Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Balas Dendam Ferdinan


__ADS_3

"Sialan kau Ferdinan, aku akan membuat perhitungan denganmu" teriak sherly di sidang pertamanya saat melihat Ferdinan di hadirkan sebagai saksi.


ya Ferdinan melimpahkan semua kesalahan pada Sherly. ia mencuci tangan agar bisa lepas dari jerat hukum. entah apa yang Ferdinan miliki sehingga ia seyakin itu bisa lepas dari hukum yang siap mengikatnya.


"Dengar nyonya wong, kau yang membuatku menjadi seorang penjahat


Kau yang mendorongku dan mendesak ku untuk melakukan penipuan itu!!!" ucap Ferdinan dengan wajah tertekan


"Bajingan......


akan ku bunuh kau....." teriak Sherly marah.


Sherly terpancing jebakan Ferdinan membuat Sena menepuk keningnya dan memberi kode pada pengacaranya untuk menenangkan putrinya.


Ferdinan sekarang sedang menggiring opini publik.


tentu saja Sherly yang berpikiran dangkal tak bisa melihat itu dengan jeli.


dia termakan omongan Ferdinan dan langsung meracau memakai Ferdinan dengan sumpah serapah.


"Nyonya Sherly, anda terkena jebakan Ferdinan.


dia sedang memanfaatkan anda" ucap si pengacara memegangi Sherly yang kalap


"Biar aku hajar bajingan itu, lepaskan!!!!" teriak Sherly tak menghiraukan ucapan pengacaranya.


ia sudah termakan api kebencian


"Dasar wanita bodoh.


gampang sekali aku menipumu" gumam Ferdinan dalam hati,


Ferdinan terlihat ketakutan melihat Sherly yang kalap membuat ruang persidangan langsung ricuh.


bisik-bisik terdengar. semua mata memandang Sherly dengan tatapan mencibir.


bagaimanapun Ferdinan salah suami Sherly, bagaimana Sherly bisa memperlakukan suaminya sangat buruk. sehingga apa yang dikatakan Ferdinand menjadi asumsi para penghuni sidang pada siang itu.


Tok tok tok


suara ketukan palu hakim berkumandang membuat semua orang terdiam


"Nyonya wong, anda akan saya usir dari ruang persidangan ini jika anda masih bersikap tak hormat pada persidangan ini dan ucapan anda akan kami jadikan bukti lain jika sikap anda masih seperti ini" ucap hakim ketua marah


"Nyonya Sherly, tenangkan diri anda, lihat apa yang anda perbuat

__ADS_1


apa anda mau lama mendekam di penjara???" tanya si pengacara seperti air es yang mengguyur kepala Sherly.


ia langsung tersadar dan membungkam mulutnya.


"sial Kenapa kau tidak mengingatkanku sejak tadi????"omel Sherly lirih pada pengacaranya membuat pengacaranya itu tersenyum kecut.


Jika saja keluarganya tak diancam oleh Sena wong ia tak akan mau menjadi pengacara membela Putri Sena wong karena jelas Sherly bersalah atas semua tuduhan yang dilimpahkan padanya. dan pengacaranya itu juga sangat yakin bahwa Ferdinand melakukan semua itu karena ulah Seli wong yang memang tak pernah puas dengan apa yang telah Ia peroleh. karena ini bukan sekali atau dua kalinya pengacara itu mewakili keluarga wong untuk membereskan kekacauan yang dibuat oleh Sherly Wong. wanita paruh baya itu kerap kali melakukan onar di luaran sana baik dengan sesama sosialita ataupun dengan rekan kerjanya di kantor.


iya bahkan pernah menampar sekretaris Ferdinand Karena cemburu buta yang mengakibatkan tuntutan terhadapnya.


"saya sudah memberitahu anda sejak tadi tapi anda tidak mendengarkan saya dan terus memaki di ruang persidangan ini.


sebaiknya Anda diam dan tidak mengatakan apapun yang tidak perlu karena perkataan Anda akan menjadi kunci tuntutan balik terhadap anda sendiri yang nantinya akan merugikan dan mempengaruhi tuntutan hukuman anda"ucap si pengacara mencoba menekan emosinya.


"kau dibayar mahal untuk mengeluarkan ku dari tempat laknat itu. ingat, mamaku tak akan membiarkan kau dan keluargamu tenang jika aku mendapatkan hukuman lama di dalam penjara"ancam Sherly wong bukan menyadari kesalahannya malah ia mengancam pengacaranya sendiri.


sungguh pengacaranya tak mengerti bagaimana pola pikir wanita satu ini.


