
"Apa kau tidak pernah berpikir jika Chandra bukan papa kandungmu"ucap Ferdinand dengan senyum mengejek
"Aaaaapaaaaaa????"Selly sangat terkejut walau sebenarnya ia sudah menduganya. melihat dari cara Ferdinand mengatakannya Sherly yakin Ferdinand tidak sedang main-main
.
ditambah melihat mimik muka mamanya Sherly yakin apa yang dikatakan oleh Ferdinand adalah sebuah kenyataan yang selama ini menjadi rahasia
"lepaskan Ferdinand!!!!!"teriak Sherly memerintah anak buah mamanya.
"jangan pernah lepaskan Ferdinand!!!!"teriak Sena
"mah please aku sudah berusia 45 tahun, pada saatnya aku tahu kebenaran di balik jati diriku"ucap Selly memohon pada Sena Wong
terlihat Sena Wong ragu dan berpikir.
sementara Candra langsung meminta anak buahnya meringkus anak buah Sina wong sehingga kini Ferdinan bebas.
"katakan apa yang kau tahu" ucap Candra wong dengan senyum licik.
iya tak perlu mengatakan apapun karena ada orang lain yang mengatakannya pada Sherly wong dan membuat yang selama ini menjadi istrinya ketar-ketir.
"kakek tua, aku tahu kau bukan ayah biologis dari Sherly Wong. dia bukan darah dagingmu dari pernikahanmu dengan Sena Wong.
sama halnya dengan pernikahanku dan Sherly Charlie bukan anak kandungku.
sepertinya kita dua pria bodoh yang dimanfaatkan oleh ibu dan anak itu.
keduanya menikahi kita demi menjaga nama baiknya.
Bukankah buah jatuh tak jauh dari pohonnya????"ucap Ferdinand sinis.
sementara Candra tertawa terbahak-bahak.
walaupun ia tak pernah suka dengan Ferdinand tapi apa yang dikatakan oleh Ferdinand adalah sebuah kenyataan bahwa ia dan Ferdinand adalah pria bodoh yang dimanfaatkan ibu dan anak.
Sherly benar-benar sok mendengar perkataan ferdinan ia tak bisa berkata apa-apa mulutnya hanya bergetar bingung untuk mengucapkan walau hanya sebuah kalimat.
iya tak pernah tahu bagaimana Ferdinand tahu tentang rahasianya.
Tiba-tiba asisten Chandra wong masuk dengan langkah tergesa, berbisik sesuatu pada Chandra wong.
Lelaki tua itu tersenyum lebar, sepertinya apa yang di sampaikan asistennya merupakan sesuatu yang baik.
Baik Sena maupun Sherly penasaran apa gerangan berita yang di bawa oleh asisten kakek tua itu
"Ferdinan, aku kali ini melepaskan mu mengingat nasib kita yang sama.
Tapi lain kali kau ulangi lagi, kau akan bertemu tanah" ucap Chandra wong yang di balas ucapan terima kasih Ferdinan.
pria itu tak segan sampai mencium tangan Chandra wong, tanda hormat.
"Enyah kau" ucap Chandra angkuh.
Ferdinan yang mendapat kesempatan langka langsung kabur sebelum Chandra berubah pikiran.
__ADS_1
"Mau pergi kemana kau??" tanya Sena marah karena Chandra melepaskan Ferdinan
Dengan sigap anak buah Chandra menghadang anak buah Sena Wong sehingga Ferdinan bisa melenggang bebas tanpa hambatan
kini tinggal Sherly dan Sena di ruangan tersebut.
Chandra duduk di kursi memandang kedua wanita di depannya
"Kau sudah dengar sendiri bukan????
aku bukan papa kandungmu, walau begitu aku masih menyayangimu, memperlakukanmu seperti putriku.
jika kau ingin tahu siapa papamu, tanya asisten pribadi kakek mu, jangan mamamu, karena ku yakin dia lupa dengan siapa saja dia bermalam"
"Chandra yeeeee, sialan kau"teriak Sena marah.
harga diri dan kehormatannya di injak-injak di depan Sherly, putri kesayangannya, Sherly melirik jijik kearah Sena
"Mama bisa jelaskan...."
