Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Merajuk


__ADS_3

"Alexi, Alexi putraku....


terima kasih" ucap Charlie memeluk Alexi penuh haru.


ini haru bahagia dalam hidupnya


Akhirnya ia mendapat pengakuan dari putranya.


kini tinggal merebut kembali Camilla.


membuat wanita itu kembali jatuh cinta padanya.


Charlie merasa sangat bahagia saat ini


"Papaaaaaa, ingus mu mengenai pakaian ku!!!! teriak Alexi kesal karena Charlie menangis sambil memeluknya


"Hahhaa, maaf, maaf.


papa khilaf karena gembira akhirnya kau bisa memanggilku papa nak.


papa....


papa sangat bahagia" ucap Charlie kembali memeluk Charlie


"Lepaskan pa...


kau membuatku malu.


lihat semua orang menatap kita dengan pandangan aneh, ini semua karena papa" gerutu Alexi menunduk malu.


padahal dalam hatinya senang senang, sebabnya ia hanya mengkhawatirkan mamanya, Alexi takut Charlie akan kembali membuat mamanya kecewa dan menangis. Alexi tak mau itu terjadi, oleh karena itu ia menguji Charlie dan Charlie berhasil melewati semuanya dengan cukup baik.


Kini mereka sudah memiliki keluarga lengkap, kakek, nenek, mama, papa dan adik yang lucu, serta om Rey.


Alexi menyeringai lebar, ia sepertinya melewatkan sesuatu, sudah saatnya om Rey memikirkan dirinya sendiri. Apa perlu ia yang mencarikan kekasih untuk om nya itu????


"Kenapa apa kau malu memiliki papa payah sepertiku nak???" tanya Charlie sedih


"Tidak pa, tidak. Aku hanya malu menjadi pusat perhatian" ucap Alexi dengan semburat merah di wajahnya. Charlie tertawa kecil.


Alexi Memnag dingin tapi itu untuk menutupi sifatnya yang sebabnya pemalu.


ini jiwa yang tertukar, Alexi pemalu dan Alexi sangat bar-bar, Ya sudahlah, keduanya tetap anak yang imut dan menggemaskan.


"Semuanya....


malam ini aku sangat bahagia karena bisa berkumpul dengan anakku kembali.


aku traktir kalian semua" teriak Charlie membuat semua orang terbengong namun satu detik kemudian semua orang bertepuk tangan


"Terima kasih pak,


terima kasih om


terima kasih mas" seru orang-orang disana senang


"papa... apa kau harus??" bisik Alexi sangat senang di dalam hatinya.


"Tentu aja, aku ayah yang paling berbahagia di dunia ini. kau, adikmu dan mamamu adalah hidupku" ucap Charlie mantab.


"Pa, bisa janji satu hal??" tanya Alexi menatap papanya


"Apa sayang??"


"Jangan pernah sakiti mama lagi, jika di kemudian hari papa menyakitinya aku akan membawa mama dan adik menjauh dari mu. Bahkan kau tak akan menemukan kami sekalipun bayangan kami" ucap Alexi serius

__ADS_1


"Papa tidak akan mengulangi kesalahan papa lagi nak.


papa akan melindungi dan menyayangi kalian sekalipun harus berkorban nyawa" ucap Charlie mantab membuat Alexi lega.


kedua pria beda usia itu lalu melanjutkan makan, setelah itu mereka kembali ke markas dengan membawa mie ayam dan membagikan ke semua orang yang ada di sana


Mata Alexa berbinar melihat mie ayam di depannya.


aroma ayam charsiu yang menggoda membuat salivanya ingin tumpah.


namun ia terlihat berfikir sejenak


"Pa, kak, apa kalian sudah makan??


mengapa tak ada jatah kalian?" tanya Alexa yang menyadari jatah untuk kedua pria itu tak ada


"Itu, kamu tadi sudah makan sayang"


"Apaaa???...


ini enggak adil.


apa kalian makan keluarga tanpa aku???"


"Sayang, papa akan mengajak kamu nanti ke sana.


kita akan makan bersama di sana"ucap Charlie membujuk Alexa yang terlihat kecewa


"Lagi pula ini makan malam antara pria.


gadis kecil diam duduk manis saja"


"Kakak...


kau tak adik, itu namanya diskriminasi gender" teriak Alexa kesal ia lalu pergi ke ruanganya sambil menghentakkan kakinya.


