
Siang itu ,Sena keluar dari kantor polisi dengan wajah masam.
ia di jemput paksa pihak berwajib terkait kasus pembunuhan Abigail.statusnya masih saksi.
Sena di lontarkan beberapa pertanyaan yang intinya menyangkut hubungan Sena dengan dengan Abigail serta keberadaan Sena saat kejadian pembunuhan Abigail terjadi.
Sena keluar dengan wajah murah, setelah ia mengetahui sebuah fakta bahwa anak buah yang di kirim oleh orang kepercayaannya meninggalkan bukti.
Polisi langsung menetapkan Sena sebagai tersangka, sebab Sena memiliki motif yang kuat untuk menyingkirkan Abigail yang tak lain adalah kekasih gelapnya.
Berita tentang pembunuhan Abigail langsung mencuat ke media
termasuk berita siapa sebenarnya Abigail.
media masa jadi ingin mengetahui kehidupan pribadi Sena lebih dalam.
mereka berusaha mencari tahu dari beberapa orang terdekat bahkan sosial media Sena wong yang memang terkenal sebagai wanita karir yang glamor.
Seluruh keluarga merasa sangat malu dan terhina dengan kelakuan Sena.
baik keluarga besar wong maupun keluarga besar Ye, mereka merasa sangat marah.
bahkan mereka sudah tidak bisa mentolerir lagi kelakuan buruk Sena.
cukup selama ini mereka bersabar dan diam
Dengan kompak Dua keluarga besar itu mencoret Sena dari kartu keluarga mereka.
kini Sena bukan berasal dari keluarga Ye maupun keluarga wong.
dua keluarga besar itu berkolaborasi melakukan konferensi pers
mereka mengumumkan tentang pencopotan Sena dari kepala keluarga dan penghapusan Sena dari silsila keluarga.
mereka sudah malu karena Chandra wong beberapa waktu lalu
Kini masalah skandal percintaan terlarang Sena hingga menghasilkan anak di luar nikah menjadi tranding topik
tapi bukan itu saja, Sena kini menjadi tersangka utama setelah bukti di tempat kejadian mengarah padanya.
Sena sedang mengamuk di mansion pribadinya
ia menunggu pengacaranya, namun pria kepercayaannya itu hilang tanpa jejak.
Sena merasa di tipu.
ia memang meminta pengacaranya itu mengirim orang untuk menghabisi Abigail, namun pekerjaan itu ternyata cacat.
Bahkan Abigail menyimpan bukti yang ia persiapkan menjelang ajalnya
Sena tak menduga Abigail bisa memikirkan sebuah rencana yang brilian sebelum ajalnya.bahkan Abigail bisa tahu jika ia merencanakan pembunuhan untuknya
Sena merasa dadanya sesak.
ia bisa membayangkan betapa kecewanya Abigail.
tapi bukankah pria itu tahu jika diantara cinta dan kedudukan, Sena memilih kedudukan, harta dan kehormatan???
Sena tak merasa menyesal untuk itu.
Dengan statusnya yang di tingkatkan menjadi tersangka utama.
Sena sangat butuh pengacaranya
ia juga khawatir pria itu akan berkoar di luar sana
hanya saja Sena heran, pengacaranya itu tidak menunjukkan gelagat aneh beberapa bulan ini.
apakah dia berkhianat????
Karena penasaran Sena menyamar menjadi wanita cantik. Ia memang jago menyamar.
__ADS_1
walau usianya sudah tujuh puluh tahun, ia menang memiliki kulit yang masih kencang karena makan, perawatan dan olah raga yang selalu rutin ia lakukan.
Tak ada yang curiga, ia bisa keluar dengan bebas DNA langsung menuju ke rumah sang pengacara.
namun saat sampai disana.
ia melihat mobil salah seorang kepercayaan pria tua itu, Sena mengepalkan kedua tangannya hingga jari kukunya menancap dalam di telapak tangannya
Ia sungguh geram melihat pengacara itu sedang tertawa keras di depan sana.
Sepertinya mereka sudah lama kenal.
bagaimana bisa Sena tertipu oleh kepolosan dan kepatuhan pengacaranya itu????
Beberapa hari lalu padahal mereka bertemu dengan kakek tua itu, dan pengacara itu terlihat sangat ketakutan, tapi kini di depan sana????
Sungguh Sena tertipu.
jika ada penghargaan maka sang pengacaranya akan menjadi pemenangnya.
Sena bersembunyi setelah melihat anak buah pria tua itu keluar, tapi di tempat persembunyiannya, ia melihat pria itu menyerahkan sesuatu pada pengacara itu.
si pengacara terlihat senang sekali.
"Pengacara sialan" maki Sena lirih.
Setelah pria itu meninggalkan rumah pengacara tersebut, Sena mengendap mendekati pengacara tersebut
"Tuan, tolong tuan" ucap Sena dengan suara di buat-buat. Wanita tua itu memang memiliki keahlian penyamaran, ia memiliki teknik rahasia secara turun temurun dari kakek buyutnya.
