Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Hukuman untuk Sherly dan ferdinand


__ADS_3

jaksa penuntut berjalan mendekati Ferdinand Wong. Ferdinand lalu menyerahkan sebuah flash disk serta sebuah kertas yang ia lipat dari dalam saku celananya.


jaksa penuntut mengerutkan keningnya saat melihat kertas yang ada di tangannya ia menata Ferdinand sekilas lalu berjalan menuju meja hakim ketua.


"bisa anda jelaskan kertas apa ini????" tanya wakil hakim pada Ferdinand


"yang mulia itu adalah bukti konkrit apa yang saya katakan jika Seli Wong membatasi kehidupan saya termasuk penghasilan saya.


di sana terperinci transparan Sherly setiap minggunya yang jumlahnya tak lebih dari satu juta rupiah"ruang sidang kembali gempa mendengar nominal yang ditransfer oleh selimut.


pasalnya untuk ukuran seorang pengusaha uang itu sangat kecil nominalnya untuk pengeluaran Ferdinand setiap minggunya.


Sena kembali menepuk keningnya merutuki kebodohan putrinya.


entah di mana otak Selly sampai melakukan sebuah kebodohan yang hakiki.


sekalipun ingin mengontrol Ferdinand Kenapa ia harus mentransfer sejumlah uang yang rutin setiap minggunya.


Sena sudah mengajarkan Jangan pernah meninggalkan bukti secuil apapun Jika ia ingin mengendalikan seorang.


namun anaknya tidak pernah mendengarkan perkataan Sena wong


Tok Tok Tok


suara ketukan palu kembali terdengar untuk meredam kegaduhan di ruang persidangan.


sungguh persidangan kali ini diwarnai oleh kegaduhan demi kegaduhan.


"baiklah saya akan menyimpan bukti ini untuk dijadikan bahan pertimbangan selanjutnya mari kita lihat apa yang ada dalam flashdisk yang diberikan saksi.


sebuah flash disk diputar dan ternyata berisi sebuah rekaman percakapan antara Ferdinand dan istrinya.


dalam percakapan itu memang terdengar Sherly memarahi Ferdinan karena penghasilannya yang kecil sementara kebutuhannya sangat banyak.


iya juga memakai suaminya bahwa ia bukan suami dan ayah yang baik untuk Putri mereka Findy.


dalam rekaman tersebut Sherly juga meminta suaminya untuk menggelapkan uang perusahaannya sendiri dan jangan sampai ketahuan oleh Chandra wong"


lagi-lagi suasana sidang kembali ricuh.


mereka menatap Sherly dengan penuh kebencian terutama para kaum hawa.


mereka merasa Sherly sudah merendahkan kaum hawa karena sudah menginjak-injak harga diri seorang suami sekaligus ayah.


di bawah tatapan semua peserta sidang Sherly hanya bisa menunduk kesal.

__ADS_1


iya tak bisa berkata apa-apa ataupun membantah karena jelas itu suaranya.


yang Sherly tidak habis pikir adalah, bagaimana Ferdinand bisa memiliki bukti itu sejak kapan Dan apakah itu disengaja oleh Ferdinand???


entahlah yang jelas saat ini Sherly merasa di ujung tanduk.


sidang kemudian ditunda seminggu kemudian.


Sherly dikembalikan ke selnya begitu juga Ferdinand


Sena wong terlihat masih berdiskusi dengan pengacaranya.


iya sedang memikirkan cara bagaimana Sherly bisa mendapatkan keringanan hukuman Karena untuk lepas dari jerat hukum sudah tidak memungkinkan lagi.


Sena hanya berharap putrinya bisa dihukum seringan mungkin.


iya juga mengerahkan anak buahnya untuk mencari kesalahan Ferdinand sehingga Ferdinand membusuk di penjara.


tanpa mereka sadari Ryan yang merupakan anak buah dari Benjamin diutus oleh Alexa untuk mengikuti persidangan tersebut.


Ryan juga berhasil merekam apa yang terjadi dalam ruang sidang.


setelah sidang berakhir Lion langsung menuju ke sebuah markas di mana Alexa dan Alexi serta Alexi charter dan Charlie sudah menanti kedatangan Ryan.


lirik sekilas ke arah Charly tatapannya sulit diartikan.


melihat raut wajah Charlie Semua orang bisa mengerti bagaimana perasaan Charlie melihat kedua orang tuanya saling menjatuhkan satu sama lainnya.


Alexi jadi merasa iba melihat papanya yang memiliki kehidupan hancur seperti itu.


walaupun ia tak menyukai Charly walau bagaimanapun Charly adalah Papanya dan kedua orang dalam persidangan itu adalah kakek dan neneknya dari pihak.


