Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Adu Skill


__ADS_3

Alexa tersenyum lega saat melihat Kirman keluar, rupanya pria jujur itu membawa kedua rekannya


tanpa Kirman tahu, robot lebahnya sudah di dekat Kirman, jika ia bocor, robot itu akan menyengat pria itu.


untungnya pria itu beneran dapat di percaya.


Alexa berjanji akan memberi mereka pekerjaan yang layak.


Alexi langsung kertas sistem keamanan gedung tua tersebut.


Alexa sudah memeringati anggotanya agar tak menyakiti pekerja yang tidak terlibat.


penyergapan di mulai.


Alexa sengaja mengirim pasukan robot tawonnya.


ia tak memberi racun, tapi obat bius pada setiap sengat mereka, satu persatu pekerja lepas pingsan


Penjaga yang melihat pekerja satu persatu tumbang langsung siaga.


mereka langsung memeriksa salah seorang pekerja.


"Sial, apa kita kemasukan penyusup???" pria itu lalu menghubungi pusat kontrol, belum selesai ia berbicara


"Sruuuuuuttt


cleebbbbb"


peluru bius mengenai penjaga itu,


yang memimpin misi ini sekarang Reymond, karena Mesiya di tugaskan mengawasi Ryan.


Kini mereka masuk dan mulai menyerbu markas tersebut, di luar nampak seperti gudang sayuran, karena mereka memasukan paket mereka dalam karung cabai atau rempah-rempah.


Kini mereka masuk lebih jauh, karena keamanan sudah dilumpuhkan, saat mereka masuk Tak ada sinar laser yang menyerang mereka.


Sementara di ruang kendali, seorang pria sedang memaki kecil, ia melihat layar monitor tak berfungsi semua. kini ia yakin markas mereka sedang di retas seseorang.


berawal mati lampu mendadak, saat nyala sistem keamanan malah down


Pria itu masih berkutat dengan laptop di tangannya,


keringat dingin menetes di pelipisnya.


jika keamanan bisa di tembus, artinya tamatlah riwayatnya.


ia merutuki kebodohannya karena sejak kemarin ia merasa sedikit aneh, ada virus lemah yang menyerang


rupanya hacker itu menguji dengan virus umum agar pria itu tak curiga


"Ada apa ini??" tanya seorang pria tampan dengan kacamata bertengger di hidngnya yang mancung, begitu masuk ke ruangan tersebut


"itu pak....


kemungkinan di serang"ucap pria itu gemetaran


"Apa maksudmu kemungkinan?? dasar bodoh, awas" teriak pria itu mendorong pria yang satunya.


jarinya langsung dengan lincah bergerak, ia sesekali terlihat menyeringai membuat pria yang di sampingnya memandangnya aneh.


"Tak usah memandangku seperti itu, aku suka tantangan.


kita sudah di retas sejak kemarin.


bodoh kau, dimana ku mendapat ijazah???" cibir pria itu tanpa menoleh


"Maaf..."

__ADS_1


Srettttt


crasssss


sebuah pisau terbang tepat mengenai kepala pria itu, dan menghembuskan nafas sebelum menyelesaikan kalimatnya


Anak buah pria itu terlihat terkejut dan langsung ketakutan.


wajahnya pias dalam sekejap.


pria tampan yang terlihat kalem, baik hati dan ramah itu seorang pembunuh berdarah dingin.


ia tak tahu jika pria muda itu sungguh kejam, tepatnya iblis berwajah malaikat.


"Kau cepat bantu aku, ambil laptopku" ucap pria itu menunjuk salah satu anak buahnya


"Sayang Simon,


mama cari-cari ternyata kau....,


Simon apa yang terjadi disini???" tanya wanita paruh baya itu yang di dorong seorang perawat masuk ke dalam. Wanita itu menatap tajam pria yang dipanggil Simon sambil melirik ke arah pria yang tergelatak di lantai tak bernyawa lagi


"Ma... sebaiknya mama pulang sekarang.


selagi keadaan masih terkendali.


aku tak bisa memprediksi kedepannya" ucap Simon tanpa menoleh


"Mama baru tiba satu jam lalu Simon, apa kau sengaja mengusir mama???


dan lihat, mengapa kau membunuh dia???


kau merusak pemandangan mama saja"


"Dia bodoh ma" ucap pria itu santai m, tersenyum lebar ke arah wanita tua itu, seolah membunuh hal yang biasa


"Kita di serang, sistem keamanan kita sudah di lumpuhkan"ucap Simon kembali serius


"Ah ****, mengapa aku sial sekali


setiap kali aku datang mengunjungi markas. ada saja orang sialan yang mau menghancurkan markas ku.


jika aku tahu dalangnya, aku akan bunuh mereka semua" teriak wanita itu murka dengan wajah tuanya yang menyeramkan.


