
"Siapa yang bohongi kamu sayang???" tanya Camill.berjalan mendekat membuat Alexa sontak menarik tangannya kebelakang menyembunyikan tangan kloning milik Alexi.
beruntung hanya tangannya saja yang ia mutilasi bukan seluruh bagian dari kloning itu.
"Ah itu kak alexi yang bohong" ucap Alexa santai.
Alexi kembali melotot ke arah
"Bener Alexi????"
"Ah itu ma..
Alexa ngajak main tapi akunya lupa" ucap Alexi mengirim sinyal kesal pada adiknya.
Alexa tertawa tanpa suara
"Sayang, kamu pegang apa??" tanya Camilla yang melihat tangan putrinya berada di belakang tubuh, seperti membawa sesuatu yang ia sembunyikan di balik tubuh mungilnya
"Owh itu, manekin.
Aku mematahkan manekin kak Alexi"
"Sayang kalau melakukan kesalahan harusnya bagaimana????? apa kamu lupa apa yang mama ajarkan" tanya Camilla lembut menyentuh puncak kepala Alexa
"Kak Alexi, aku minta maaf ya???
Kakak gak marah kan???" tanya Alexi tersenyum lebar
Sementara Alexi merasa bibirnya kedutan, ingin marah tapi tak berdaya.
Anak kecil di depannya ini sungguh licik.
Bagaimana Alexi bisa marah di bawah tatapan mamanya
"Sayang, gak baik menyimpan dendam loh
Maafin adiknya, lagi pula Alexa kan masih kecil"
"ma, dia hanya lebih muda dua puluh menit dariku" protes Alexi
"Tetap saja dia adik mu sayang" ucap Camilla tersenyum mengelus kepala putranya.
Di belakang sana Alexa tertawa sambil menutup mulutnya.
Ia senang sekali melihat wajah tak berdaya Alexi
"Sudah maafkan adikmu, adikmu sudah mengakui kesalahannya" ucap Camilla menambahkan
"Ya, jangan di ulang" ucap Alexi malas
"iya kakak ku sayang" ucap Alexi mendekati kakaknya
"Lihat, ayo berpelukan" ucap Camilla tertawa senang
Alexa DNA alexi berpelukan di bawah pengawasan mama mereka
"Kau licik"
"Aku belajar darimu kak" balas Alexa lirih
"Huh" Dengus Alexi kesal namun tak berdaya
"Jangan dendam pada anak kecil kak" ucap Alexa cekikikan
"Nah gitu, mama kan jadi lega.
sesama saudara harus akur"
"Iya ma" jawab keduanya dengan ekspresi berbeda.
__ADS_1
Sementara di kejauhan Ryan tertawa geli bos nya di kalahkan oleh kelicikan Alexa.
"Hahaha Tian Ben, anda sangat beruntung memiliki dua cucu yang luar biasa" gumam Ryan tersenyum.
#Flash Back
Seminggu Sebelumnya
Di sebuah kamar mungil bernuansa pink, terlihat dua orang gadis kecil sedang duduk.
masing-masing sibuk dengan ponselnya masing-masing
Tiba-tiba Alexa berteriak kecil membuat Belle yang sedang duduk di sampingnya terkejut
"Bos kau mengagetkanku"
"Belle....
aku baru ingat sesuatu setelah melihat foto kakek dan nenek.
Kita sudah menyelidiki Ryan bukan????
Aku ingat sekarang
Aku pernah melihat Ryan saat usiaku empat tahun"
"Dimana????
Apa kau yakin bos?
"Tentu saja, dia pernah menemui kakek saat aku sedang bermain di taman dengan kakek"
"Benarkan, lalu???"
"Aku sangat yakin dia.
orang yang sama aku lihat dulu, hanya saja pria itu memiliki rambut panjang,"
Ia sangat senang membahas pria tampan, tak terkecuali Ryan
"Belle, dia lebih cocok jadi papamu" ucap Alexa menggeleng melihat Belle
"Huh, tetap saja dia di deretan pria tampan.
Aku masing ingat papaku salah satu pria tampan.
Dia memiliki tato naga dan di pinggangnya memiliki tato kupu-kupu, sama seperti mama ku" ucap Belle mengungkapkan memori saat ia masih jadi manusia
"Belle aku berjanji akan menemukan keluargamu ok???
