
Prok prok prok
Sena bertepuk tangan dan masuklah seorang wanita muda dan anak kecil.
melihat keadaan Ferdinan, wanita dan anak kecil itu berlari kearah Ferdinan sambil memanggil nama papa
"Papaaaa" teriak anak kecil itu menangis
Sherly terkejut, ia sangat shock tak percaya melihat pemandangan di depan matanya
Ada wanita lain yang menangis untuk suaminya.
Ada wanita lain yang memanggil sayang dan papa pada suaminya.
Sherly merasa dunianya runtuh
hatinya sakit dan hancur.
bahkan tubuhnya bergetar hebat menahan gejolak perasaan dalam dadanya.
Kecewa, marah, benci, hancur
"Sii....siapa wanita itu???" tanya Sherly dengan suara bergetar.
Walau ia bisa menebak namun Sherly masih tak bisa percaya, suami yang sudah menemaninya selama tiga puluh tahun lebih tega mengkhianati pernikahan mereka, bahkan sampai ada anak kecil yang memanggil Ferdinan papa.
Apa anak itu anak Ferdinan????
Sherly takut untuk menduga
Sena Wong menggeleng pelan, ia memegang tangan putrinya, memberi kekuatan
"Mama tahu ini berat untukmu, tapi lebih baik kau tahu siapa sebenarnya pria itu, Ferdinan bukan pria baik nak"
"Ma....
Sherly tahu mama tak pernah menyukai Ferdinan, tapi kami sudah memiliki Charlie dan juga Findy ma..." ucap Sherly menyangkal kebenaran di depannya.
terlihat Ferdinan terkejut dengan kemunculan wanita itu, ia melirik ke arah Sherly yang menangis dan sedang di tenangkan oleh Sena Wong.
namun terlihat Ferdinan sangat perduli dengan dua orang yang baru saja datang itu, bahkan Ferdinan menghapus air mata di wajah wanita itu sambil menenangkan.
Sementara di tangan sebelahnya seorang anak laki-laki di peluk erat olehnya
"Anak bodoh, jangan bohongi hati mu, jangan menghindar kenyataan saat kenyataan itu nyata di depan matamu.
Apa kau masih bisa berkelit dan berpura-pura tak tahu??!!
Sherly wong, kok anak Perempuanku, maka berlakukan seperti anakku.
Pria disana itu, bukan pria baik.
Dia diam-diam menikahi wanita lain sampai memeluk dua anak.
anak kecil di sana itu adalah anak kedua Ferdinan dengan wanita itu.
Apa kau masih berfikir dia layak bersanding denganmu?????" tanya Sena menaikkan satu oktaf suaranya karena gemas dengan anaknya
"Mama, katakan ini bohong...
pa, papa tidak seperti yang mamaku katakan kan???" tanya Sherly berlinang air mata.
Sherly terlihat sangat menyedihkan
__ADS_1
Senyum mengejek terlihat di wajah Chandra wong,
entah mengapa pria tua itu merasa bahagia saat Sherly hancur seperti saat ini
Bukannya menjawab pertanyaan Sherly, Ferdinan malah menunduk seolah itu adalah jawaban terbaik.
Sherly goyah, ia sampai limbung dan hampir terjatuh
"Pa, kau mengkhianati ku" ucap Sherly kecewa
Ferdinan menatap Sherly dengan muka datar
"Kau mengkhianati pernikahan kita, tega nya kau pa" teriak Sherly dengan air mata berderai
"Sudah, pria seperti itu tak layak kau tangisi" ucap Sena memeluk putrinya
"Aku memang tak layak kau tangisi, tapi aku bukan orang yang pertama mengkhianati pernikahan kita.
jangan kau kira aku tak tahu siapa Charlie....." ucap Ferdinan membuat Sherly terhenyak kaget, begitu juga Chandra, pria tua itu menatap Sherly meminta jawaban
"Kau gila, dia anakmu!!!!!"
"Hahahaha....
bertahun-tahun aku di bodohi olehmu, apa kau pikir aku masih Ferdinan yang sama seperti dulu???
Charlie bukan darah dagingku.
dia anak tak jelas bapaknya, apa aku salah????"
"Kau......" Sherly bergetar....
ia merasa bulu kuduknya merinding karena takut rahasia kelamnya terbongkar
enggak bisa jawab kan???
Charlie bukan anakku.
saat Charlie masuk rumah sakit, aku merasa bersalah dan ingin mendonorkan darahku, tapi apa???????