"Ma, tenanglah ma...


sebaiknya mama sekarang keluar dari markas ini selagi masih bisa selamat"


"Tapi kau nak, mama sudah menanti lama untuk pulang. Mama tidak mau kehilanganmu.


tak apa kita kehilangan .."


"Aku tak mau jerih payah hilang.


mama sudah membesar kan ku, kini saat nya aku membalas semua nya ma.


mama jangan khawatir, aku ingin membangun terowongan rahasia disini, jika terjadi sesuatu, aku akan menyelamatkan diri


saat ini aku ingin berjuang.


sudah pulih sistem kita yang di inti.


aku bisa memulihkan sistem keamanan kita ma"


"Baiklah, jaga dirimu" ucap wanita itu yang tak lain salah Sena wong.


Tak ada yang tahu Sen memiliki anak haram dengan selingkuhannya, dan anak itu kembali saat mendengar saudari tirinya masuk bui.

__ADS_1


Mereka berpelukan dan Sena segera di keluarga oleh orang kepercayaan nya lewat jalan rahasia yang hanya di ketahui Simon Wong.


sebelas dua belas dengan Sena, putranya itu sangat kejam, berdarah dingin pula.


tapi memiliki otak pintar. Sayang pengetahuannya di gunakan untuk hal yang tidak baik.


"Lapis dua aman, sistem save" ucap nya menyeringai lebar.


sementara Sena sudah keluar dengan selamat dari markasnya melalui pintu rahasia


Sena memakai anaknya karena menempatkan pintu rahasia di gudang tua tak terpakai, tepatnya di sebelah toilet umum


saat keluar Sena langsung batu-batu dan muntah-muntah


"dasar rakyat jelata menjijikkan, sial bau" teriak Sena memakai


Sementara perawat yang mendorongnya hanya bisa menghela nafas, begitu pula pengawal pribadinya.


mereka sudah hapal sifat Sena wong.


Sementara Simon terus memperbaiki, ia mendengus kesal saat melihat di cctv, basemen, lantai satu dan lantai dua sudah lumpuh total.


Simon men-zoom di bagian basemen, ia melihat beberapa orang sedang mengangkat tubuh pekerjanya


alis Simon berkerut


"Tak ada darah, tak ada perlawanan.


hanya beratkan seperti mereka di lumpuhkan tanpa di bunuh" gumam Simon lalu mulai memindai para pekerjanya, terlihat denyut jantung pria yang ia scan.


"Mereka masih hidup


apa-apaan ini????, bagaimana mereka melumpuhkan sebanyak tiga puluh orang dalam waktu yang hampir sama, jika tidak pastinya akan terjadi kericuhan.


Periksa CCTV, " ucap pria itu, lalu monitor pintar di depannya langsung menampilkan rekaman sebelum kejadian. Simon memperhatikan saat satu persatu karyawannya tumbang.


"zooiooommmm" gambar di perbesar dan terlihat dalang di balik itu semua, alis Simon berkerut dan akhirnya dia berdecak antara senang dan kesal


"Sial, aku yakin itu robot, tapi bagaimana tidak terdeteksi dan...


Sepertinya aku harus bertemu si pencipta robot itu.


aku tak menyangka di negara ini ternyata ada orang jenius, aku tak suka di kalahkan!!!" gumam Simon menyeringai lebar


Ia memeriksa lantai Tiga dan mengarahkan cctv nya ke arah robot-robot mini Davina.


satu persatu jatuh terkena tembakan berfrekuensi tinggi khusus untuk robot


"Bingooooo..,


harusnya ku sadar setelah menemukan gadis robot itu, pasti pemiliknya akan datang hahahaha


temuan hebat,temuan hebat" ucapnya bertepuk tangan senang


Sementara di dalam mobil Van ,Alexa memukul meja di depannya dengan kesal


"Mereka melumpuhkan robot mu dan sistem sudah pulih" ucap Alexi


"Tenang permainan baru di mulai.


pakai laptop mu, aku rasa kita mendapatkan lawan yang sepadan, aku tak tahu siapa, tapi dia patut di acungi jempol berhasil mengembalikan sistem yang sudah kau retas dengan cepat.


Aku ingin bertemu dengan pria itu hahaha"


"Alexi, apa adikmu harus se-senang itu di saat sekarang???" bisik Alexi Carter ngeri melihat kelakuan cucu nya


"Kakek, sudah ku katakan cucu kesayanganmu itu, sedikit..." ucap Alexi menyilangkan tarinya di kening

__ADS_1


__ADS_2