"Tidak perlu, ini alasan mama menikahkan aku padahal aku ingin kekasihku, tapi kau memaksaku demi kebahagiaanmu ah bukan demi egomu.
aku menyesal mengikuti kemauanmu mama..." ucap Sherly menghapus air matanya, ia membenci Sena Wong, mama nya
"Sayang....."
"Aku ingin sendiri..." ucap Sherly berjalan tertatih mencoba kuat walau hatinya hancur.
ia pergi dari ruangan tersebut, setelah itu Chandra bangkit berjalan keluar dari ruangan tersebut
"Chandra, akan ku bunuh kau....."
namun Chandra tak perduli
"Kita ke perusahaan wong, saatnya anak sialan itu enyah dari perusahaan ku" ucap Chandra dengan senyum lebar nya
"Baik tuan" ucap asisten Chandra.
mereka lalu mengendarai kendaraan menuju perusahaan wong
Sepanjang jalan asisten Chandra menatap tak percaya pada Chandra, ia tak percaya dengan penglihatannya sendiri.
ini pertama kalinya ia melihat Chandra melepaskan orang yang sudah membuatnya marah, biasanya pria itu tak pernah akan melepaskan siapapun yang membuat masalah dengannya.
bahkan tak banyak yang berakhir kematian.
Chandra sangat menyeramkan seperti iblis
"Apa yang ingin kau tanyakan???" ucap Chandra tanpa menoleh seakan memiliki mata lain yang bisa melihat
"Ah itu, anu...."
"Katakan saja, suasana hatiku sedang baik" ucap Chandra
"Tuan, apa nda akan melepaskan Ferdinan begitu saja???" tanya asisten tersebut hati-hati
__ADS_1
"Apa kau pernah melihat harimau melepaskan mangsanya?????" tanya Chandra dengan senyum licik
"Jadi...???"
"Aku hanya memberi sedikit waktu Ferdinan untuk menghirup udara kebebasan sebelum bertemu sang pencipta hahaha" tawa mengerikan terdengar, asisten Chandra hanya bisa menghela nafas, ia sudah bisa menduganya.
"Sekalipun nasib kami sama, sayangnya dia sudah menyinggungku dan aku tak suka.
Termasuk Reymond dan Camilla.
sialan.
bagaimana wanita murahan itu masih hidup dengan dua anak "
"Apa anda juga akan membereskan cucu menantu anda????" tanya asisten pribadi Chandra hati-hati
"Aku belum berfikir kesana, mungkin saja.
aku butuh dia di pihakku.
kau tahu?? nama besarnya sebagai seorang arsitek dan pemilik perusahaan Winner corp merupakan nilai lebih darinya.
di samping itu aku tak mau gegabah bertindak.
Wanita sialan itu pasti di lindungi oleh seseorang"
"Saya juga berfikir begitu"
"Dengan memisahkan Reymond, maka celah untuk membujuknya berada di pihak kita ada, walau aku tak yakin wanita itu mau" ucap Chandra licik
"Apa anda punya rencana tuan????"
"Tentu saja, aku tak suka membuang-buang waktu ku yang berharga.
Reymond sialan itu harus membalas mahal dengan apa yang di perbuat pada anak buah kita" ucap Chandra, lalu suasana kembali hening.
keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing
Sesampainya di depan perusahaan wong, Chandra meminta Asistennya memarkirkan kendaraanya, keduanya tak turun dari mobil.
asisten Chandra sempat kebingungan, pasalnya Chandra meminta dirinya tetap berada di dalam kendaraan
"Satu, dia, tiga....." ucap Chandra, tak lama keluarlah Reymond yang di gelandang oleh petugas imigrasi, Reymond akan di deportasi paksa karena menyalahi visa nya, di belakangnya terlihat Camilla yang panik mengikuti kakaknya.
keduanya masuk ke dalam mobil petugas.
"Kita ikuti mereka" ucap Chandra pada asistennya.
sesampainya di dirjen imigrasi, Chandra turun, ia langsung menemui atasan nya dan berjalan menuju sebuah ruangan di mana Camilla dan Reymond berada
"Kau....."
"Loh, kalian sedang apa disini???" ejek Chandra dengan senyum licik
"Ini pasti ulahmu kan???" bentak Reymond yang langsung di tarik Camilla.
__ADS_1
Camilla tahu jika Chandra lah dalang di balik itu semua.
"Cucu menantuku, kau disini juga!??" tanya Chandra menyeringai lebar