
"Huh dasar kakek tua, kasih perekat yang banyak agar jantung kakek kuat" ucap Alexa asal ngomong, Alexi Carter terkekeh.
cucunya bisa membuat selorohan artinya lukanya tak terlalu serius.
"Kau sakit tapi mulutmu sehat, artinya kau baik-baik aja" cibir Alexi
"Alexa..... huhuhu" Alexa dan Alexi Carter menoleh mendengar seseorang yang datang sambil menangis
"Gawat, siapa yang mengabarkan pada mama" pekik Alexa pucat pasi
ia tak keberatan menahan sakit, namun ia tak kuat melihat mama tersayangnya menangis karenanya
"Huh, pikirkan cara kau selamat" ucap Alexi berjalan membukakan pintu untuk mamanya
"Alexi, mana saudarimu????" Alexi menoleh ke arah ranjang, sontak Camilla berlari menuju ranjang melewati putranya
"Alexa sayang, kenapa kamu jadi begini huhuhuhu???" tanya Camilla sambil menangis.
"Maafkan Alexa ma"
"Anak bodoh, mama khawatir sekali denganmu.
kau..." awalnya Camilla ingin mengomel, namun melihat keadaan Alexa ia urung mengomel.
"apa sakit sayang???" tanya Camilla melihat putrinya itu memasang wajah lemah tak berdaya
Alexi memutar bola matanya malas, adiknya itu ratu akting. Baru beberapa saat lalu tertawa cekikikan.
kini wajahnya terlihat seperti orang paling menderita dengan air mata buayanya
"Mama hik hik ,sakit" ucap Alexa membuat Alexi junior dan senior saling lirik.
bukankah beberapa waktu lalu gadis kecil itu cekikikan, begitu mudahnya ia merubah moodnya.
"Kakek kau mau taruhan denganku???" tanya Alexi junior berbisik
"Taruhan????"
"iya, taruhan adikku itu akan melakukan apa" ucap Alexi masih dengan suara setengah berbisik
"Baiklah, kakek bertaruh dia akan menangis"tebal Alexi carter
"Kalau aku, dia akan mengarang cerita dengan air mata buayanya.
kakek hanya menangis ya??"tanya Alexi mengurang taruhan mereka
"Ya hanya menangis, karena orang tua akan iba melihat anak kesayangannya menangis"
"Deal???"ucap Alexi berjabat tangan dengan kakeknya
"Mama, aku hanya ingin makan ice cream dengan Meisya. setelah makan ice cream aku nakal dan keluar tanpa memberitahu Meisya.
setelah itu aku lihat anak kecil ingin tertabrak, aku menolongnya lalu huhuhu" Alexa menangis membuat Camilla makin memeluknya dengan penuh kasih sayang
"Anak mama yang pemberani, mama bangga padamu sayang, tapi juga marah.
__ADS_1
lain kali jangan kamu bertindak Ceroboh.
mama tak mau kau celaka. lagi"ucap Camilla mengecup kening putrinya yang berbalut perban
"Mama sakit" rengek Alexa
"Maafkan mama sayang, mama tiup ya biar sakitnya berkurang", ucap Camilla lembut
Sementara di sudut ruangan Alexi Carter nampak bingung, berbeda dengan Alexi junior yang berbinar senang
"Yeaay aku memang, kakek uangku" bisik Alexi pada kakeknya
"Tunggu, apa kejadiannya seperti itu????, perasaan laporan anak buah kakek....."tanya Alexi Carter
"Hahhaa...." tawa Alexi pecah melihat wajah bingung kakeknya, hingga Camilla menoleh dan melotot ke arah Alexi, membuat pria kecil itu langsung bungkam.
"Kau sepertinya senang sekali melihat adikmu sakit Alexi???" cibir Camilla tak senang
"Bu . bukan begitu ma, kakek menceritakan cerita lucu padaku"
"Pa.... cucu perempuanmu sedang sakit, kau malah membuat joke" omel Camilla kini lebih bisa menerima Alexi Carter dan sudah memanggil papa pada pria tua itu.
"Ma.. maafkan papa, papa hanya ingin membuat suasana tidak tegang" ucap Alexi Carter melirik kesal ke arah cucu lelakinya.
entah mengapa hatinya masam mengetahui ke dua cucunya bukan hanya jenius tapi mengerikan.
pintar bersandiwara.
dia harus berhati-hati kedepannya.
keturunan siapa mereka?????
