Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Ternyata


__ADS_3

Di tempat berbeda


Camilla menurunkan anak-anaknya di kediaman Helen sementara waktu mereka akan tinggal di kediaman Helen sampai ia menemukan tempat tinggal yang layak dan aman untuk kedua anaknya.


karena tak mungkin mereka selamanya di rumah Helen Camilla tak mau merepotkan Helen.


Di samping itu Camilla akan lebih lega saat meninggalkan si kembar karena Helen dengan senang hati menjaga si kembar karena Helen sangat sayang pada si kembar,


Camilla meminta kedua anaknya tinggal, ia tak mau si kembar ikut ke rumah sakit, terlebih mereka masih lelah dan kondisi kesehatan Hanna belum ada perubahan.


Camilla akan membawa si kembar saat Hanna siuman,


Setelah membersihkan tubuhnya, Camilla langsung menuju rumah sakit tempat mamanya di rawat.


Sementara si kembar sedang asik melepas rindu dengan nenek Helen.


Helen bahagia sekali karena Camilla akhirnya memutuskan tinggal di rumah nya saat ia di Indonesia.


rumah nya yang megah hanya di tinggalin oleh dia dan putrinya saja, Helen bosan.


namun kini ada dua malaikat kecil yang sangat lucu, satu cantik dan satunya lagi sangat tampan, Helen bahagia.


ia sangat menyayangi kedua anak Camilla seperti cucunya sendiri.


Kini si kembar senang menonton kartun kesukaannya setelah beberapa jam lalu mereka asik bercanda dengan Helen.


sementara saat ini Helen sibuk memasak di dapur untuk makan malam mereka semua.


"Kak apa kau tahu???


tadi kita bertemu dengan siapa???" bisik Alexa pada Alexi


"Di bandara maksudmu????" tanya Alexi sambil mengunyah kripik singkong favoritnya


"Tentu saja, di mana lagi coba" Dengus Alexa


" Dia papa kita kak, aku yakin.


wajahnya sangat mirip denganmu" ucap Alexa


"Aku tahu" ucap Alexi Santai


"Kau...


apa kau tak ingin balas dendam???" tanya Alexa geram dengan tanggapan kakaknya yang terkesan cuek dan datar


"Aku sudah menyusunnya" ucap Alexi santai


melihat Alexa cemberut karena kalah start dari kakaknya


"taraaaaa.....


lihat papa payah itu sedang di sebuah bangunan, saat Ku searching itu adalah apartemen mewah"


"Apa yang kau lakukan???" tanya Alexi langsung bangkit mendekati adiknya yang sedang berada di depan sebuah laptop kecil


"Kau punya rencana, aku juga punya.


lihat, aku berhasil mencari dimana letak apartemen papa payah itu" ucap Alexa memperlihatkan laptop mini berwarna pink dengan stiker hello Kitty


"Kau...

__ADS_1


kau menempelkan alat pelacak??


sejak kapan?" tanya Alexi terkejut, dalam hatinya Alexi kagum. Adiknya itu ratu drama, Alexa pintar sekali mengobrak-abrik hati seseorang dengan suara, kata-kata dan mimik wajahnya


"Hahaha, sejak papa payah itu menghampiriku lah.


huh kau lambat bergerak.


Aku tahu kau berkolaborasi dengan om Reymond untuk membalas dendam" ucap Alexa santai memainkan pulpen di tangannya


"Huh itu hanya perjanjian kecil.


kau akan tahu nanti" ucap Alexi tak mau adiknya tahu


"Ajak aku dong kak, cepat beritahu aku.


apa yang kau rencanakan!!!!!" teriak Alexa kesal karena Alexi menyembunyikan sesuatu darinya


"Tidak sampai rencanaku berjalan delapan puluh persen"


"Ingat, kau butuh dukunganku, jika tidak aku pastikan mama akan tahu" ucap Alexa bersedekap dada


"Huh dasar gadis kecil pengadu" gerutu Alexi menatap sebal saudari nya


"Siapa yang mengadu????" tanya Helen yang mendekat dengan membawa nampan berisi dua gelas juice buah segar


"Terima kasih nek, Nenek aku mencintaimu.


kau tahu saja apa yang ku suka.


terima kasih nek.