"Apa Anda mengerti ruang sidang saya bukan untuk orang barbar seperti anda.


Jika anda masih bersikap tidak menghormati ruang persidangan ini maka anda tidak diperkenankan lagi memasuki ruang persidangan dan hanya menunggu putusan hakim"


"ti... ti... tidak yang mulia.


saya mengaku salah saya akan mematuhi peraturan persidangan"ucap Sherly tergagap


baiklah sidang kita lanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi"ucap hakim ketua membuka kembali sidang yang sempat ricuh beberapa saat lalu.


"satu lagi untuk Anda saksi tolong jangan memprovokasi tersangka karena posisi anda juga sebagai tersangka Saya tidak akan mentolerir jika kesaksian anda adalah sebuah kebohongan"


"saya mengerti yang mulia"ucap Ferdinand


"baiklah sekarang lanjutkan apa yang ingin anda katakan"


"seperti yang anda sendiri lihat dan para hadirin semua lihat, Sari wong selalu memaki memukul dan mengancam saya.


Anda bisa melihatnya sendiri bukan yang mulia,


dia ingin membunuh saya. itu bukan pertama kalinya Dia mengancam saya.


ancamannya itu sudah seperti kata-kata yang lumrah yang iya katakan setiap harinya.


selama ini saya hidup tertekan.


menikah dengan dia adalah sebuah kesalahan.

__ADS_1


saya tak pernah mempunyai suara saya sendiri hanya suara Sherly saja yang harus didengar dalam keluarga kami.


mengenai kasus yang menimpa kami, semua adalah ide dari Sherly. ia juga yang minta saya menggelapkan dana perusahaan.


semua karena ia tak pernah puas dengan pendapatan yang saya berikan padanya bahkan saya tak pernah menyimpan sepeser pun uang dari hasil jerih payah saya sendiri. dia merampasnya semua dari saya dan saya hanya diberikan gaji , ya saya sebut gaji karena Ia berikan jatah per minggunya.


sejak menikah dengan Sherly Saya tidak mempunyai harga diri sebagai seorang laki-laki dan seorang pemimpin keluarga Karena dialah yang merasa menjadi pemimpin dalam keluarga kami"ucap Ferdinand dengan mata berkaca-kaca sebagian memang betul jeritan hati Ferdinan selama ini dan sebagian lagi tidak semuanya benar.


"Saya keberatan yang mulia dengan pernyataan saksi"ucap si pengacara membantah pernyataan Ferdian.


iya menduga jika perkataan Ferdian hanya isapan jempol saja. namun perkataan itu sudah sangat merugikan Sherly sebagai kliennya.


"keberatan ditolak"ucap hakim ketua tegas


"apakah anda mempunyai bukti dari pernyataan Anda tuan Ferdinand????"tanya jaksa pada Ferdinand


"tentu saja tentu saya punya bukti yang menyatakan bahwa apa yang saya lakukan adalah semata-mata karena desakan Sherly."ucap Ferdinand menyeringai lebar.


Sherly kehilangan kata-kata apakah benar Ferdinand memiliki bukti jika benar habislah ia.


namun melihat senyum licik di wajah Ferdinand Sherly merasa hatinya ketar-ketir.


ia mengenal Ferdinand lebih baik dari siapapun bahkan keluarga Ferdinand sekalipun.


senyum licik itu adalah bukti bahwa perkataannya adalah benar adanya


entah bukti apa yang Feli dan miliki namun itu bukan sesuatu yang baik bagi Sherly.


Sena wong pun merasa gelisah di bangkunya ia merasa tertekan.


dalam hati senang wong memaki kebodohan Putri semata wayangnya.


entah mengapa dia bisa melahirkan seorang putri yang sangat bodoh seperti Sherly.


walaupun begitu iya sangat menyayangi Sherly karena Selly adalah buah cintanya dengan seorang pemuda keturunan asing.


sementara dengan anaknya yang lain Sena tidak begitu memperhatikan mereka pikirannya hanya terfokus pada Sherly seorang.


"silakan serahkan bukti yang anda miliki pada jaksa penuntut"ucap hakim wakil memberi perintah.


ferlinan menyelinga lebar menikmati wajah pucat Sherly wong dan juga Sena Wong.


rasanya ia puas membalas sakit hatinya selama ini pada keluarga Wong.


sekalipun ia bisa bebas dan dalam bahaya nantinya karena tidak akan melepaskannya namun balas dendamnya terbalaskan.

__ADS_1


Ferdinand menyerahkan sebuah flash disk yang entah isinya apa namun yang jelas itu bukti konkret dari kejahatan Sherly.


__ADS_2