
"Harap anda mengerti nona, kami akan selesai menjelang malam.
Saya khawatir anda akan jenuh menunggu" ucap Chris berusaha menekan kekesalannya
"Aku akan menunggu!!!!" ucap Jennie menghentakkan kakinya dan langsung duduk di sofa
"Chris...
Apa yang kau lakukan di luar sana!!!!" teriak Charlie yang kesal karena Chris tak kunjung kembali setelah menerima telepon
Chris langsung berlari ke arah pintu, Jennie mengikuti dan langsung mendorong Chris, hingga pemuda itu hampir terjatuh.
Beruntung reflek Chris cepat, ia langsung menyeimbangkan tubuhnya, walau tak jatuh terjelembab, bahu nya menghantam tembok di belakangnya
"****" maki Chris lirih.
Charlie melirik sekilas ke arah Chris lalu ke arah wanita yang mendorong Chris.
Tatapan Charlie terlihat sangat tak bersahabat.
"Masuk" ucap Charlie dingin.
Chris tak mau membantah, ia sudah berusaha melindungi Jennie karena menggangu meeting penting mereka, namun Jennie malah bersikap arogan.Chria mengumpat dalam hati sudah berhati lunak pada wanita itu.
Jennie Tan pantas di kasihani!!!
Hanya karena kejadian tempo hari, Chris berfikir jika Jennie sangat menyedihkan, nyatanya wanita itu tak pantas di kasihani.
"Apa kau tuli???"
"Apa maksudmu???, aku datang ingin...."
"Aku tanya apa kau tuli????" bentak Charlie tak ingin mendengar ucapan Jennie.
"Bos, dia datang..."
"Diam kau....
aku tak perlu mahluk amphibi yang menjawab, pergi....."
"Charlie, aku ini tuanganmu, sebentar lagi kita akan menikah.
Tidak bisa kah kau bersikap lembut padaku???" teriak Jennie kini marah.
Ia malu sekaligus kesal karena Charlie membentaknya di depan sekertaris nya.
Padahal beberapa waktu lalu Jennie yang membentak sekertaris itu.
Charlie sama sekali tak pernah memberinya muka
"Aku tadi tanya apa kau tuli???
Enggak kan????
Chris susha memberitahumu jika kamu meeting penting dan akan selesai lama.
Tapi kau malah menyudutkan Chris.
Jika aku dan Chris tidak melihat wajahmu, sudah sejak tadi aku panggil sekuriti menyeret mu keluar dari kantorku.
Sekarang aku tak perlu itu.
Kau sungguh tuli dan arogan.
Pergi.....
jangan pernah datang jika aku tak mengizinkan.
Sekalipun kau akan menjadi nyonya muda di keluarga wong, itu hanya status di keluarga
__ADS_1
Di perusahaan, kau bukan siapa-siapa.
karyawan disini tak harus mematuhi kau, karena aku bos disini.
Apa kau paham????
Jika kau masih ingin menikah denganku, pergis sekarang dan bawa mahluk jadi-jadian yang bersama mu.
atau aku tak akan segan ....
"Charlie....
kau mahluk berhati dingin, sialan...
aku menyesal di jodohkan denganmu.
pria sepertimu akan membusuk sendirian selama sisa hidup mu
pantas saja istrimu pergi meninggalkan....." Jennie terkejut, ia kelepasan.
Didepannya wajah charlie merah padamkarena emosi.
Bukan salah Jennie, Charlie duluan yang mulutnya beracun, pedas seperti cabe rawit jablay
"Jenniiiiiiiieeeeeee" teriak Charlie dengan tangan sudah terangkat di udara siap menampar wajah cantik Jennie
"Dasar iblis kau Charlie, tampar...
ayo tampaaarrr" teriak Jennie kalap.
Ia sudah diambang batas toleransinya pada Charlie.
sekalipun ia mencintai Charlie, namun pria itu tak pernah menggubrisnya, Bahakan setelah mereka bertunangan. Jennie hanya ibarat kentut yang selalu Charlie hindari.
Sassy yang sakit hati berusaha menahan emosinya.
ia menarik Jennie pergi
Kurang pengertian apa Jennie sama loe.
kurang sabar apa dia ngedepin loe.
emang kalau manusia gak punya hati, selamanya tak akan tersentuh sama perbuatan baik orang,
owh ya, sebelum menghina orang, ngaca, di kantor loe ada kaca kan???" ucap Sassy tak takut sama sekali.
kali ini suara kemayu nya hilang berganti dengan suara asli Sassy yang bas dan berat.