"Terima kasih nenek Helen" ucap Alexi sopan.


ia melirik kearah Alexa. adiknya itu memfitnah nya


"Sama-sama sayang.


nenek akan kembali ke dapur ya.


jangan berkeliaran, duduk manis karena makan malam kita akan siap.


oh ya, mama kalian akan pulang telat, jadi kita tak perlu menunggunya pulang"


"Baik nek" ucap si kembar kompak


"Ya Allah cucu-cucu nenek yang pintar" ucap Helen menciumi pipi si kembar


Setelah itu Helen kembali ke dapur.


terdengar ia bersenandung lirih tanda suasana hatinya sedang baik


"Aku tak suka di cium, aku sudah besar" ucap Alexi


"Hahaha aku lebih suka tetap dianggap kecil


kau tahu??? dimanja itu enak"


"Cih dasar anak kecil" cibir Alexi


namun Alexa hanya tertawa kecil.

__ADS_1


ia memang suka menjadi anak kecil tapi anak kecil yang menggemaskan sekaligus licik.


"Aku akan menelpon om Rey, pasti dia akan memberitahu ku" ucap Alexa membuat panggilan video call melalui aplikasi yang ada dalam laptop nya


"kau...


dasar tukang ngancam" ucap Alexi kesal sambil menutup laptop adiknya.


seringai licik terpasang di wajah Alexa


"Menyebalkan", gerutu Alexi lalu membisikkan sesuatu pada adiknya.


terlihat Alexa menganggu-angguk.


terkadang gadis kecil itu terlihat berpikir dengan keras sampai keningnya berkerut, lalu tersenyum licik.


jika saja ada orang yang melihat kelakuan mereka,


pasti mereka kan penasaran apa yang sedang dibicarakan dua anak kecil yang masih belum menginjak usia sekolah itu??


"Hayooooo.... apa yang kalian bicarakan, sepertinya sedang serius sekali???


ayo kita makan dulu sayang"


"Baik nek" ucap keduanya lalu berjalan menuju meja makan.


Setelah makan si kembar main sebentar lalu masuk ke dalam kamar mereka masing-masing


Sebenarnya Helen sudah mempersiapkan satu kamar untuk mereka berdua, namun Alex dan Alexi kompak menolak, mereka meminta kamar pribadi, dan tak ingin satu kamar dengan kembaran mereka.


Helen maklum Jika si kembar sudah di biasakan di didik mandiri sejak kecil, dan keduanya bisa tidur sendirian sejak Balita.


Sementara Camilla di rumah sakit di temani oleh tangan kanan Reymond dan buahnya.


mereka berjaga di depan pintu.


Untuk mengantisipasi Camilla sudah merubah penampilannya dengan make up.


Camilla meminta David mencari tahu kejadian bagaimana mamanya terjatuh dan koma.


namun saat ia menyingsingkan tangan Hanna dan betapa terkejutnya ia saat melihat beberapa titik yang aneh di tubuh mamanya


ya Hanna menolak tinggal dengan Helen dan memilih hidup sendiri walau Camilla sudah memintanya.


Namun karena Hanna tetap kekeh dengan pendiriannya, akhirnya Camilla meminta Helen mencarikan tempat tinggal yang jaraknya tak jauh dari kediaman Helan.


Sungguh hutang jasa Camilla pada Helen tak terhitung lagi.


ia menyayangi Helen dan Sharon seperti menyayangi Hanna li mamanya sendiri.


malam itu Camilla menugaskan david untuk menjaga mamanya, sementara ia kembali ke kediaman Helen karena ia tak tega meninggalkan si kembar.


walaupun si kembar sudah Mandiri sejak usia tiga tahun, tetap saja ini pertama kalinya mereka ke Indonesia. Camilla takut keduanya tak bisa beradaptasi.


Camilla pulang diantar oleh Ryan.


tanpa Camilla ketahui, Reymond memiliki sebuah perusahaan di negara ini dan David di beri wewenang oleh Reymond untuk mengatur perusahaan tersebut selama ia di negara ini, termasuk anak buah nya.


David menugaskan empat orang berjaga.


salah satunya adalah sniper handal, dua bodyguard yang memiliki keahlian bela diri dan seorang ahli beladiri dan juga ahli medis yang bertugas di samping Hanna li

__ADS_1


__ADS_2