"jadi apa kau masih tetap mau menjalankan rencana kita?????"tanya Alexi carter merasa iba melihat kondisi Charlie


"tentu saja.


kita harus melancarkan rencana kita tanpa ada yang diubah. tolong jangan kasihani aku dan hakimi aku dengan apa yang kalian lihat.


Justru dengan rencana ini aku berharap kedua orang tuaku bisa menyadari kesalahannya dan mau bertobat sebelum malaikat maut menjemput mereka.


sebagai anak sudah kewajibanku meluruskan kedua orang tuaku tapi dengan caraku sendiri"ucap cari tegas tanpa ada keraguan sedikitpun.


Alexi Carter jadi merasa terharu ia merasa Charlie adalah menantu yang baik hanya saja keadaan membuat Ia seperti ini.


"baiklah kalau begitu bukti langsung ke TKP"ucap Alexi mengakhiri pertemuan mereka.

__ADS_1


semua orang sudah bubar Kini tinggal Alexi Carter dan Charlie yang masih berada di ruangan tersebut.


"anak muda Aku ikut prihatin dengan apa yang terjadi pada hidupmu.


tapi aku juga bangga kau pemuda yang baik.


jika rencana kita berhasil sepertinya aku bisa menerimamu sebagai menantuku"ucap Alexi Carter menepuk punggung Charlie


"terima kasih Tuan Carter, pengakuan Anda sangat berarti buat saya"Alexi Carter mengangguk pelan lalu berjalan meninggalkan Charlie yang masih terdiam di tempatnya.


"Tuan Carter tunggu...."ucap Charlie mengejar Alexi Carter yang sudah berjalan lebih dulu


"hari masih sore bagaimana kalau kita habiskan sore ini Dengan meminum secangkir kopi sambil menikmati pemandangan????"tanya Charlie ragu.


Alexi nampak mempertimbangkan tawaran Charlie lalu kemudian dia mengangguk.


Mereka kemudian mengunjungi sebuah coffee shop yang letaknya jauh dari pusat kota.


menikmati secangkir kopi di temani pemandangan nan asri, melepaskan semua kepenatan di pikiran mereka.


satu minggu kemudian


sidang kedua Sherly dan Ferdinand dengan materi penggelapan dana digelar kembali.


kali ini jaksa penuntut mengajukan sebuah bukti baru dan juga saksi baru dalam kasus ini.


Ferdinan yang sudah merasa di atas angin tidak memperdulikan siapa saksi yang akan dijadikan oleh Sherly dan itu adalah sebuah kesalahan fatal.


pasalnya saksi itu bisa memberatkan Ferdinand dan membalikkan keadaan.


Ternyata yang menjadi saksi adalah sekretaris Ferdinand dan juga istri baru Ferdinan d mereka memberikan sanksi tentang Ferdinand Yang intinya menyudutkan Ferdinand.


dalam persidangan itu juga terungkap bukti bahwa bukan hanya satu wanita yang Ferdinand jadikan simpanan. termasuk beberapa sekretaris Ferdinand yang pernah Sherly labrak beberapa waktu yang lalu.


Ferdinand yang sudah merasa terpojokkan langsung mengungkit siapa sebenarnya Sherly Wong.


iya membuka aib Seli Wong sebelum menikah dengannya sehingga terungkap fakta tentang siapa sebenarnya ayah biologis dari Charlie Wong.


dengan adanya saksi dan bukti baru akhirnya ferdin wong dinyatakan sebagai tersangka dan bersalah dalam penggelapan dana perusahaan keluarga wong cooperation.


tiba-tiba seorang penetrap pengadilan masuk ke dalam ruang sidang dan menyerahkan sebuah bukti yang dikirim melalui pos tanpa nama dan tanpa alamat pengirim.


di dalam map tersebut terdapat beberapa bukti mengenai kejahatan Ferdinand wong dan Sherly sebagai kaki tangannya.


bukti itu lebih menyudutkan pada Ferdinand di mana Ferdinand adalah otak dari perencanaan pembunuhan termasuk bukti rencana pembunuhan Camilla Li.

__ADS_1


hakim memutuskan akan ada sidang lanjutan dengan materi agenda berbeda jadi untuk kasus penggelapan uang uang perusahaan wong cooperation Sherly dijatuhi hukuman 3 tahun 8 bulan dan denda sebanyak 300 juta sementara Ferdinand dijatuhi hukuman 5 tahun 5 bulan.


lebih ringan dari tuntutan jaksa


__ADS_2