jika kezya kenapa-kenapa kakek akan menghukum mu!!!" ucap Alexi Carter menuju ruang kesehatan

__ADS_1


"Ah anak ini....


papa enggak setuju sama keusilan mu nak, lihat Tante kezya sampai pingsan" ucap Charlie Menggeleng pelan lalu mengikuti Alexi Carter


Memang kejam, tapi tunggu efeknya nanti.


kalian akan berterima kasih padaku!!!!!" ucap Alexi menyeringai.


"Pada kemana semua orang???"


"Ruang kesehatan, Tante kezya pingsan" ucap Alexi santai


"Jangan katakan ini ulahmu, kau menyebalkan kak" ucap Alexa langsung menuju ruang kesehatan


setelah satu jam kondisi Kezya sudah membaik, ia sudah tak gemetaran.


"Nak apa yang ingin kau sampaikan pada kami??" tanya Charlie


"Astaga aku jadi lupa, sebentar" ucap Alexa lalu tak lama kembali dengan seseorang di tutupi kain.


Ryan menahan nafas, ia menduga jika itu adalah Belle.


Meisya Menggenggam tangan Ryan yang terlihat gugup.


"Perkenalkan, Bellina" ucap Alexa membuka tutup kepala dan terlihat seorang gadis cantik di depan mereka


"Belle..." ucap Ryan tercekat


"Papa......." Belle langsung memeluk Ryan, keduanya berpelukan erat


"Belle memakai wajah aslinya, sebelumnya merupakan projek Alice namun ingatan Belle, kini semuanya adalah Belle" ucap Alex tersenyum senang


"Belle, ya Tuhan, kamu senang kah kembali gadis cerewet"


"Meisya..." ucap Belle memeluk Meisya yang menangis bahagia, Kezia dan Kezya juga gantian memeluk Belle.


semuanya senang, akhirnya Belle kembali.


"Kita rasakan. kembalinya Belle...." teriak Kezia yang mendapat sorakan setuju semua orang


akhirnya mereka semua langsung menuju sebuah restoran, Charlie yang mengatur semuanya.


ia memeluk putri kecilnya DNA menciumnya

__ADS_1


"Papa bangga kau sangat hebat sayang" ucap Charlie


"Kakek juga bangga padamu sayang" ucap Alexi Carter gantian memeluk Alexa


__ADS_2