Ia mengangkat tubuh jennie dan meninggalkan kantor Charlie. Tak perduli Jennie mencakar dan menarik rambutnya Sassy tetap berjalan meninggalkan tempat itu. Ia tak tega dan tak terima Jennie di perlakukan tidak manusiawi seperti ini.
Biasanya Jennie yang sopan dan berprilaku baik, namun hari ini ia berubah, semua karena rasa kecewanya pada Charlie, Sassy memahami dan mengerti bagaimana perasaan Jennie.
Sementra di depan ruang kantornya,
Charlie terlihat sangat marah dengan perkataan Sassy, ia juga merasa harga dirinya di sentil oleh pria dua alam itu, namun Sassy susha pergi dengan Jennie, tinggallah ia berdiri.
di meja kerjanya Sekertaris Charlie terlihat serba salah
ia merasa tak seharusnya ia disana mendengar semua ucapan antara bos nya dan tunangannya.
sekertaris itu langsung berdiri dan berjalan ke toilet mencoba menenangkan diri.
Jujur ia shock mendengar makian dari Jennie dan juga asistennya.
Walau harus ia akui jika Charlie juga keterlaluan, namun ia bisa apa????
Ia hanya seorang sekertaris yang tak punya kuasa.
Bahkan hanya dengan menjentikkan tangan, pekerjaannya bisa melayang
__ADS_1
"Ya Tuhan, tadi sangat menyeramkan.
dia orang yang akan segera menikah tapi....
apa mereka akan putus ya???" gumam Sekertaris itu lirih
Sementara di ruang kerja Charlie.
Tak beda jauh dengan Sekertaris itu, Chris terlihat serba salah, ia melirik ke arah Charlie yang bermuka muram dan penuh kemarahan
"Maaf saya bos"
"Bukan salahmu.
next langsung panggil sekuriti untuk mengusir dua manusia tak berkepentingan itu" ucap Charlie tanpa menoleh.
"Apa Kita..."
"Jeda satu jam, kita bahas lagi nanti" ucap Charlie pada Chris.
Chris memberi kode dua manager dan dua kepala bagian yang meeting bersamanya untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
Di luar ruangan Charlie ,
Chris menghentikan keempat orang itu dan menatap mereka satu persatu
"Dengar, jangan pernah membahas, membicarakan dan anggap tak pernah mendengar apapun yang baru terjadi di depan ruang kerja bos.
Jika sampai saya mendengar berita ini bocor, kalian berempat langsung saya pecat tanpa perduli siapa yang berbuat
Apa kalian mengerti"
"Tapi..."
"Tak ada tapi-tapian, sebaiknya pasang mata dan kuping kalian jika salah satu dari kalian membocorkan maka keempatnya saya pecat!!!
clear????" tanya Chris menatap tajam keempat orang di depannya.
"Baik pak"
"Bagus, silahkan kembali keruangan kalian.
setelah makan siang kita kembali meeting di ruangan meeting 1, terima kasih" ucap Chris langsung melenggang pergi
Chris melepas kancing kemejanya.
ia benar-benar emosi hari ini.
"Dasar wanita bodoh, tamat kau kali ini.
Aku sudah berusaha baik melindungi mu karena mood Charlie sedang buruk tapi kau malah berulah arogan.
sial, bahu ku sakit" keluh Chris lalu berjalan menuju kotak p3k yang berada di ruangannya.
membuka kemejanya, lalu mengoles obat memar di bahu nya
Sementra di basemen perusahaan Charlie terlihat Jennie mengamuk, memukul Sassy namun Sassy diam saja, hingga akhirnya ia tenang dan menangis tersedu-sedu.
Jennie terlihat sangat menyedihkan.
Niatnya datang ingin memberi kejutan, memberi makan siang untuk Charlie namun berujung petaka.
"Sassy, apa cinta itu sesakit ini????,
Hati gue sakit sas" ucap Jennie menangis sesenggukan sambil memeluk dadanya sendiri.
Sassy memegangi tangan Jennie dan memeluknya
"Jangan menangis beb, jangan
__ADS_1
dia gak pantas loe tangisi, gak pantas" ucap Sassy penuh kebencian