Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Sherly di tangkap


__ADS_3

Beberapa orang berseragam memasuki mansion utama keluarga wong.


para bodyguard tak bisa berbuat apa-apa untuk menahan mereka untuk menemui si empunya mansion.


Kedatangan mereka membuat gempar seisi mansion, tak terkecuali para penghuni bangunan kecil yang berada di belakang mansion ya tempat tinggal para pekerja.


Mereka langsung bergunjing tentang maksud kedatangan para pria berseragam itu.


Sementara Chandra dan Sena Wong terlihat muram rumahnya di satroni petugas penegak hukum di pagi hari ini.


mereka baru saja menyelesaikan sarapan paginya


Ketegangan terlukis di wajah Sherly, wanita paruh baya itu ketakutan sendiri. Sherly mengutuk Ferdinan yang menjerumuskannya, ia memang meminta Ferdinan korupsi tapi tidak , Ferdinan melakukan penggelapan dana melebihi apa yang Sherly pikirkan, rupanya Ferdinan memiliki kepentingan nya sendiri yaitu untuk keluarga barunya.


Mengingat Ferdinan hati Sherly bagai di tusuk seribu jarum, tiga puluh tahun lebih bersama ternyata ia tak pernah mengenal Ferdinan dengan baik, ia tertipu.


Sherly sungguh menyesal sudah menikahi Ferdinan, benar ucapan mamanya jika Ferdinan suatu saat akan menusuknya.


"suami hanya ibarat pelengkap dalam hidup, jangan jadikan suamimu temanmu karena pria itu tidak akan pernah jadi temanmu, tapi musuh suatu saat akan menikam mu saat kau lemah" ucap Sena Wong kala itu menasihati putrinya, namun Sherly bersikukuh mengabdi pada Ferdinan walau ia lebih banyak mendominasi.


Sementara Sena wong melirik ke arah suaminya, hatinya penuh kemarahan dan praduga.


namun melihat wajah datar pria tua itu, Sena jadi ragu.


apakah ini ulah Chandra atau bukan.


"Selamat pagi nyonya dan tuan Wong, mengganggu waktu sarapan anda"


"Katakan apa yang kalian mau?" tanya Sena wong walau ia sudah di beritahu petugas gate bahwa mereka membawa surat penangkapan.


"Saya membawa surat tugas atas nama Sherly Wong, kami mendapat laporan penggelapan dana yang dilakukan Sherly Wong"


"Chandra sialan kau, kau melaporkan putrimu!!!!!!" teriak Sena marah


"Sena, percaya atau tidak, aku tidak melakukanya"


ucap Chandra sama terkejutnya dengan dirinya


"Aku akan membunuhmu jika ini ulahmu!!!" ancam Sena mengabaikan kedua petugas penegak hukum di di depannya, seolah apa yang ia katakan sesuatu yang lumrah


"Nyonya tua, hati-hati perkataan anda bisa di tindak secara hukum jika tuan wong senior tak terima"


"Kalian...


berapa tua Bangka ini menyuap kalian" bentak Sena makin emosi


"Ma.... mereka aparat ma" bisik Sherly mencoba menenangkan mamanya yang kalap


"Nyonya wong, jika anda berkata yang tak masuk akal lagi, kami akan menangkap anda sekalian dengan tuduhan menghina dan memfitnah petugas, apa anda yakin kuat di dalam penjara dengan tubuh renta anda" ucap petugas yang sejak tadi diam.


dia menghela nafas kesal karena tuduhan tak beralasan wanita tua itu


"Ma, tahan emosi mu, jika kau masuk juga ke penjara, siapa yang akan membebaskan aku??" bisik Sherly dengan wajah memelas

__ADS_1


Perkataan Sherly seolah tamparan kencang yang langsung menyadarkan Sena, wanita tua itu langsung terdiam Tan berkomentar apapun.


"Tunggu mama akan membebaskannya nak" ucap Sena menahan semua sedihnya melihat putri kesayangannya di giring masuk ke dalam mobil petugas penegak hukum.


Begitu Sherly pergi, Shena melempar tongkatnya.


Chandra yang sudah paham sifat Sena terlihat tak terkejut sama sekali.


"Chandra wong, katakan mengapa kau memenjarakan putriku???"


"Susah ku katakan, aku tak terlibat dalam hal ini.


aku sudah mendapatkan apa yang ku mau, Sherly??


