
Di sebuah ruang sidang
Nampak semua orang terlihat tegang, tak terkecuali Charlie yang sengaja datang dalam sudah putusan hari ini. Ia sangat antusias mengenai hukuman yang akan di jatuhi oleh Chandra. apalagi setelah tahu Chandra tak ada hubungan apapun dengan dirinya, Charlie tidak merasa kasihan sama sekali dengan pria tua itu.
Sementara mamanya kini sudah bisa menerima kenyataan dan bertaubat, menyesali semua kesalahannya.
bahkan Sherly kini aktif di semua kegiatan yang di lakukan lapas, terakhir kali Charlie bertemu dengan Sherly, ia melihat mamanya lebih tenang dan penuh semangat menjalani hidup.
ternyata Allah menjatuhkannya agar ia sadar dan memperbaiki diri.
sementara kini di dalam ruang sidang, tersangka Chandra wong yang duduk di kursi pesakitan.
pria itu terlihat lebih tua beberapa tahun, wajahnya kucel dan dekil dengan lingkar hitam di bawah matanya yang makin menambah kesan kusam.
hilang semua kesan sombong dan berkuasa yang ia miliki, ia terlihat menyedihkan.
Namun tidak ada yang merasa kasihan sedikitpun pada pria sepuh itu, mengingat banyaknya daftar perbuatan dosa yang sudah ia perbuat.
mereka jadi ilfil.
Tanda ketukan palu terdengar.
hakim ketua mulai membacakan putusan hakim.
wajah Chandra terlihat tegang, begitu juga para peserta sidang.
"Melihat, menimbang dan memutuskan berdasarkan saksi dan juga bukti yang telah kami dapat
saudara Chandra anda di hukum seumur hidup dan denda sebesar sepuluh milyar rupiah
Tok tok tok
hakim mengetuk palu, tanda sidang berakhir
Chandra menghela nafas tubuhnya lunglai, Chandra merasa tubuhnya tak bertenaga., ia pasrah menerima hukuman itu, bukti sudah tak terelakkan dan putusan hakim sudah jatuh padanya.inu adalah akhir hidup yang tidak dia inginkan.
namun ia tahu konsekuensi dari semua tindakannya.
berani berbuat, maka terima akibatnya.
namun ia tidak bisa menerima satu hal.
Sena wong, ya istrinya itu masih di luar sana, bebas.
Chandra di giring masuk kembali ke sel tahanan, sel yang akan menemaninya sampai ia menutup mata nanti, tapi ia tak ikhlas hanya ia yang di pidana sementara Sena bebas di luar sana.
kebencian Chandra pada Sena semakin besar, wanit itu bahkan melenyapkan bukti yang sudah Chandra kumpulkan, Chandra menduga jika ia sudah di khianati oleh orang kepercayaannya sendiri.
dalam kasus ini, siapapun akan cuci tangan untuk menyelamatkan diri.
apalagi Chandra susah mendekam di balik jeruji besi dan Sena bisa memberikan apa yang mereka mau.
itu lah kehidupan, kadang harus menginjak, menyikut untuk bertahan hidup di dunia yang kejam.
Keesokan harinya
Chandra tak bisa atidur semalaman, sehingga membuat tubuh tuanya kelelahan.
lingkar hitam di bawah matanya makin terlihat jelas di kulitnya yang putih khas orang Tionghoa.
pria sepuh itu sangat terkejut saat petugas lapas membuatkan lamunannya, ia kedatangan seorang tamu.
tapi siapa dia??? Chandra penasaran.
Chandra menyimpan rencana balas dendamnya dalam hati dan mengikuti sipir penjara itu menuju ruangan pengunjung.
__ADS_1
namun Chandra merasa heran,
pasalnya sipir tersebut mengajaknya menuju ruangan lain, Handra tegang dan menerka-nerka
ia khawatir Sena mengirim orang untuk menghabisinya di penjara, agar ia bungkam selamanya.
Di sebuah ruangan khusus untuk para tahanan lapas keras berat, pria sepuh itu berjalan pelan, langkah kakinya terhenti menatap seseorang yang ingin menemuinya. sosok yang amat yang ia sayangi
"Si... Simon???" gumam Chandra lirih.
ia merasa sangat malu putranya menjenguknya dalam keadaan hancur.
ia memang merencanakan kepulangan Simon ke tanah air, tapi ternyata semuanya di luar kendali.
"Keduanya berpelukan, Simon bahkan merasakan tubuh tua itu bergetar. ia menepuk punggung Chandra berusaha memberi kekuatan pada papanya, tepatnya pria yang sudah di tipu oleh mama kandungnya.
nyatanya pria di depan Simon bukan papa kandung Simon sebenarnya.
walaupun begitu Simon menyayangi Chandra terlepas dari semua perbuatan jahatnya, bagi Simon Chandra pria yang baik.
