
mobil yang menjemput Meisya sudah memasuki pelataran mansion baru milik Alexa.
Mesiya keluar dari dalam mobil di ikuti oleh Alexi Carter dan juga asistennya.
mereka langsung di sambut oleh Alexa dan Alexi juga Ryan.
Melihat kedua anak kecil yang menggemaskan di depannya, hati Alexi Carter yang sudah membeku sekian lama menghangat.
entah mengapa ia menyukai keduanya walau ia juga masih sangsi apakah benar Alexa dan kembarnya Alexi benar adanya cucunya.
karena hasil test DNA yang di lakukan baru keluar hari ini.
namun namanya insting seorang kakek tak bisa di bohongi
Ada rasa tertarik dan ingin dekat, seperti magnet yang menarik tubuh tuanya menuntunnya memeluk kedua anak kecil di depannya itu.
"Hallo kakek, selamat datang" sapa Alexa manis.
namun karena Alexi Carter langsung memeluknya kedua anak kembar itu terkejut
tak terkecuali asisten pribadi Alexi
ia tak pernah melihat bos nya bisa hangat pada anak kecil.
Pria paruh baya itu cenderung dingin dan sulit di dekati.
"Kakek tua, kau ingin membunuhku" ucap Alexi membuat Alexi Carter langsung tersadar dan buru-buru melepaskan pelukannya
"Maaf pria kecil, aku hanya sedikit antusias" ucap Alexi Carter melihat cucu lelakinya.
ya walau masih di usia sangat belia, pria kecil di depannya sangat mirip dengan ya dalam hal perangai
"Harap anda sopan anak kecil" ucap asisten mengingatkan Alexi junior
" Tak apa, dia memang cucuku.
di dalam dirinya mengalir darah Carter yang dingin dan tangguh hahahha"
"Tapi Tuan hasil DNA..."
"Aku kali ini percaya instingku.
tidakkah kau lihat, keduanya mirip denganku.
ah tunggu...." Alexi Carter maju selangkah dan menarik tangan Alexa dan Alexi.
entah apa yang ia lakukan, seperti mencari sesuatu.
tak lama ia tersenyum.
"Mereka memang keturunanku, keturunan keluarga Carter" ucap Alexi Carter mantap
"Tuan anda jangan bercanda"
"Tidak, aku serius.
setiap keturunan Carter pasti memiliki tanda lahir berupa tanda hitam di lengan kanan mereka berbentuk kupu-kupu.
__ADS_1
well kedua anak menggemaskan ini memilikinya"
"Bisa aja mereka....."
"Tak ada yang tahu mengenai itu.
hanya para tetua keluarga ku yang tahu.
jangan menyangsikan mereka lagi" ucap Alexi Carter kembali memeluk si kembar
"Kakek, aku tahu kau bahagia.
tapi, kau bisa membuat kamu mati lemas kurang oksigen" ucap Alexa .
"Hahaha maaf, maaf
aku hanya sangat bahagia" ucap Alexi Carter
"Kakek Carter kau aneh seperti kakakku" celetuk Alexa melihat kesamaan di keduanya
"Jangan samakan aku dengannya" ucap Alexi mendahului semuanya masuk ke dalam mansion.
ia menggoyang-goyangkan bahunya karena sedikit sakit akibat pelukan kencang Alexi Carter
"Hahahhaa, dia cucuku" ucap Alexi Carter seolah tak puas memberitahu semua orang jika si kembar cucunya.
"Mari masuk kakek Carter, anda pasti lelah setelah perjalanan jauh"
"Siapa bilang???
Aku bukan pria tua renta yang lemah.
"Kakek tua turunkan aku.
aku bukan anak kecil" teriak Alexa dengan muka merona merah karena malu .
sementara Alexa Carter hanya tertawa tak perduli membawa Alexa masuk ke dalam mansion di ikuti oleh asisten nya dan Meisya.
Meisya hanya senyam senyum melihat kejadian di depannya.
ia ikut senang akhirnya Alexa dan Alexi menemukan kakeknya yang selama ini hilang
"Kakek tua turunkan aku, aku masih punya kaki" teriak Alexa kesal.
namun ada rasa senang yang sulit ia ungkapkan hanya saja ia terlalu malu mengakuinya di depan semua orang. terutama Meisya, anak buahnya
"Diam Lah gadis kecil, atau kau akan terjatuh" ucap Alexi Carter tersenyum lebar.
ia sangat menyukai cucu perempuannya itu.
dia sangat menggemaskan dan juga pemberani.
serta satu lagi, dia super jenius seperti yang Meisya ceritakan. dari cara dia berbicara saja Alexi Carter sudah bisa menilai bahwa ucapan Meisya bukan isapan jempol walau ia belum melihat buktinya secara langsung.
