Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Prosesi pemakaman Abigail terbilang sangat sederhana, mengingat pria itu tak punya sanak saudara juga di negara ini.


Simon terlihat sedang berbicara dengan tetua keluarga Ye, bagaimanapun Simon masih memiliki darah keluarga Ye dari Sena.


Simon hanya mengangguk dan menjawab seadanya, ia masih terpukul dengan kepergian Abigail.


satu yang membuatnya sangat menyesal, ia tak buru-buru mencari siapa ayah biologis nya.


ternyata selama hampir sumur hidup Simon, ia hidup dengan ayah biologisnya


Setelah Simon memikirkan lagi, ia jadi makin sedih.


Abigail memperlakukannya memang seperti putranya sendiri, saat itu Simon hanya mengira jika itu memang tugasnya


kini ia mengerti, itulah kasih sayang seorang ayah tanpa berkata-kata.


Kezia terus memperhatikan Simon dari kejauhan.


ia bahkan tak mendengar Meisya yang bertanya padanya membuat Meisya mengikuti arah pandang Kezia dan menepuk bahu Kezia kencang


"cie cie yang kesemsem cowok kekar"ledek Meisya membuat Kezia langsung merona mereka.


ya memang harus Kezia akui ia sudah menyukai tubuh atletis Simon sejak pria itu jadi tahanan.


tapi apakah sebegitu kentaranya sehingga Meisya bisa dengan mudah menebaknya


"Apa sih loe, urus tuh anak loe" ucap Kezia mendengus kesal


"woi anak yang mana???


Sial loe matiin pasaran gue aja" ucap Meisya mendengus kesal


"Mama......" ucap Belle tiba-tiba membuat Meisya yang sedang meneguk air tersendak dan batuk-batuk.


ya Belle tahu jika papa nya menyukai Meisya, begitu juga Meisya.


Hanya keduanya selalu menjaga jarak entah karena tak enak hati memulai atau karena situasi.


yang jelas tanpa mereka berbicara, keduanya kompak bak pasangan suami istri.


begitu juga Belle.


ia bisa melihat jelas jika Meisya dan papanya saling mencintai.


"bahahahhaa noh di panggil anak loe" ucap Kezia tertawa senang


"Belle, kamu jangan aneh-aneh ya.


jomblo edan di sampingmu sangat senang membully ku" ucap Meisya mengelap pakaiannya yang basah


"Mama, papa mencarimu" ucap Belle makin membauT Kezia terbahak-bahak


"Eh Belle loe mau punya mama tiri galak gitu???


yang ada kalau berantem nanti main racun"


"Sial loe gue enggak bakal gitu" ucap Meisya tanpa sadar mengakui jika ia ingin menjadi mama tiri Belle


Kezia tertawa lalu ad seorang lagi yang tertawa cempreng di belakang Meisya


membuat Meisya mendongak dan melihat bocah kecil cengengesan dengan muka menyebalkan


"Udah bel, bawa ke penghulu"


"Bos, jangan gila, Belle cewe" ucap Meisya dengan wajah merona merah


"Yeee aku juga tahu Tante


yang bawa itu papanya, tuh lagi kesini" ledek Alexa terkekeh.

__ADS_1


Kezia dan Alexa cengengesan saat Ryan mendekati mereka membuat Ryan menatap curiga


ia bingung melihat wajah wanita yang ia cintai merona merah dan terlihat menggemaskan


"Kamu kenapa???" tanya Ryan langsung tertuju pada Meisya


"Kenapa???


kau yang kenapa kesini" ucap Meisya lalu pergi


Ryan melongo bingung


saat melihat putrinya, Kezia dan Alex tertawa ia makin bingung


"Susah pa..


ini, bawa mama baru untukku.


aku mau mama Meisya jadi mamaku" ucap Belle memberikan kotak kecil


Saat Ryan membuka senyumnya mengembang


"Apa kau..."


"Susah kejar, nanti keburu tak ada wanita yang mau padamu. Aku kasihan padamu" ucap Belle membuat semu tertawa


"Dasar anak durhaka, papa pergi dulu.


makasih sayang" ucap Ryan langsung mengejar Meisya


"Loe yakin menyetujui mereka???" tanya Alexa kini pad Belle


"Papa juga harus bahagia dengan hidupnya.


gue gak mau egois.


walau mereka memendam perasaan demi menjaga hati gue.


