
Sepanjang jalan kakek wong mengamuk, ia mengeluarkan sumpah serapah pada asistennya juga pengacara keluarganya.
Ia tak menyangka bahwa kesempatan emas di depan matanya menghilang begitu saja,
dan terlebih apa yang ia inginkan musnah dalam sekejap.
Kedua orang asing itu merebut paksa apa yang sangat Chandra impikan.
"Kalian bodoh, tak becus mengurus hal sepele seperti itu!!!
Sudah ku katakan kita akan rugi dan untung di saat bersamaan, kalau begini aku rugi, rugi!!!"
"Tuan wong, kami sudah berusaha agar saham mereka di beli oleh orang kita, tapi saya tak mengerti mengapa jatuh ke tangan mereka" ucap Hadi
"Itu karena kau dungu" bentak Chandra wong membuat Hadi bungkam.
Hadi adalah asisten dan tangan kanan Chandra wong, Hadi mengurus semua urusan yang berkaitan dengan Chandra, termasuk membereskan orang yang menyinggung Chandra wong
Semua pekerjaan di lakukan Hadi dari yang lurus sampai pekerjaan kotor.
"Tuan Wong, pak Hadi tidak salah, kita juga masih memiliki orang yang memihak kita" ucap Wawan pengacaranya
" kalian berdua sama tak berguna nya.
Pikirkan cara bagaimana menyingkirkan mereka dari perusahaan ku.
Cari tahu wanita itu.
Aku merasa sangat familiar, entah pernah lihat dimana" ucap Chandra berusaha mengingat-ingat
"Nona Elle maksud anda???"
"Siapa lagi??? yang ada di dalam ruangan itu hanya cucu sialan ku dan wanita itu.
Apa aku tak mengenali cucu sialan itu???
yang ku maksud wanita misterius itu!!!!"
"Tuan Wong, apa anda tak merasa dia sangat mirip dengan nyonya muda, cucu menantu anda"ucap Hadi lirih
"Maksudmu wanita sialan itu?????" tanya Chandra menaikan sebelah alisnya
"Tidak mungkin" jawab Chandra membalas pertanyaan sendiri, membuat Hadi dan Wawan saling pandang.
Dalam hati mereka dongkol.
kakek tua ini sulit sekali di layani.
jika bukan karena balas Budi, mereka tidak Sudi bekerja dengan Chandra.
Pria tua itu sangat kejam dan tak manusiawi.
"Hadi, cari taku siapa wanita itu, berikan laporannya secepatnya.
dan kau juga harus mencari cara menjatuhkan Reymond.
kirim anak buahmu mencari kelemahan Reymond.
aku yakin pria arogan itu memiliki sebuah rahasia.
diusianya yang muda sudah memiliki perusahaan sekelas diamond ltd, pasti ia memiliki sisi gelap nya.
__ADS_1
selidiki itu dan laporkan padaku.
owh ya, jika wanita itu adalah Camila tangani dia.
aku tak mau dia mengacau di daerah kekuasaannya.
gunakan titik lemahnya untuk membuatnya menyerah" ucap Chandra wong tersenyum jahat
"Wawan, kau bilang kita menemukan petunjuk di negara I, apa sangat kebetulan sekali kita selalu kehilangan jejak di negara itu dan kedua orang asing itu berasal dari sana. Ini sangat kebetulan sekali" gumam Chandra lirih
"Akan saya segera cari tahu tuan" ucap Wawan lugas.
"Kita ke mansion wanita sialan itu"ucap Chandra menutup matanya lelah.
"Baik tuan" sahut Hadi menghela nafas.
sudah lebih dari empat puluh lima tahun, pria itu masih saja membenci anak tak bersalah itu, harusnya Chandra yang di salahkan karena memperkosa mama dari nyonya Susan, wanita yang sangat malang.
sekalipun di dalam darahnya mengalir darah Chandra, dia tak pernah diakui anak oleh Chandra wong.
Mobil memasuki gate menuju mansion megah keluarga wong.
Chandra kembali ke mansion nya dengan hati kesal.
Ia tidak langsung menuju ke mansion utama, melainkan menuju bagian kiri paling ujung yang masih berada di lingkup kompleks perumahan khusus keluarga wong.
