Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Penyelamatan Belle


__ADS_3

"Meisyaaa, awaaaaaaaassssss....." teriak Ryan panik


buuughhh


braaaaakkk


"Arrrhghhhh, hueerekkkk" Meisya terlempar cukup jauh.


tubuhnya menghantam pot besar hingga hancur.


Meisya muntah darah akibat kencangnya tendangan lawan.


pria bertubuh besar tanpa ia sadari menyergap nya dan menendangnya dengan kekuatan penuhnya


ia seperti boneka yang dengan mudah terlempar


"Sial ada kingkong" maki Meisya menghapus darah dari bibirnya


"Apa kau baik-baik saja?????" tanya Ryan yang berusaha ingin menyelesaikan pertempurannya dengan kedua lawan di depannya


"Aku hanya kena sepak biang monyet, geli" ucap nya membuat pria bertubuh besar yang tadinya tersenyum meremehkan jadi geram


"Gadis sialan, akan ku cincang kau!!!!!!" teriaknya langsung melancarkan serangan


"Awwww, takuttttt...


mamaaaaa ada biang monyet enggak punya otak.


jelas-jelas aku gadis cantik" ledek Meisya makin membuat lawannya beringas


"Tunggu aku menghancurkan wajahmu!!!!"


"Jadi kau mengakui aku cantik???


ckckck aku tak perlu pengakuan manusia jadi-jadian sepertimu!.


hahahhaa" tawa Meisya bergema di sela pertempurannya


"Dasar gila!!!" umpat pria itu terus terpancing karena ocehan Meisya.


sementara Ryan hanya bisa Menggeleng kepala melihat kelakuan Meisya


Satu yang harus ia ingat, Meisya sangat menyebalkan dan menakutkan saat datang bulan.


dia seperti iblis dari neraka, tapi berwajah cantik.


"Aku lihat pria itu menyukaimu Meisya" ucap Ryan terkekeh melihat kelakuan rekannya itu


"Kau gila???


aku mana mau sama model manusia purba gini"

__ADS_1


"Bang*at, gue bunuh loeeeee" teriak pria itu membuat Meisya malah makin meledek


"Please, jika kau bisa" ucap Meisya sambil berpose sexy saat menjauhi Ari pria itu.


Meisya sebenarnya melakukan itu agar emosi lawan tak stabil, jika stabil pria itu memiliki akurasi dalam pertarungan.


dalam hal tenaga Meisya kalah jauh.


ia hanya mengandalkan kelincahan dan berharap pria itu kelelahan.


Meisya juga sudah melempar jarum bius, tapi pria itu bahkan masih berdiri tegak.


apa dia badan??? atau gajah yang tak terpengaruh dengan jarum biusnya.


Meisya frustasi.


Bughhh


"Aaaarrrggghhh" si pria pedang katana ambruk dengan kepala menggelinding seperti bola.


darah segar langsung muncrat seperti air mancur.


bahkan wajah Ryan terkena sedikit cipratan darah tersebut


"Awww, kau menyeramkan bro" ucap Meisya Geri melihatnya.


walau ia sering menghilangkan lawannya, tapi dengan cara manis.


wanita itu mati dengan pedang terhubung tepas di jantungnya.


Ryan membantu Meisya melumpuhkan pria bertubuh besar itu, walau sudah di serang dua orang , pria itu masih terlihat sangat kuat. tak kesalahan.


Meisya yang kesal karena pria itu susah sekali tumbang akhirnya dengan frustasi melempar sebua jarum yang masih ia miliki ke arah pria tersebut dan hasilnya.


pria tersebut menjerit kesakitan.


Ryan sampai melongo antara ingin tertawa tapi juga merasa kasihan.


pria itu kini lebih mirip seperti kaktus dengan duri tajam di seluruh tubuh


"Dasar jalan sialan!!!!" pekik pria itu berusaha menangkap Meisya


"Ya ampun kingkong, kau seperti kaktus" ucap Meisya meledek pria tersebut yang makin membuat pria itu murka.


baru saja Ryan ingin membantu Meisya.


pria tersebut terdiam , mata nya melotot lalu...


Booooommmm


tubuh besarnya jatuh menimbulkan suara nyaring.

__ADS_1


Meisya dan Ryan saling pandang, lalu keduanya tertawa terbahak-bahak


Sreeetttt


kraaakkkk


sebuah panah saling beradu dan jatuh tepat di depan


Meisya, membuat wanita itu terkejut


hampir saja ia terkena panah jika saja panah itu tak menghalau panah yang mengarah ke arahnya.


"Perhatikan sekeliling bestie.


jangan pacaran aja" teriak Kezya yang melompat turun dari plafon


"Kezya loe...."


"Sial, siapa yang pacaran.


kami....."


"Ya, ya, ya....." ledek kezya lalu dengan santai berjalan melewati mereka, belum dua langkah di belakang, Ryan langsung menarik tas Meisya seperti kucing, sehingga tubuh mau tak mau Kezya mundur kembali


Krekkk


crassssssh


"Perhatian langkahmu nona, ini bukan rea bermain" ejek Ryan balik.


untung saja Ryan langsung menarik Kezya, jika tidak tubuh kezya terbelah dua.


tepat di depan mereka ada sinar laser yang membuat ujung panah Kezya terputus


KezYa mengumpat kecil sambil memegang busur kesayangannya


ia lalu melempat busur tersebut dan mengeluarkan sebuah benda, rupanya itu merupakan busur juga yang bisa di bentuk.


"Terima kasih, loe udah nyelamatin gue, gak lucu kan kalau gue mati sekarang.


gue belum merasakan surga dunia, belum punya suami, belum punya anak, belum berantem sama mertua, belum...."


"Tau gitu gue biarin loe maju tadi" ucap Ryan memutar bola mata malas


"Iya kenapa pake belum berantem sama mertua sih???


cita-cita aneh" ucap Meisya.


namun bukan marah, kezya malah tertawa


"Ya akan biasanya gitu, makanya gue pengen di omelin ma mertua, kaya prnag-orang gitu" ucap kezya nyengir kuda.

__ADS_1


"Gue kira Meisya aja yang agak-agak, enggak tahunya...???"


__ADS_2