"Ah iya payah ya mereka, harus di paksa memang papa loe yang bujang lapuk itu" ucap Alexa tertawa memegangi perutnya


"Enggak harus ngatain papa gue juga kales,


pap kita sama.


sama-sama payah dalam hal cinta hahahhaa"


kedua anak kecil itu tertawa kompak.


kini hanya Kezia yang menggaruk kepalanya yang tak gatal. ia ingin meninggalkan tempat itu secara sembunyi-sembunyi, Kezia tahu sasaran keusilan mereka selanjutnya adalah dirinya, jadi sebelum itu terjadi, Kezia memilih menyingkir.


"Tante Kezia....


mau kemana???" tanya Belle dan Alexa dengan seringai lebar


"Anu, itu, Tante kebelet pipis" ucap Kezia


"Kebelet pipis pa mu nyamperin om simon hayo?????" ledek kedua anak kecil itu kembali tertawa.


Jika bukan bos, Kezia ingin sekali memukul bokong Alexa dan Belle, namun ia tak bisa


"Sayang, kok kamu masih disini??"


"Om ganteng, om mau nyapa cucu apa mau nyapa..." belle.dengab usil memanyunkan bibirnya menunjuk Kezia


"Simon jangan dengar mereka, anak kecil ini anak ..."


"Aku memang mau menyapa Alexa sekaligus kamu" ucap Simon tersenyum manis


"Ah Belle ayo, sepertinya om Simon dan Tante Kezia mau bicara penting" seret Alexa, sementara Belle masih dengan muka mupeng tak mau pergi

__ADS_1


"Kenapa kau harus membawaku pergi.


aku sedang menikmati wajah tampan kakekmu"


"Bocah ingusan kau masih kecil.


nanti kau tua sebelum berkembang" ucap Alexa yang di balas tawa Belle.


keduanya lalu bergandengan tangan masuk ke dalam rumah.


Sementara Kezia dan Simon terlihat.


Simon berinisiatif menggenggam tangan Kezia lebih dulu.


"maaf"Kezia menarik tangannya.


iya malu pasalnya kini mereka berada di markas.


"bisakah kau menungguku????"punya Simon dengan pandangan mata memohon


"menunggu untuk apa????"


"menjadikanmu milikku seutuhnya"ucap Simon dengan pandangan mata penuh cinta.


Kezia merasa pipinya memanas ia bahagia sekaligus malu dengan ucapan Simon yang blak-blakan.


namun jauh di dalam hatinya ia bersorak kegirangan.


kini degup jantungnya pun berdetak dengan sangat kencang.


Simon kemari meraih tangan Kezia dan menciumnya dengan penuh kasih sayang.


"Kezia maukah kau menantiku????"tanya Simon lagi dengan suara lembut.


tanpa sadar Kezia mengangguk karena Kezia merasa bibirnya kelu


"rasakan debar jantungku.


debar jantungku ini hanya terjadi saat dekat denganmu.


apakah kamu merasakan yang sama denganku????"


lagi-lagi Kezia mengangguk membuat Simon tersenyum gemas


"hei gadis cantik apakah kau hanya bisa mengangguk tanpa mengatakan apapun padaku????"ledek Simon membuat wajah Kezia makin memerah


"Iiya"


"iya???? apa iy????? karena kau juga mencintaiku???"goda Simon makin senang melihat semburat merah di wajah.


entung saja saat ini dia sedang tidak berduka,, jika tidak mungkin wanita itu sudah jadi bulan-bulanan Simon yang ingin menciumnya.


namun ia tahan Simon tahu Kezia bukan tipe cewek yang mudah didekati.


oleh karena itu Simon memutuskan akan menikahi Kezia setelah masalah keluarganya selesai.


saat ini ia hanya ingin teryakinkan bahwa Kezia bisa menerimanya apa adanya.


"Kezia apakah kau bisa memberi kesempatan pada pria yang penuh kekurangan ini untuk bersamamu.


aku hanya ragu kau tidak bisa menerimanya.


aku terlahir dari...."


Kezia langsung mencium pipi Simon dan berlari pergi membuat Simon terkejut sekaligus senang.


mungkin itu jawaban bahwa Kezia menerimanya tanpa syarat.


cimon jadi bersemangat untuk segera menyelesaikan semuanya.

__ADS_1


terlebih lagi keinginannya untuk memenjarakan Sena wong semakin besar.


ia ingin tak membenci wanita itu tapi kelakuannya membuat Simon mati rasa pada mama kandungnya itu.


__ADS_2