Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Bantuan


__ADS_3

"Aku... aku ingin menyelamatkan gadis robot itu" ucap pria itu lirih


"Kau gila!!?!.bosan hidup!!!!


kita cuma kecoa yang bisa di injak dengan mudah,


bro kita sudah berteman sejak kecil, aku anggap aku tak mendengar ucapan mu!!!!!"ucap pria bertubuh gendut pada temannya


"aku...."


"tutup mulutmu kawan, dan cepat makan.


kita mencari makan untuk keluarga kita, jangan sampai kau justru membuat keluargamu binasa.


sob, kita tumbuh besar tanpa keluarga.


kau tahu rasanya bukan???


jangan sampai anak-anak kita merasakan apa yang kita rasakan, cukup ikuti saja arusnya, jangan menentang atau kau tenggelam" ucap pria bertubuh gendut menepuk bahu sahabatnya


"Tetap saja aku merasa dia seperti manusia..." cap pria itu menghela nafas.


Tanpa mereka sadari, ada dua orang yang mendengar percakapan mereka, keduanya terlihat tegang dengan ekspresi sulit di ungkapkan.


Meisya bersiap dengan jarum nya, ia tak ingin Ryan mengacaukan situasi.


tentu saja Meisya mengerti apa yang di rasakan oleh Ryan, dia pun merasakan sakit, sedih dengan pa yang di alami Belle.


sekalipun gadis kecil itu bukan manusia, tapi ....


Ryan merasa darahnya mendidih, ia ingin menguliti Sena hidup-hidup rasanya.


sementara Meisya memegang tangan Ryan yang mengepal di bawah meja.


beruntung malam itu hanya dua meja yang terisi karena cuaca hujan rintik membuat orang malas keluar rumah.


"Meisya... aku...."


"Aku mengerti bagaimana perasaanmu.


kendalikan emosimu!!!!


kau ingin balas dendam bukan??? jangan mengacaukannya!!!!


aku tahu putrimu kuat.


kita akan membalas mereka seratus kali ah tidak, seribu kali lebih kejam!!!!!" ucap Meisya penuh penekanan.


Ryan menatap Meisya, wanita cantik yang terlihat cuek itu menampakkan sorot mata menakutkan.


Meisya menoleh dan tersenyum.


menepuk tangan Ryan menguatkan.


entah mengapa Ryan merasa sedikit tenang, ternyata wanita menyebalkan itu bisa membuatnya tenang,


Suasana kembali hening, tak ada percakapan hingga pria bertubuh gendut terlihat berkeringat dingin dan memegangi perutnya


"Bro...


perutku... ahhhh sial aku mau bertelur" ucapnya sambil berlari keluar warung makan meninggalkan pria bertubuh kurus


"Dasar kebo, habis makan bertelur.. " gumam pria itu menggelengkan kepala melihat sahabatnya kembali ke dalam markas mereka.


Ryan kembali menatap Meisya, gadis itu terlihat nyengir kuda


"Apa ini ulahmu???"tanya Ryan


"Hehehe..." Meisya tak menyahut, ia hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil nyengir


"Kapan dia melakukanya??? yang kulihat sejak tadi dia hanya makan, gerakannya sangat cepat sampai mataku saja tak melihat


untung wanita ini adalah kawan, jika lawan....


ah aku sulit membayangkan,..." gumam Ryan menatap Meisya lekat

__ADS_1


"Jangan ngeliatin gue aja, nanti loe jatuh cinta nangis" ucap Meisya membuat Ryan langsung membuang pandanganya ke arah lain


Meisya tertawa kecil lalu ia mengambil ponselnya dan terlihat sedang berbicara serius dengan seseorang.


Ryan tak bisa mendengar jelas , sebab Meisya memilih keluar warung makan.


tak berapa lama ia kembali dan mengedipkan sebelah matanya membuat Ryan sampai terbatuk-batuk


Meisya tertawa kembali.


membuat jantung Ryan berdetak kencang


"Sial, gadis ini kenapa manis sekali saat tertawa.


tapi dia gadis berbahaya, aku tak mau dekat dengannya" gumam Ryan dalam hati


"Ingat Ryan loe udah tua, kalaupun loe harus jatuh cinta, bukan dengan gadis bau kencur seperti Meisya" ucap Ryan mengingatkan dirinya sendiri.


srtuuuutttt


crassssshhhhh


BRUGHHH


pria bertubuh kurus itu tertidur di atas meja makan.


"Bawa pria itu, aku akan memberikan pemilik warung"ucap Meisya tanpa menunggu jawaban, Meisya sudah berbincang-bincang dengan pemilik warung. terdengar tawa garing wanita cantik itu


Ryan secepat kilat membawa pria bertubuh kurus itu menuju mobil mereka.


Ryan sampai menggunakan ilmu meringankan tubuhnya untuk mempercepat gerakannya.