Golongan darah kami tidak sama dan aku langsung melakukan tes DNA
betapa terkejutnya aku saat melihat hasil nya...
Sherly kau sungguh wanita murahan!!!
Kau menikahi ku saat kau berbadan dua, sialan!!!
Jadi kau mengerti sekarang??" tanya Ferdinan dengan senyum meremehkan
"Ferdinan sialan...
akan ku bunuh kau......" teriak Sherly menerjang Ferdinan, namun Sena langsung memerintahkan anak buahnya menahan Sherly.
Sherly memberontak dan mencakar bodyguard itu namun kekuatannya kalah telak.
ia menangis sejadi-jadinya
"Dasar pria miskin menjijikkan!!!
kau menikahi putriku hanya mengincar hartaku kan???
Jangan kau kira aku tak tahu.
__ADS_1
dan perselingkuhanmu itu jangan kau buat alasan Sherly yang mengkhianatimu lebih dulu"
"Nenek tua, anakmu itu sepertinya menurun kelakuannya dari mu.
ku pikir awalnya kau wanita santun dan bijak, nyatanya kalian berdua sama.
Sherly...
apa kau tahu siapa papamu????" tanya Ferdinan membuat Sena pucat pasi
"Kau...
kau gila!!!!!
Pengawal seret pria sialan ini ke ruang bawah tanah beserta anak dan istrinya, cepaaaattt!!!" teriak Sena murka
"Tungguuuuu.....!!!!!
biarkan Ferdinan berbicara" ucap Chandra wong dengan senyum licik
"Chandra......"
"Ya??? sudah bertahun-tahun lalu ku kira kau lupa namaku" cibir Chandra
"Kita selesaikan masalah kita, tapi masalah Ferdinan bukan urusanmu!!"ucap Sena wong dingin.
namun Chandra tak mau mengalah yang mengangguk lalu beberapa anak buahnya datang mengerumuni anak buah Sena Wong.
"Chandra Ye sialan, ini kediamanku kediaman keluarga Wong. tapi kau memanipulasi orangku. dasar pria tak tahu di untung" teriak Sena Wong marah sampai tubuhnya bergetar menahan amarah.
beberapa bodyguard yang selama ini bekerja padanya kini berada di pihak Chandra Wong.
Sena terlalu meremehkan Chandra wong.
Ia.berfikir jika kakek tua itu selalu berada di bawahnya, nyatanya, sebagian anak buahnya berpihak pada Chandra wong
Kini kekuatan pengawalan terbagi dua kubu.
sialnya Sena wong tidak pernah memprediksi akan hal itu ia terlalu percaya diri hingga membuatnya kini menyesal.
sinawang lupa betapa liciknya suaminya itu jika bukan karena kejadian kelam itu Sena tak sudi menikah dengan Chandra, pria miskin dari keluarga tak punya.
Sena terpaksa menikahi Chandra karena desakan dari Papanya.
"katakan apa maksudmu????
ma katakan apa maksud Ferdian mengatakan seperti itu????" tanya Sherly bingung dengan keadaan di depannya.
untuk pertama kalinya ia melihat papa dan mamanya bertengkar hebat di depan mereka walaupun Sena dan Chandra bukan orang tua harmonis namun mereka jarang sekali bertengkar mulut di depan anak maupun menantunya.
"Ferdinand katakan apa maksud perkataanmu sekarang!!!!!"mentok Selly melupakan emosinya karena orang ketiga di dalam pernikahannya ia lebih fokus bertanya tentang maksud dari Ferdinand mengatakan siapa Papa Sherly sebenarnya.
karena pertanyaan itu pernah terlintas di kepala Sherly saat ia duduk di bangku sekolah.
namun seiring waktu Sherly merupakan pertanyaan itu. hingga kini Ferdinand mengungkitnya ia jadi penasaran.
apakah benar Candra adalah Papa kandungnya atau bukan. walaupun Candra selama ini bersikap baik padanya namun ia merasa bahwa sikap Candra padanya tidak seperti sikap Chandra pada adik-adiknya.
sikap Chandra apa adanya seperti berpura-pura walaupun Sherly tahu ia mendapatkan lebih banyak dari adik-adiknya tapi tetap saja ia merasa ada sesuatu yang janggal.
"Apa kau tidak pernah berpikir jika Chandra bukan papah kandungmu"ucap Ferdinand dengan senyum mengejek
"Aaaaapaaaaaa????"
__ADS_1