"Maafkan papa, pasti kamu kecewa dengan papa kan??" tanya Chandra menundukkan kepalanya malu
"Simon gak punya hak menghakimi papa" ucap Simon tersenyum kecut.
"Simon...." Chandra menangis sampai bahu tuanya terguncang,, Setidaknya ada sebuah bahagia di antara semua kesedihan dan keterpurukanha.
Namun Chandra tidak pernah tahu maksud kedatangan Simon saat ini demi sebuah misi.
ya misi yang Simon sendiri usulkan pada Alexa dan Alexi. namun tujuannya satu.
ia ingin Chandra dan Sena bertaubat.
mungkin jalan ekstrem ini terlihat kejam namun Simon sudah bertekad, jika Sena tak di tarik masuk ke dalam penjara, wanita tua itu tidak akan pernah tahu arti bertaubat.
#Flash Back
Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut terhenyak kaget bukan main.
mereka menatap Simon penuh selidik
"Aku serius.
mungkin kalian tidak percaya, tapi aku serius.
mungkin sebagai anak ini sudah tugasku menyadarkan kedua ornagtua ku.
aku akan meminta papa memberikan semua bukti yang dia tahu dan bekerjasama dengan team penyelidik.
aku khawatir jika bukan aku yang memejamkan sendiri, wanita tua itu tak akan pernah insyaf.
aku tahu jelas perangainya di banding kalian"
ucap Simon dengan wajah penuh keyakinan
"Kak Simon, sebenarnya...."
"Tunggu Lexa, biar kakak bicara dulu
aku harap kalian semua keluarga sebentar" ucap Alexi dengan mimik serius
Semua orang meninggalkan ruangan tersebut.
kini tinggal Simon dan Alexi.
keduanya masih terdiam untuk sepersekian detik sampai akhirnya terdengar helaan nafas Alexi
__ADS_1
"Kak Simon, aku percaya kau orang baik, sekalipun sebelumnya kau salah karena membantu mama mu.
tapi apa kau yakin akan menyeret ibu kandungmu sendiri ke penjara???
Kami tidak mau kau menyesalinya.
pikirkan baik-baik.
walau seburuk apapun mamamu, dia tetap wanita yang melahirkan mu." ucap Alexi membuat Simon sedikit melongo, namun ia tersenyum kecil.
bocah kecil di depannya bukan bocah sembarangan, meski usianya tujuh tahun, tapi pemikirannya sungguh melebihi usianya.
Terlebih saat tahu fakta bahwa sistem keamanan yang ia buat, bisa dengan mudah di lumpuhkan bocah ini.
Alexi dan Alexa sungguh bocah ajaib.
"Pa...
Simon enggak bisa membantu papa apapun.
papa yang ikhlas ya menerima semua cobaan ini.
tapi Simon masih berharap satu...." Simon sedang menimbang bagaimana mengutarakan pada chandra
"Apa yang kau harapkan dari pria tua tak berguna ini nak???" tanya Chandra menatap putranya
"Papa ungkap siapapun yang terlibat, tanpa terkecuali" ucap Simon mantab.
Chandra menatap wajah Simon dengan pandangan rumit.
dalang ini semua Sena, mama kandung Simon.
ia memang ingin melakukanya, namun terbayang wajah Simon, Chandra urung.
"pa, kenyataan sepahit apapun lebih baik daripada papa membawanya dan akan menyesal.
sekalipun itu mamaku sendiri, aku akan membantu papa mengungkapnya.
aku akan makin merasa berdosa jika tidak membawa mamaku ke jalan yang benar
aku harap papa juga bisa mengambil hikmah dari semuanya ini.
aku ingin papa bertaubat pa, ini belum terlambat" ucap Simon dengan mata berkaca-kaca
"papa, papa akan bertaubat,
papa menyesali semua perbuatan papa masa lalu.
apakah kau mau memaafkan papa???
"Tentu saja , lagi pula papa tidak bersalah padaku, papa bersalah pada orang lain
jika papa memiliki waktu, papa bisa sampaikan sendiri permintaan maaf papa pada mereka"
"Pa mereka mau memaafkan papa???
mengingat begitu besar kesalahan papa"
"Pa, yang terpenting papa minta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi, masalah di maafkan atau tidak itu urusan mereka* ucap Simon lembut.
Kezia yang ikut menemani jadi bisa melihat jika Simon adalah pria yang baik. karena bukan salahnya terlahir dari rahim seorang wanita jahat.
karena kita tak bisa memilih dari rahim siapa kita di lahiran.
"Jujur aku datang ke sini dengan dua maksud pa.
__ADS_1
satu untuk menjenguk pap dan juga meminta papa bekerjasama untuk mengungkap semua kejahatan mama"
"Nak, apa kau sudah memikirkan masak-masak????"Simon mengangguk mantab