Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Reymond


__ADS_3

"Tak usah bertele-tele katakan apa mau mu" ucap Camilla to the point.


ia muak dengan senyum dan keramahtamahan palsu yang di tunjukkan oleh Chandra wong,.


rasanya Camilla ingin muntah melihatnya.


ia tahu pria di depannya ini sedang berpura-pura baik, namun di balik wajah itu ada hati yang busuk dan kejam.


bahkan seakan bau busuknya bisa tercium oleh siapa saja.


"cucu menantuku,.kau tak pernah berubah" ucap Chandra tertawa kecil


"Tuan Wong, setahuku kita tidak pernah sedekat itu, jadi berhenti memanggilku cucu menantu karena aku dan Charlie sudah lama bercerai.


lagi pula Charlie bukan cucu kandungmu" ucap Camilla sinis


"Apa yang kau tahu??" Chandra terlihat sedikit terkejut.


padahal di hatinya sangat terkejut.


bagaimana Camilla tahu sesuatu yang hanya di ketahui Ferdinan dan beberapa orang, apa camilla.mencri tahu siapa sebenarnya Chandra wong????


"Sudahlah, itu tak penting juga.


Aku hanya ingin kau mengatakan apa yang kau mau tuan Wong.


Aku tak suka menghabiskan waktu untuk yang tak penting"


"Apa kau tahu jika Charlie selama ini mencari mu???


Sejak kau kabur Dari rumah hingga detik ini" ucap Chandra dengan tatapan menyelidik.


Camilla terdiam.


Dalam hatinya bahagia, ternyata prasangkanya selama ini salah. Namun Camila menyembunyikan perasaannya karena tak ingin candra wong melihatnya dan pada akhirnya akan memanfaatkan perasaan Camila


"Tuan wong, saya pikir anda lupa jika saya dan Charlie sudah bercerai, dan dia sudah punya tunangan, jadi please jangan menghabiskan waktu membahas tentang saya dan Charlie, karena diantara kami sudah tidak ada hubungan apapun"


"Tapi kau pergi membawa anak-anak Charlie,"


"Tuan Chandra wong.


jika anda masih ngalir ngidul saya akan pergi, permisi...." Camilla sudah muak berbicara dengan pria licik ini, ia hendak bangkit dan Chandra menahannya.


"Baiklah, sepertinya aku salah.


Aku ingin bertanya padamu, apa kau mengenal dengan baik kakak angkat mu???"


"Kau menghabiskan waktu berhargaku" ucap Camilla dengan suara naik satu oktaf menandakan ia tersulut emosi


"Kau kan menyesal jika pergi sekarang.


Seperti perkataanmu, kau tak mengenal dengan baik siapa kakak angkat mu itu"


Camilla langsung melangkah pergi, namun Chandra menghalangi jalannya


"Menyingkir, atau aku panggil petugas keamanan, aku bukan Camilla yang bis anda tindas seperti dulu" ucap Camilla tegas


"Perkataan ku berkaitan dengan apa yang akan ku berikan padamu.


Seperti perkataan ku di awal Charlie mencari mu dan mengirim beberapa anak buah ku.


dia setuju menikah karena dengan syarat aku membantunya mencari mu.

__ADS_1


Dan beberapa anak buahku menghilang tanpa kabar"


"Tuan Wong, sekali lagi anda meracau, saya akan laporkan anda menggangu saya" teriak Camilla habis kesabaran


"Hahaha, bukalah, aku mau lihat apa ku masih bisa berteriak padaku" ucap Chandra wong lalu dengan santai melangkah kembali ke mejanya dan duduk dengan santai.


Camilla menatap map coklat yang di sodorkan oleh Chandra wong, ia menaikan sebelah alisnya masih belum mengerti


"Bukalah, dan kau akan tahu siapa kakak angkat mu"


"Kau tidak bisa menghancurkan hubungan persaudaraan kami hanya dengan selembar kertas tak berguna ini" tega Camilla walau di hatinya ada keraguan


"Prok prok prok"


Chandra bertepuk tangan, seolah habis mendengar kata-kata super yang keluar dari bibir Camilla


"Aku salut pada persaudaraan mu dan kepercayaan pada pria itu.


Harus kau tahu jika di dalam sana ada fakta mengenai kakak angkat mu.


aku mau melihat, bagaimana kau bersikap setelah melihat lah.