Berbeda dengan arah ke mansion utama atau mansion cabang milik anak-anak Chandra wong lainnya, jalanan ke mansion kecil itu rusak bahkan tidak seperti mansion keluarga kaya, kanan kiri di tumbuhi tanaman buah-buahan dan cabe serta singkong.
lebih mirip ke rumah warga di pedesaan
Chandra menatap sinis pemandangan di depannya seolah mengganggu matanya.
"Singkirkan semua besok, ini bukan di desa" ucap Chandra dengan penuh arogan.
pria tua itu sungguh tak punya perikemanusiaan.
Bagaimana dia bisa begitu kejam pada darah dagingnya sendiri???
Sekalipun Susan anaknya namun Chandra tak pernah memberinya uang, Susan hanya di beri tempat tinggal, itupun alakadar tak seperti anaknya yang lain.
Untuk menyambung hidup Susan menjual sayur mayur bahkan berjualan cemilan yang ia titipkan di warung-warung.
Hanya Charlie yang perduli pada bibi nya itu.
Charlie bahkan membiayai Jeson dan Jessy sekolah
Dia memberikan mobil nya pada Susan dengan alasan Susan membelinya, jika tidak Sherly akan merebutnya kembali.
Tak ada yang perduli di keluarga wong selain Charlie.
Setelah setengah jam, mereka melihat rumah yang terlihat kusam, namun sepertinya rumah itu sudah tak ada penghuninya, terlihat dari rumput yang meninggi di bagian halaman rumah
"Apa ini rumah mereka???"
"Benar Tuan"
"Mengapa seperti rumah tak berpenghuni??????" tanya Chandra lalu turun dari mobil.
Hadi dan Wawan segera memasuki pekarangan rumah mungil itu, bahkan kediaman para pembantu lebih baik dari kediaman Susan.
Pintu di ketuk tidak ada jawaban, saat Hadir Membuka handel pintu, pintu terbuka, sepi....
__ADS_1
"Nyonya Susan, saya Hadi nyonya...." panggil Hadi, namun sepi..
Hadi masuk dan melihat semua seperti sudah di tinggalkan la, namun mengapa ia tak tahu???
Hadi keluar dan melaporkan pada Chandra
"Bagaimana kau tak tahu anak sialan itu sudah tak disini?? Sial.
cari tahu kemana mereka pindah!!!!" bentak Chandra lalu mengibaskan tongkatnya kembali masuk ke dalam mobil.
kini suasana hatinya makin buruk.
Sementara di tempat lain
"Sayang dari mana kamu????"
"Aku dari perusahaan kakek tua itu ma"
"Jessy....
apa yang kau lakukan???
dengar nak, kakekmu sungguh...."
"maaaa....
dia bukan kakekku!!
Sejak kapan dia menganggap kita keluarga??? tidak pernah ma...
kita sudah meninggalkan keluarga Wong, kita tak ada sangkut pautnya dengan keluarga wong dan saham ini...
ini hal kita, walau kak Charlie yang memberikannya pada kita, tapi itu karena kita berhak!" ucap Jessy kesal mamanya masih saja membela kakek tua itu
"Benar ma, Jeson enggak Sudi memiliki kakek seperti dia.
cukup ma kesabaran mama. mama berbakti, tapi tak pernah di hargai.
sekarang Jeson sudah bisa bekerja, kita juga sudah memiliki rumah ini.
Mama lupakan masa lalu dan kita rajut masa depan kita
Toh dengan atau tanpa nama Wong, kita adalah kita, tak pernah berubah"ucap Jeson anak pertama Susan
"Kau benar nak, mama bertahan untuk kalian berdua"
ucap Susan menghapus air matanya, ia memeluk kedua anaknya, mencium kening keduanya dengan penuh kasih sayang.
Jessy tersenyum pada Jeson, di balik punggung mamanya ia mengacungkan jempol.
kakaknya itu sangat irit bicara, ini pertama kalinya ia berbicara panjang dan mengena di hati Susan.
Assalamualaikum,
Inalillahi wa'inna illahi rojiun
telah berpulang ke Rahmatullah mama tercinta author,
author mohon doa nya semoga Almarhumah diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadahnya.
Author mohon maaf untuk beberapa hari kedepan author tidak bisa update.
__ADS_1
pooh