Bersabarlah"
"Kau sudah banyak membantuku, kau sudah menemukan mamaku walau ia sudah mati,"
"Aku yakin papamu masih hidup Belle"
"Semoga" ucap Belle sendu.
Beberapa hari kemudian Alexa langsung mengungkap siapa Ryan sebenarnya saat pria itu sedang menunggu Alexi yang mandi.
Pria itu terkejut namun juga senang karena Alexa tak mengungkap jadi dirinya.
Ryan di beri tugas oleh Benjamin ayah angkat Camilla untuk menjaga Camilla dan kedua anaknya.
Ryan sebenarnya adalah bodyguard bayangan Ben, ia pernah di tolong oleh Ben dan sebagai balas jasanya Ryan mengabdikan hidupnya untuk melindungi Ben.
Kini Ben sudah tiada, dan ia mendapat pesan terakhir Ben untuk melindungi Camilla dan anaknya.
ia tak ingin identitasnya terbongkar, karena itu ia masuk ke dalam organisasi milik Reymond dan disini lah ia kini
__ADS_1
"Kau benar-benar cucu Ben"
"Terima kasih om, aku akan menjaga rahasia ini.
Tenang saja, kita sama-sama punya rahasia" ucap Alexa mengedipkan sebelah matanya.
Ryan mengelus puncak kepala Alexa.
ia sungguh tak merasa keberatan, justru ia senang karena di beri tugas oleh Ben melindungi Camilla dan kedua anak kembarnya.
itu seperti mengobati kesalahannya di masa lalu.
#Flash Back Off
Di bandara internasional
Sebuah jet pribadi mendarat , dari dalam pesawat keluarlah seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan di belakangnya pria muda yang tak kalah tampan di ikuti seorang gadis cantik dibelakangnya
"Kemana kita??" tanya pria paruh baya yang tak lain adalah Alexi Carter
"Ke mansion yang sudah kami siapkan, cucu anda sudah menanti di sana" ucap Meisya yang mendapat kabar jika Alexa sudah berhasil membawa Alexi junior juga
Walau sebelumnya sempat terjadi drama di mana Alexi di buat tercengang dan terkejut bukan main.
Bahkan bocah lelaki itu sampai shock tidak percaya dengan apa yang ia dengar dan lihat.
setelah bisa menguasai diri akhirnya mereka berdua saling berdiskusi dan bekerja sama
Alexi sengaja membeli sebuah mansion tua yang di sulapnya menjadi cantik kembali dengan design artistik klasik Eropa.
Kini kedua bocah kembar itu sedang duduk diam menanti kedatangan Alexi Carter, kakek kandung mereka.
Alexa nampak tenang, sementara Alexi terlihat gelisah.
beberapa kali terdengar bocah lelaki itu menghela nafas dan menghembuskan nya kasar
"Kak, kau boros oksigen.
pantas saja cuaca terasa panas, oksigen di ruangan ini kau hidup semua" Dengus Alexa yang kesal karena terus mendengar Alexi menghela nafas
"Kau pikir hidungku penyedot debu, huh menyebalkan" gerutu Alexi, namun di sudut ruangan Ryan malah justru tertawa mendengar perkataan Alexa
"Lihat Om Ryan saja setuju, bukan begitu om???"
"Maaf nona manis, jangan libatkan aku dalam masalah" ucap Ryan menutup mulutnya karena melihat tatapan tajam Alexi
"Kau Cemen om takut sama anak kecil itu" ledek Alexa tertawa
"Nona muda, anda juga masih kecil"
"Huh, aku hanya terperangkap di tubuh mungil ini, tapi pikiranku dewasa" sangkal Alexa yang tak mau dianggap anak kecil di depan Alexi dan Ryan
"Ya, ya saya percaya nona kecil" ucap Ryan tersenyum kecil
"Ok Ryaaaannn...
kau menyebalkan seperti bos mu" cibir Alexa kesal sambil bersedekap dada
"Lihat om, ada anak kecil yang menolak usianya hahaha
dasar anak aneh" cibir Alexi
"Apa kau pikir kau tidak aneh???
kau juga sama anehnya sepertiku.
kita kembar aneh"
"Sudah-sudah kalian berdua sama-sama aneh" ucap Ryan lucu melihat tingkah kedua anak kecil di depannya
__ADS_1
"Om Ryaaaaaannn" teriak Alexa dan Alexi tak senang