"Baiklah pa, saya terima kasih, hujan sudah sedikit reda" ucap Meisya melirik ke arah meja, Ryan sudah mengamankan target. Meisya melakukan gerakan cepat mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu dan menjatuhkannya di lantai


"Astaga pa, sepertinya ini milik pria yang tadi duduk disini. mungkin dia buru-buru"


"Ah iya tadi bapak liat temannya kebelet setor, ya udah neng biar bapak simpan.


nanti kalau ornagtua datang biar bapak kasih kembalinya" ucap pria tua itu


tadi kami duduk lama, ya hitung-hitung kamu sewa pak"


"Tidak-tidak usah nak"


"Terima lah pak, ini rezeki bapak" ucap Mesiya tersenyum tulus


"terima kasih nak, semoga anak dan suami anak selalu langgeng sampai kakek nenek dan di beri keturunan yang banyak"


"Hehe aminnnn" ucap Mesiya tak bermaksud meluruskan kesalahan pahaman.


ia berjalan menuju mobil.


sepanjang jalan Ryan terus mencuri pandang ke arahnya.


membuat Meisya serba salah


"Kenapa kau melirik ke arahku????" tanya Mesiya galak


Ryan lalu menghentikan mobilnya dan tubuhnya condong ke arah Meisya.


Meisya gugup, ia mengira Ryan akan menciumnya.


entah mengapa ia malah menutup matanya malu


"Earphone mu masih on" ucap Ryan membuat Meisya langsung membuka matanya dengan wajah merona merah, ia sangat malu dan merutuki kebodohannya.


"Apa kau senyum-senyum" bentak Meisya galak menutupi perasaannya yang sangat malu


" Sial, apa yang akan di pikirkan Ryan??


Mesiya kenapa loe bego amat sih????


pede banget tuh pria aneh cium loe, dasar gatel loe Meisya" maki Meisya pada dirinya sendiri


"Itu...

__ADS_1


apa kita seperti suami istri???" tanya Ryan tiba-tiba ketika mereka sudah menjalankan mobilnya


"Tidaaaakkkk" teriak Meisya.


membuat Ryan terkejut dengan respon Meisya.


"Maksudku, tidak" ucap Meisya menunduk


"Aku harus melihat kondisi Bellina, setelah putriku dapat kutemukan, baru aku akan memikirkannya, jadi bersabarlah" ucap Ryan.


Meisya menatap Ryan bingung dengan maksud pria itu.


apa Ryan memintanya menunggu???


apa Ryan menyukainya????


entahlah, kalimat Ryan ambigu,


Sementara di tempat lain, Alexi bersorak girang sudah berhasil meretas sistem keamanan tempat itu, Charlie dan Alexi berpelukan tanpa sadar.


Bahakan Charlie sampai mencium kening Alexi. ia bangga putranya sangat jenius.


tanpa mereka sadari Alexi tersenyum licik menatap keduanya


"Tak apalah membantu kakakku yang angkuh, jika hasilnya seperti ini, keluargaku akan cepat berkumpul kembali" gumam Alexa tersenyum penuh arti.


Mereka akhirnya kembali ke markas, sementara Reymond dan anak buahnya memilih tetap standby di lokasi.


kini semua orang sudah berkumpul di markas mereka.


pria kurus yang bernama Kirman itu sudah siuman dan terlihat ketakutan.


akhirnya Meisya membawa pria itu ke ruangan Alexa untuk menjelaskan sekaligus meminta maaf.


Ryan juga ikut masuk ke dalam


"Mau apa kalian membawaku??? aku orang miskin tak punya apa-apa.


apa kalian organisasi perdagangan organ???


tuan anak saya masih kecil-kecil. jika kau ambil ginjal saya satu saja, saya berjanji tidak akan berkoar-koar di luar sana, tapi jangan bunuh saya" ucap pria itu ketakutan bahkan sambil menangis


"Pak Kirman, saya meminta maaf atas ketidak sopanan anak buah saya.


kamu membawa pak Kirman tanpa izin"


"Kau ..


kau anak kecil??


ah kau robot????" tanya Kirman teringat anak kecil yang di bedah oleh dokter di markas mereka


"Bukan pak Kirman, aku manusia" ucap Alexa mendekati Kirman yang terlihat ketakutan.


Kirman mencolek Alexa memastikan


Alexa, jangan dekat-dekat nak papa takut dia berbuat nekad" ucap Charlie khawatir


"Tidak pa, pak Kirman orang baik" ucap Alexa membuat Kirman yakin di depannya bukan ornagbkahat, tapi siapa mereka???


mengapa mereka harus susah-susah menculiknya????"


"Pegang tangan saya dan lihat ini" Alexa bahkan menggores tangannya sedikit, sehingga darah keluar dari jari kecilnya


"Alexa... ya Tuhan, ambil kita p3k" ucap Charlie panik


"Kak, tolong bawa papa keluar"


"Cih, baiklah.


ayo papa payah, kau hanya menggangu saudariku" ucap Alexi setengah menarik papanya.


"Meisya, lindungi putriku" ucap Charlie mengikuti langkah Alexi


"Maafkan papaku ya pak Kirman, dia sedikit..."

__ADS_1


__ADS_2