Bahkan ena bisa merubah suara serta auranya.
Melihat wanita cantik, Pengacara itu senang sekali, terlebih Sena sangat cantik dalam penyamarannya
"Wanita cantik, apa yang bis aku bantu???"
"Aku di kejar, seseorang ingin membunuhku" ucap Sena mengeluarkan air matanya.
kebetulan aku seorang pengacara.
Aku bisa membantumu"
"Tuan pengacara, kau sungguh dewa penolongku" ucap Sena tersenyum senang,.
Pengacara itu membawa Sena masuk tanpa tahu jika nyawanya saat ini sedang berada di ujung tanduk
yang ia bawa bukan bidadari, tapi nenek lampir yang siap menghabisinya
Sena menyeringai senang, rencananya berhasil
siapapun yang mengkhianatinya tak akan bernasib baik.
Sena menekan cincinnya, keluarlah sebuah benang tipis hampir tak terlihat jelas jika di lihat sekilas.
namun jangan remehkan benda itu
walau terlihat tipis dan rapuh, benang itu bisa memotong daging saking tebalnya.
itu adalah senjata yang selalu Sena bawa kemanapun.
selain itu Sena juga masih memiliki satu lagi benda yang hanya saat gentong
pengacara itu masih belum sadar, ia malah memikirkan hal-hal mesum dengan wanita itu, jika ia tahu nafsu pada seorang nenek-nenek, pengacara itu pasti muntah darah, yang pasti jika ia belum mati di tangan Sena.
Kini pengacara itu tersenyum lebar sambil memberikan minuman yang sudah ia masukkan obat afrodisiak, ia berharap bisa memanfaatkan wanita itu.
namun bukan Sena namanya jika dengan mencium saja dia tahu
ya Sena sedikit banyak memiliki pengarahan, bahkan jikapun tak berwarna, berbau dan berasa Sena tetap bisa tahu karena Indra penciuman dan perasaanya sangat peka.
Sena mencibir dalam hati, ia jadi tahu banyak bagaimana pengacara itu sebenarnya
__ADS_1
sungguh pria itu sangat pintar berakting di depannya, jelas Sena sangat marah karena berhasil ia tipu
Sena berakting seolah obat sudah bekerja dan Sena melemah.
Saat pengacara itu berfikir waktunya ia menikmati tubuh wanita cantik, namun tidak dengan Sena.
Bruuughh
aaaarrgghhh
Sena memukul tengkuk pengacara itu hingga jatuh, ia menotok syaraf pria itu hingga kaku tak bisa gerak.
"Dasar sialan, kau membuatku melihat sisi buruk mu.
kau pemenang Oscar jika kau seorang aktor" ucap Sena dengan suara aslinya
"Kau...
suaramu???"
"Dasar bajingan.
kau mengkhianatimu
sudah ku katakan jangan pernah mengkhianati ku.
atau kau akan ku kirim ke neraka" ucap Sena membuka penyamarannya.
Pengacara itu kaget bukan main, matanya sampai melotot hendak keluar karena melihat Sena wong bos yang ia khianati berdiri tepat di depannya.
Pria itu kembali memperhatikan sampai mengerjapkan matanya beberapa kali, di depannya benar-benar Sena.
ia langsung merasa sangat Ketakutan, hingga untuk bernafas saja ia takut.
"Nyonya, saya..."
"Kau ...
bisanya kau mengkhianatimu????" tanya Sena Sena sorot mata bengis
"Tua Bangka itu yang mengancam ku"
"tapi beberapa waktu lalu, aku lihat kau tak diancam.
kau melakukan nya dengan sangat sadar,, bahkan kau menerima" lirik Sena melihat amplop coklat diatas meja yang belum sempat di amankan oleh pengacara itu.
"Nyonya maafkan aku, aku khilaf"
"Sampaikan permintaan maaf mu di neraka"
Sreeeettttt
leher pengacara itu terpotong, darah segar mengalir deras dari luka menganga seperti sayatan benda tajam.
"Ciiihhhh
mati kau"ucap Sena meludah
ia dengan santai mencuci tangan, dan pakaiannya yang terkena noda darah.
setelah itu ia Sena berjalan menuju lemari pakaian pengacara itu, ia mengambil kaos untuknya ganti.
tentu saja yang masih baru, Sena terpaksa karena pakainya berlumuran darah pria itu.
sebelum pergi Sena menghapus jejaknya dengan teliti.
setelah ia nilai cukup, ia lalu meninggalkan rumah pengacara itu setelah menguras semua harta benda pria itu. membawanya pulang ke mansion
"Sial, tulang tuaku kebas karena terlalu banyak bertingkah" gumam Sena bersenandung
sungguh wanita berdarah dingin.
__ADS_1