Bukalah" ucap Chandra dengan senyum liciknya


Camilla perlahan membuka map coklat yang di sodorkan oleh Chandra Wong, alisnya berkerut tanda ia berfikir keras, lembar demi lembar ekspresinya langsung berubah pucat.


namun Camilla berusaha menahan perasaannya


Sementara chandra wong tersenyum menikmati perubahan ekspresi wanita muda di depannya


Senyum licik makin terlihat di wajahnya


"Bagaimana??? Apa..."


"Ini tak berarti apapun, kakakku akan selalu menjadi kakakku.


"Camilla, Camilla.


Sungguh Reymond beruntung memiliki adik sebaik kau"


"Katakan apa yang kau mau dengan menunjukkan bukti ini padaku???"


"Bingo....


Aku suka kau yang selalu berbicara langsung pada intinya.


Lepaskan perusahaan wong"


"Kau tak tahu malu, apa kau tak punya malu???" sindir Camilla sinis


"Dengan anak muda, perusahaan wong adalah milikku.


Kalian sudah merencanakan menjatuhkan perusahaan ku.


selama aku berdiri, perusahaan wong tidak akan pernah jatuh, sekalipun jatuh aku akan bangkit lagi dan lagi"


"Aku percaya itu, tapi...


perusahaan wong pada dasarnya juga milikmu" ejek Camilla


"Itu bukan urusanmu.


bukti ini bisa saja ku berikan pada interpol atau kepolisian di negara ini.

__ADS_1


jadi kakakmu akan mendekam di balik jeruji besi.


aku hanya meminta apa yang menjadi hak ku"


"Kakek tua, kamu membeli saham mu secara resmi di mata hukum sah, kamu tak mencurinya darimu, tidak merebutnya


Jadi atas dasar apa aku harus menyerahkannya????" tanya Camilla berusaha tegar melawan Chandra wong walau ia tahu posisinya saat ini tidak menguntungkan.


namun jika ia langsung tunduk, pria di depannya itu akan merasa berada diantara angin


Chandra wong menggeleng.


senyum yang sejak tadi terukir sirna


"Camilla Li, kau tak tahu posisimu.


saat ini kau tidak dalam posisi negosiasi.


aku berbaik hati menawarkan kerjasama"


"Tapi sungguh saham itu bukan milikku, sekalipun aku Adik angkat Reymond"


"Baiklah, maka tunggu kakak tercintamu itu masuk hotel prodeo" ucap Chandra wong sinis


"Tunggu...


aku mungkin bisa membujuknya menunjuk mu sebagai CEO, bagaimana???"


"Aku ingin sahamku!!!!"


"Kalau begitu lupakan" ucap Camilla berani walau tangannya bergetar, ia mengepalkan tangannya mengumpulkan keberaniannya yang tersisa


"Sial, kau wanita licik" maki Chandra wong kesal bukan main.


harapannya menjadi mustahil dengan sikap Camilla.


seolah ia mengatakan Reymond tak akan muak penjara.


Chandra juga sedikit khawatir, pasalnya Reymond memiliki kekuatan misterius di belakangnya, walau Chandra tak tahu siapa, namun menurut informasi anak buahnya bahkan presiden negara I menghormati orang di belakang Reymond.


artinya bukti di tangannya bisa saja lenyap dengan mudah, semudah membalikkan telapak tangan, terlebih itu bukan wilayah kekuasaan Chandra.


"Karena mood ku sedang baik, maka secepatnya lakukan pemindah tanganan tumpuk pimpinan,


aku beri waktu dua hari.


nanti pengacaraku yang akan menemuinya" ucap Chandra bangkit lalu berjalan pergi.


setelah Chandra menghilang di balik pintu, Camilla langsung jatuh terduduk ambil memegangi dadanya.


ia lemas tak bertenaga


"Ya Tuhan, kak Rey apa yang kau lakukan???


mengapa ku tak jujur padaku jika suamiku mencarinya???


Apa alasanmu kak??


melindungi ku???


Sekalipun Charlie berhasil menemui ku, aku juga tak kan kembali padanya.


Ya Tuhan kak Rey, kau mengotori tanganmu semua aku

__ADS_1


adik macam apa aku??" gumam Camilla menitikkan air mata


Ia merasa bersalah pada Reymond, namun di saat bersamaan Camilla merasa kecewa karena Reymond tak jujur padanya.


__ADS_2