Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Misi Sukses


__ADS_3

"DOOORRRRE"


sebuah peluru mengenai Meisya, wanita itu mendorong Ryan sehingga ia yang terkena timah panas di lengannya


"****" maki Meisya lirih


"Meisya apa kau baik-baik saja??" tanya Kezya dan Carl


begitu juga Belle di ujung alat komunikasi mereka


"Ya" ucapnya singkat sambil menyeringai kesakitan.


ia mengeluarkan sesuatu dari saku nya, sebuah belati


"Meisya apa kau baik-baik saja????" tanya Ryan yang terkejut sekaligus bersyukur nyawanya tak melayang karena di dorong Mesiya


"Ya aku masih hidup" ucapnya sambil menotok aliran darahnya agar darah tidak keluar banyak dari luka tembak itu


ia lalu mengeluarkan peluru dari lengannya.


lalu menaburkannya


dengan serbuk kecil dari tas pinggangnya.


gerakannya sangat cepat sehingga orang yang melihat seolah Meisya sedang mengambil duri, padahal itu sebuah peluru yang bersarang di lengannya.


setelah itu i mengingatnya dengan syal.


keringat dingin keluar dari wajah cantiknya.


"Maafkan aku" ucap Ryan merasa bersalah


Akibat suara tembakan, musuh langsung tahu.


Sementara penjaga yang menembak Meisya nasibnya apes, pria itu mati mengebaskan dengan kepala tertancap pisau yang di lempar oleh Meisya


"Jangan melamun, waspada,


jika kau Tan profesional lebih baik kau keluar, Jangan mengantar nyawamu sia-sia" omel Meisya pada Ryan


"Maaf, aku salah"


"Itu sudah jelas" jawab Meisya ketus.


keduanya kini di berondong timah panas.


Meisya mengambil ikat rambutnya lalu mengeluarkan pisau kecil, melemparkannya seolah ia sedang menari, gesit dan korbannya langsung berjatuhan dan mati.


karena setiap lemparan pisah Meisya tepat mengenai kepala korbannya.


Sementara kezya tak kalah cekatan, beberapa orang korbannya mati dengan busur nya.


sementara Carl dengan pistolnya tak mau kalah, begitu juga Ryan.


baku tembak terjadi dan pihak musuh terdesak.


Mereka berjuang mati-matian.


"Jangan sampai mereka kabur" teriak Mesiya penuhi semangat.


"ada orang yang ingin melarikan diri dari pintu belakang, di sebelah kananmu Kezya"ucap bele memberi komando.


"siap akan aku bereskan"


"Jangan biarkan satu tikus pun lepas dari pengepungan ini"ucap Meisya menimpali

__ADS_1


"siap sis laksanakan" ucap Kesya , ia langsung berlari ke arah yang di maksud dengan Carl melindunginya.


Akhirnya semua dapat di lumpuhkan.


dari tiga puluh orang musuh, hanya tiga yang berhasil hidup, termasuk pria yang tadinya mau kabur, dia berhasil di bekuk oleh kezya.


ternyata pria yang tadi berusaha kabur adalah orang yang di percaya mengelola club' tersebut.


Alexa memerintahkan membawa orang tersebut ke markas mereka untuk di interogasi.


Alexa yakin jika prnagbitu pasti memiliki informasi yang mungkin bisa mereka butuhkan nanti.


"Ayo kita menuju target selanjutnya" ucap Mesiya


"Lupakan kau pulang" ucap Ryan lalu tanpa aba-aba ia menggesong Meisya membuat wanita itu panik, terkejut, malu.


Mesiya memukuli punggung Ryan sambil berteriak


"Lepaskan aku, aku tidak lumpuh.


Ryan sialan" maki Meisya dengan wajah merona merah aktena malu.


Sementara semua orang menertawakan Meisya


"Uhuuuyyy, Cinderella di bopong pangeran" ledek kezya yang lngsung mendapat pelototan tajam Meisya


"Bawa Meisya pulang" ucap Belle


"Tidak, aku masih bisa


Aku tak mau pulang" ucap Meisya menolak


"Tanganmu cidera dan kau perlu perawatan" ucap Ryan perhatian


lagi pula aku sudah mengeluarkan peluru itu dan sudah mengobatinya dengan ramuan rahasiaku


sekarang lihat aku tak kesakitan dan tidak ada pendarahan" ucap Meisya memamerkan tangannya.


ya memang tidak ada pendarahan apalagi terlihat Meisya kesakitan.


entah apa yang ia berikan pada tangannya.


yang jelas obat itu sangat paten


.