"Bocah kecil, kau berhutang padaku" gerutu Alexi pada cucunya
"Kakek aku tertawa karena kakek tak mengerti, cucu kesayangan kakek yang terbaring di sana itu sedang membuat skenarionya sendiri, jadi wajar saja jika tidak sesuai kenyataan.
dia sedang mengarang indah demi menarik simpati mama. intinya dia mencari cara agar tidak kena omel mama" ucap Alexi tersenyum lebar
"Astaga, kakek jadi berfikir, apa kalian beneran anak kecil atau mungkin saja kalian kerasukan setan sejak kecil, mengerikan.
kakek harus mencari ustad untuk me rukyah kalian berdua" gumam Alexi Carter membuat Alexi tertawa tertahan karena tak mau kena omel mamanya lagi.
Setelah kepergian Camilla, Alexi mendekati cucunya dan menyentil pelan hidung bangir cucunya
"Dasar anak nakal, kakek yakin mengarang indahmu mendapat nilai tertinggi" cibir Alexi
"Hahah, kakek kau tahu saja.
aku hanya tak ingin papa ku mendapat masalah, eh..."
"Kakek sudah tahu, tak perlu kau sembunyikan.
lagi pula bukan kesalahan pria payah itu" gerutu Alexi carter
"Terima kisah kakek kau mau mengerti" ucap Alexa memeluk kakeknya
__ADS_1
"sayang, apa ku punya musuh???" tanya Alexi Carter serius.
ia perlu menanyakan pada cucunya agar bisa menelusuri dengan cepat, namun Alexa hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
itu artinya dia punya dan mungkin bukan hanya satu.
Alexi Carter menepuk keningnya pelan
"Ah kau kecil-kecil sudah buat rusuh, kakek lupa itu"
"Hahah kakek, mereka yang mulai duluan.
sebenarnya tak banyak sih.
tapi menurutku ini bukan musuh lama ku kek.
sepertinya kejadian ini mungkin imbas dari tertangkapnya Sherly dan Ferdinand.
walau mereka masih belum mendapatkan putusan hakim, keduanya sudah terbukti bersalah dengan bukti yang aku peroleh.
laporannya penggugat atas nama mama, mungkin ini seperti sinyal peringatan yang mereka kirim.
Berdasarkan analisaku, ini bukan dari keluarga Ferdinan.
walau keluarga Ferdinan tak bisa di remehkan, namun mereka tak mau ambil resiko menyelamatkan ferdinan.ereka lebih mementingkan ego mereka sendiri di banding keluarga.
jadi kemungkinan besar keluarga wong atau keluarga dari nenek tua itu" ucap Alexa menganalisa
"Apa kau yakin???" tanya Alexi menatap cucunya
"Kakek, papaku berjanji akan bekerjasama, kakek hubungi dia saja.
kali ini aku menyerahkan masalah ini pada kalian.berdua, menantu dan mertua xixixi"tawa lici Alexa membuat Alexi Carter tak nyaman.
terlebih harus bekerjasama dengan orang yang sudah menelantarkan anak dan cucunya.
Alexi Carter masih memiliki perhitungan tersendiri pada pria itu!!!
"Alexa....
kakek tak suka pria lemah itu"
"Kakek, dia papaku.
kakek dan papa harus bekerjasama, ini demi kalian berdua juga loh.
menunjukan pada nenek, mama dan kak Alexi bahwa kalian ingin memperbaiki diri dan melindungi keluarga kalian. bahwa kalian bisa diandalkan sebagai pemimpin keluarga.aa
percayalah, bukan aku tak bisa mengejar siapa pelakunya, hanya saja aku memberi kesempatan emas ini. Ingat kesempatan baik tak datang dua kali" ucap Alexa serius
"Baiklah, aku akan menghubungi pria itu" desah Alexi tak suka.
tak perlu menghubungi, papaku ada di depan pintu" ucap Alexa tertawa kecil
"Bocah, kakek tak suka bercanda"
__ADS_1
"Tapi aku tak bercanda, lihat aja sendiri" ucap Alexa tersenyum.
Alexi yang tak percaya segera berjalan menuju pintu dan seseorang terjatuh saat pintu di buka.....