Buat apa aku mengganggumu lagi"


"Baik, kita lihat buktinya nanti"


Sena memanggil asisten pribadi nya lalu membisikkan sesuatu, satu jam kemudian si asiiten kembali dengan nafas tersengal


"Lapor nyonya besar, nyonya Sherly di tuntut oleh perusahaan Wong, dalam hal ini bisa saja tuan besar terlihat, namun melihat gelagatnya Tian besar tak ikut andil dal pelaporan ini terlihat ia juga terkejut.


Saya sudah meminta pengacara kita mendampingi nyonya Sherly.


Oh ya pelapor bernama Camilla, apa itu..."


"Wanita jalan itu, dia mantan menantu Sherly.


Dasar ****** sialan


Cari keberadaan Ferdinan, pria sialan itu yang harusnya mendekam di balik jeruji besi" ucap Sena wong


"Baik nyonya besar"


Belum ia pergi dari hadapan Sena wong, asisten pribadi Sena menerima panggilan masuk dari pengacara keluarga Wong yang ia kirim untuk mendampingi Sherly


"Nyonya, Ferdinan juga di jemput polisi, tapi kondisinya sedikit berantakan, sepertinya pria itu berniat melarikan diri tapi tertangkap"ucap si asisten


"Jika pria sialan itu juga di tangkap, berati bukan dia dalangnya.


Aku terlalu meremehkan Camilla Li, harusnya aku bunuh wanita itu sejak awal"


"Apa kita harus menghabisinya sekarang nyonya besar???"


"Kau gila, Camilla bertindak pasti dia punya rencana.


lagi pula wanita itu kini sudah berbeda.


dia sudah tidak seperti dulu.


dia arsitek terkenal dan juga seorang miliader muda, kau pikir mudah menyentuhnya???"


"Lalu apa yang harus kita lakukan?"

__ADS_1


"kita harus menyingkirkan ya dan membuat seperti kecelakaan, tapi buat dia menyesal sudah mengusik putriku, maka lakukan pertunjukan manis untuk anak nya juga"


"Akan saya lakukan segera"


"Bagus, pergilah" ucap Sena


"Sena,Sena, kau berharap bisa membalas sakit hatimu pada Camilla?? Kau salah besar jika melakukan itu.


Tapi aku punya kunci untuk membuat wanita itu bungkam, asal sahamnya kau alihkan untukku"


"Chandra, kau sungguh ular, licik dan beracun.


apa kau pikir aku..."


"Kau pikir bagaimana aku bisa berada di puncak pimpinan perusahaan. saat ini???


Apa aku bisa membalikan keadaan semudah itu jika aku tak punya sesuatu yang buat wanita sialan itu patuh???'ucap Chandra menuju percaya diri


yang ia tak tahu adalah, Reymond sudah di bebaskan.


anak buah Chandra juga sudah mendekam di ruang tahanan milik Alexi Carter.


tanpa ada ayang tahu.


Alexi Carter langsung menelpon anak buahnya dan dalam hitungan jam, semua sudah bersih.


kini anak buah Alexi Carter yang memegang kendali.


Sena mempertimbangkan perkataan Chandra, walau ia tak menyukai suaminya itu, kini nyawa Sherly di pertaruhkan.


anak kesayangannya itu tidak pernah menderita, Sena tak bisa membayangkan kondisi Sherly saat di penjara, ia tak mau Sherly berada disana.


"Apa kali ini kau bisa di percaya???"


"Pilihan di tanganmu, aku hanya menawarkan kerjasama, tidak memaksa.


kau mau bekerjasama ayo kita hancurkan musuh-musuh keluarga wong, tapi kau tak mau kerjasama juga bagiku tak masalah.


aku akan tetap menghancurkan mereka yang sudah menghalangi jalanku.


Tapi alangkah baiknya kita mempersatukan kekuatan nenek tua.


kali ini singkirkan ego dan benci mu padaku


kita ada dalam koridor yang sama.


maju atau hancur" ucap Chandra dengan mimik wajah serius


Sena berfikir keras, ia tak punya pilihan, mungkin saja Chandra wong bisa membantunya.


"Baiklah, jangan pernah mengkhianati, sekalipun aku mati, pengawal rahasia keluarga mamaku akan mengejar mu walau ke liang lahat sekalipun" ucap Sena wong mengancam.


Sena memang bukan wanita tua biasa, ia memiliki dua keluarga besar di belakangnya.

__ADS_1


keluarga Wong dari pihak ayah dan keluarga Ye dari pihak ibu yang sama kejam dan sadisnya.


__ADS_2