Belle dan yang lainnya tak bisa berkata apa-apa.


namun mereka masih khawatir dengan kondisi Meisya.


sayangnya gadis keras kepala itu tak mau mendengarkan mereka.


ia tetap bersikukuh ikut misi selanjutnya.


akhirnya dengan terpaksa mereka menyetujui, dengan syarat Meisya bertukar posisi.


ia menjadi pengawas sementara yang lain eksekusi.


Kali ini mereka berhasil mengacak-acak target ke dua, sayangnya tak ada sesuatu yang penting di sana.


walaupun begitu mereka puas misi sukses.


mereka membayangkan bagaimana reaksi keluarga Ye besok.


pasti Sena Wong terlihat dengan wajah jelek.

__ADS_1


Setelah sukses mereka lalu menuju lokasi ke dua


di sebuah ruangan megah bergaya Eropa nampak seorang wanita sedang meluapkan emosinya dengan membanting barang-barang berharga di dalam ruangan tersebut.


ruangan yang tadinya tampak indah kini terlihat berantakan karena ulah wanita bayar tersebut


wanita itu tak lain adalah Sena Wong.


di depannya nampak seorang pria paruh baya yang berlumuran darah.


sementara di tangan Sena Wong terlihat cambuk panjang yang berlumuran darah pria tersebut


"tugasmu mengamankan semua aset keluarga Ye.


Apa yang kau lakukan sampai dua klub kita porak-poranda oleh orang tak dikenal.


bagaimana kinerjamu selama ini apa kau ini tidur?????


aku membayar mu mahal bukan untuk tidur, Sial"


teriakan Sena wong kembali melemparkan cambuknya ke arah pria paruh baya itu sehingga menimbulkan suara yang menusuk hati.


dari bekas sabetan cambuk terlihat darah menetes karena cambuk itu dilengkapi oleh duri-duri di sekeliling cambuknya,


anehnya pria itu hanya diam dan menahan semua rasa sakit akibat perbuatan Sena Wong


"Sena, hentikan atau kau akan membuat pria itu mati"ucap Chandra yang bergidik ngeri melihat kelakuan istrinya.


walaupun ia kejam tapi ia tak pernah turun tangan sendiri.


ia selalu memakai tangan orang lain untuk menghukum siapapun yang berbuat salah namun tidak dengan tangannya sendiri.


Chandra tak mau tangannya berlumuran darah dari korban yang dianiaya nya.


berbeda dengan Sena ia selalu turun tangan menyiksa siapapun yang dinilainya tidak becus bekerja.


"tutup mulutmu, dia orang ku.


Apa kau mau menggantikan dia???? tanya Sena dengan tatapan sinis


"ah tidak, aku masih cukup waras untuk menerima cambukan mu yang beracun itu"ucap Chandra bergidik ngeri.


"tapi jika pria itu mati, kita akan kekurangan orang yang kompeten untuk melindungi semua aset keluarga Ye. jelas mereka sedang membuat peringatan pada kita. sepertinya mereka tidak tahu dengan siapa mereka berurusan.


Aku memiliki rekaman CCTV yang anak buahku peroleh dari toko yang berada di depan klub malam kita"


"sial kau kakek tua mengapa kau tidak mengatakannya sejak tadi????"dengus Sena marah


"Kau yang melarang ku bicara apa kau lupa???"cibir Chandra pada istrinya


"perhitungan sekali"


"sudahlah Apa kau masih tidak mau berhenti marah???? saat ini yang terpenting adalah mencari dalang di balik perusakan klub malam tersebut.


atau Kau lebih suka menghabiskan waktu menghukum anak buahmu????"


Sena terdiam dan menatap anak buahnya yang terlihat pucat,


ia melempar cambuknya dan berjalan mendahului Chandra wong menuju kamar mereka.


Chandra memberi tanda pada pria paruh baya itu untuk segera bangkit dan meninggalkan tempat itu sebelum Sena wong berubah pikiran.


bukan tidak ada maksud dibalik perbuatan Chandra.


iya sedang mencari sekutu yang merupakan orang dalam Sena untuk menjatuhkan Sena suatu saat nanti.

__ADS_1


__ADS_2