Sejenis apapun Alexa, dia masih bocah tujuh tahun yang masih lugu dan imut.


Alexi Carter memberi tanda Charlie untuk menyusulnya.


Charlie mengangguk kepalanya yang tak gatal


ini pertama kali dalam hidupnya merayu seorang gadis kecil, ia tidak tahu caranya!!!!


Kezya menghampiri Charlie dan menyodorkan dua bungkus coklat dan juga satu bungkus permen coklat kesukaan Alexa.


Kezya memang kerap membawa itu, persediaannya untuk menyodok Alexa saat gadis kecil itu merajuk


"Apa ini???"


"Obat, sengaja untuk perdamaian" membuat semua orang yang tahu maksudnya tergelak tertawa


"Itu coklat kesukaan Alexa,sana bijik gadis kecil itu. kau harus belajar menjadi papa yang baik" ucap Alexi Carter menepuk bahu menantunya


"Terima kasih kezya, aku pamit dulu pa" ucap Charlie lalu menyusul Alexa yang merajuk.


Sementara di ruangan Alexa


gadis kecil itu sedang mengamuk, ia menangis, entah mengapa hatinya kesal.


Ia merasa di abaikan.


"Jangan ganggu aku" teriak Alexa saat terdengar suara pintu terbuka


"Sayang, maafin papa ya.

__ADS_1


papa salah enggak ajak kamu.


habis tadi mu diajak kan lagi operasi Belle.


sebagai permintaan maaf ini buat kamu" ucap Charlie menyodorkan coklat pemberian kezya


"Papa mau nyogok aku???


kalau aku gendut gimana???"


"Kau gendut atau kurus tetap putri kesayangan papa yang imut. ini rahasia ya antara kita.


papa lebih sayang kamu, karena kau putri satu-satunya papa yang cantik"puji Charlie.


"Aku sama mama cantikan siapa???"


"Ma....


eh kamu lah. mama hanya cantik, tapi kalau kamu cantik dan menggemaskan.


Sudah jangan ngambek lagi, bukankah kamu ingin keluarga kita berkumpul? Alexi sudah menerima papa, semua berkat putri cantik papa ini" ucap Charlie mencolek hidung Alexa membuat Alexa senang bukan main.


"Ayo gabung dengan yang lain, makan bersama lebih nikmat" ucap Charlie langsung menggendong Alexa membuat gadis kecil itu terpekik. namun juga senang.


ini pertama dalam hidupnya dalam gendongan papa kandungnya.


"Pa, malu" ucap Alexa menggemaskan. Charlie mencium pipi, kening dan puncak kepala putrinya penuh kasih sayang


"Papa akan menebus masa-masa yang telah papa lewati. jadi jangan menolak.


papa ingin menggendong putri cantik papa dan memamerkannya pada semua orang" ucap Charlie membuat senyum Alexa makin lebar.


ia bahagia, sangat bahagia.


Semua orang terkejut melihat bos mereka dalam gendongan Charlie, namun berusaha biasa saja.


walau bagaimanapun Alexa masih bocah tujuh tahun.


Sementara di mansion utama keluarga Wong


Sena terus memasang keluar jendela menanti putra nya, putra yang ia rahasiakan bahkan di depan Sherly sekalipun.


Namun kini ia ingin mengakui secara sah.


ia tak ingin menyembunyikan lagi dari siapapun.


selama ini hanya Chandra yang tahu.


Chandra hanya tahu itu putranya, Sena mengatur agar Chandra tak curiga, ia memanipulasi hasil test DNA.


yang Chandra tahu Sena malu mengakui anak mereka dan mengirim anak itu ke luar negeri.


namun Chandra sering menemuinya.


pria tua itu menyayangi Simon yang di kiranya anaknya. Sena membiarkan kesalahan pahaman itu, toh tak merubah apapun.


Simon datangan setelah tahu Sherly masuk penjara dan kini papanya juga.


"Kenapa Simon belum juga kembali????" teriak Sena gelisah


"Kenapa kau tak membawa ia kembali saat kau kabur??? mama macam apa kau??


mengapa kau tak bisa bersikap lembut sedikit saja pada anak itu???"


"Tutup mulutmu, di putraku.

__ADS_1


aku hanya ingin dia kuat"


"Sena percayalah, suatu saat kau akan menyesali didikan mu yang salah!!!" ucap pria paruh baya itu mengibaskan tangannya lalu pergi.


__ADS_2