Sepanjang perjalanan mereka tadi, Mesiya di minta menceritakan secara detail bagaimana kehidupan istri, anak dan cucunya.
Alexi Carter sungguh tak menyangka sama sekali bahwa akan datang hari dimana ia memiliki keluarga lagi.
__ADS_1
Alexi Carter sudah putus asa saat dulu ia melihat Hanna Li di makamkan, tapi????
rupanya semua ulah Chandra Wong untuk membuat Alexi tak kembali lagi.
#Flash Back
Alexi Carter, pemuda tampan berasal dari Rusia, di usia nya yang masih belia dia menduduki posisi penting sebagai orang CEO perusahaan.
Ia kemudian kenal Sherly, namun ia menganggap Sherly hanya teman, dan akhirnya ia jatuh cinta pada Hanna Li, seorang gadis Tionghoa yang berasal dari keluarga sederhana
Mereka lalu menjalin cinta hingga memutuskan menikah
Sherly yang sangat mencintai Alexi meminta mamanya menyingkirkan Hanna Li,
bukanya menyingkirkan Hanna Li, Chandra wong malah menyingkirkan Alexi Carter yang di nilainya bisa menggoyahkan kedudukannya di keluarga Wong.
Ia memukuli Alexi dan membuangnya ke negeri terpencil
Alexi Carter yang terluka parah beruntung di tolong seorang mafia tua yang merasa kasihan, Alexi Carter membutuhkan waktu lama untuk pulih dari cideranya yang parah, namun sayangnya ingatannya hilang separuh, ia hanya ingat punya kekasih bernama Hanna Li.
Atas pertolongan mafia itu ia kembali ke Indonesia, namun Chandra wong tak mau ambil resiko dengan kembalinya Alexi Carter, ia mencari mayat seseorang yang mirip Hanna Li, dan menguburkannya, sehingga Alexi menduga kekasihnya itu sudah mati, padahal Chandra menyekapnya.
Alexi kembali ke negara dimana ia di buang, lalu mewarisi semua kekayaan sekaligus kekuasaan kakek tua itu dan tak pernah mengungkit masa lalunya lagi hingga Meisya datang.
#Flash Back Off
Alexa menghapus air matanya mendengar cerita kakeknya, ia memang gampang terhanyut suasana
"Kakek, aku tahu kepergian mu karena ulah Chandra wong, tapi aku tak tahu kau menderita.
Saat ini nenek di rawat di rumah alit dan mama ku, yang tak lain adalah anak kakek sedang dalam kesulitan.
Maukah kakek bersama kami membantu mama dan membawa kebahagiaan keluarga kita lagi?" tanya Alexa bijak
"Tentu saja sayang, tanpa kau pinta kakek akan melakukan apapun untuk kalian" ucap Alexi Carter.
"Baiklah bir Meisya yang menjelaskan rencananya.
Aku sudah memiliki bukti penggelapan uang yang di lakukan oleh Chandra wong, juga Sherly dan Ferdinan.
Dan satu lagi, kejahatan terbesar Chandra Wong"
"Bagus tapi kita perlu bukti lain"
"Aku perlu bantuan asisten tuan Carter, jika anda berkenan" ucap Meisya
"Gunakan dia sesuka hatimu, sekalipun kau ingin memukulnya aku tak akan marah, dia milikmu sekarang" ucap Alexi Carter
"Tuan....." ucap Meisya dan si asisten dengan dua ekspresi berbeda
"Saya,...
saya hanya butuh sedikit bantuannya, bukan memintanya jadi anak buah saya tuan Carter anda salah paham"
"Tidak, justru saya membebastugaskan dia agar dia fokus pada perintahmu" ucap Carter terkekeh melihat ekspresi Meisya
"Kakek tua kalimat mu berlebihan" ucap Alexi menggeleng
__ADS_1
"Bocah nakal, aku kakekmu dan belum terlalu tua Juga" ledek Alexi Carter bahagia berada di tengah-tengah dua cucu nya