
Kezia dan kezya lngsung masuk ke dalam lift dan Kezia langsung menekan angka lima, namun kezya mengerutkan dahinya saat mereka sudah di lantai tiga.
Ia seperti melihat sesuatu.
"Sial Kezia, kau bodoh, nenek tua sialan itu tidak ke basement lima, dia turun di basemen tiga, cepat kita keluar di basemen empat" ucap kezya langsung mengikuti kakaknya
keduanya lalu menaiki tangga menuju basemen tiga.
"Kenapa tidak naik lift lagi sih kak???
"Kau....
lain kali periksa dengan baik, aku sedang memperbaiki tekanan busurku" omel Kezya pada adiknya
"Yeee mana aku tahu kalau nenek sialan itu tidak turun di basemen lima"
"Huh, cepat...." teriak kezya pada adiknya.
mereka mengendap-endap saat di basemen tiga.
Sial mereka berhasil melumpuhkan orang kita" ucap Kezya menunjuk dengan matanya pada Kezia
"Sial" ucap Kezia dan Kezya memeriksa beberapa anak buah mereka yang tergelatak di lantai dengan darah berlumuran
"Aaaarrrggghhh" suara erangan
"Hei kak ada yang. masih hidup" teriak Kezia saat memeriksa tumpukan mayat
"Kemana mereka???"
"Mereka menuju sana....
cepat nona, itu loading dok jalur darat" ucap pria itu dengan kekuatan yang tersisa
"Kamu akan meminta anggota kita menyelamatkanmu, aku tinggal" ucap kezya langsung menuju arah yang di tunjuk pria itu
"Kak apa dia mokad???"
"Belum, aku sudah menotok syarafnya agar pendarahan berhenti, tinggal nasibnya saja bertahan atau lewat" ucap kezya lalu dia menghubungi team medis dalam pasukannya untuk datang.
"Lihat kak, nenek tua itu akan kabur" ucap Kezia menuju Sena yang masuk ke dalam mobil
"Sial, aku tak akan melepaskannya" ucap kezya melihat mobil yang Sena naiki keluar dari dalam gudang,
"Alexi dukung aku melalui satelit mu, aku sepertinya berada di sisi belakang Villa" ucap kezya meloncat dari atas, ia jatuh di tumpukan padi.
"Sial mereka pintar sekali membuat kamuflase" maki kecoa meremas butiran padi dan meloncat ke sebuah mobil pick up.
namun senyumnya terbit tak kala melihat sesuatu yang lebih cepat dari mobil
"Come on manis, kita kejar nenek sialan itu" ucap kezya lalu mencoba menyalahkan mesin motor dan berhasil, ia langsung mengalungkan panahnya.
"Kak, kau bawa ini, itu akan menyulitkanu membidik nenek itu" teriak Kezia melemparkan senjata api ke arah kakak nya
"Ok, loe ikutin gue dari belakang de" ucap kezya melirik mobil pick up di sampingnya
"Beres"
BREEEMMMMMMMM
BREEEEEMMMMMMMMMMM
__ADS_1
Kezya memacu kuda besinya meninggalkan tempat itu, ia langsung menghubungi Alexa.
"Visual" ucapnya, lalu kacamata yang ia kenakan langsung menunjukkan keadaan di depannya.
"Sena Wong berada satu kilometer di depanmu lurus" ucap Alexi menutup Kezya ke arah Sena.
Alexi menerbangkan drone nya, namun ia mendesah kesal
"Sial, drone ku tak bisa menjangkau lebih dari itu" maki Alexi.
walau ia sudah memodifikasi drone nya, tetap saja jangkauan nya tak terlalu jauh
"Bawa kembali drone mu, aku menerbangkan robot mini ku" ucap Alexa sambil menunjuk layar monitor
ya robot berurusan mini berbentuk kumbang dan juga capung sedang terbang.
yang kumbang bahkan memiliki kecepatan tinggi, bisa langsung berada beriringan dengan mobil yang Sena kendarai, walaupun mobil itu berkecepatan 160km.
robot itu memvisualisasikan keadaan di dalam mobil dengan menempel di kaca.
Terlihat Sena sedang kesakitan dan ketakutan, dengan wajah tegang
"Hahaha lihat nenek angkuh itu, wajahnya pias" ucap Alexa tertawa kecil
"tentu saja dia ketakutan, jantung tuanya diajak berpacu dengan kecepatan mobil.
ditambah dia habis di berondong peluru.
sekalipun dia suka menyuruh anak buahnya membunuh, baru kali ini dia yang jadi mangsanya"
"Kau benar kakek"
"Kita akan kesulitan jika dia sampai di kediaman keluarga Wong.
"Aku pikir diantak akan ke keluarga Ye, terlalu banyak pertanyaan yang akan dia terima.
Sena tak ingin ambil resiko ketahuan perbuatanya.
aku yakin dia akan ke mansion keluarga Wong.
di sana kerajaannya" timpal Alexi
"Masuk akal" ucap Alexi Carter juga Alexa.
DORRRRR
DORRRRRR
kini jarak Kezya dengan Sena sudah dekat.
dia menembaki mobil Sena
hingga dua orang di dalam sana terkena timah panas
namun keduanya terkena di tempat yang tidak vital sehingga bisa membalas Kezya.
baku tembak di jalan yang sepi terjadi.
akhirnya dua orang itu tewas setelah terkena peluru Kezya di dada yang lngsung menembus ke jantung.
"Siaaaaallll, percepat mobilnya.
__ADS_1
aku mau lihat apa di jalan ramai dia masih mau melakukan pembunuhan.
sial, sial.
Wanita gilaaaa" maki Sena pada Kezya
"Kau harus meringkusnya sebelum ke jalanan umum, jika tidak kau gagal" ucap Alexa terlihat tak senang.
ia tak mau warga sipil terkena peluru nyasar akibat perkelahian mereka.
Sayangnya mobil itu sudah memasuki jalanan umum, banyak kendaraan lain berbaur, itu sangat berbahaya untuk keselamatan warga sipil.
"****" maki kezya menghentikan motornya, membuka helm motornya dengan wajah kesal
"Iya ok kezya, kau sudah berusaha dengan baik
kembali ke TKP dan lihat apa yang kita peroleh.
lagi pula nenek itu sudah dalam genggaman kita" ucap Alexa
"Baik" kezya kembali ke villa.
di sana mereka menemukan jika vila itu saling terhubung dengan gudang beras.
ya melalui jalur darat, Sena meng-kamuflase tempatnya sebagai gudang beras.
dan barang haram mereka berada di dalam karung-karung padi dan juga beras.
terlihat gudang itu hanya gudang penggilingan beras, siapa yang akan menduga jika tempat itu di gunakan sebagai tempat pengedaran narkotika jenis Shabu.
Sementara Kezia memeriksa di tempat pemotongan sapi, dia sampau menggelengkan kepala saat menemukan penemuan yang tak kalah membuatnya menggelengkan kepala.
ternyata pemotongan sapi hanya alibi, mereka mengemas Shabu dalam ukuran kecil dan mengedarkannya.
Setelah Alexi meretas kamera CCTV yang berada di area itu Alexa, Alexi dan Alexi Carter meninggalkan tempat itu.
mereka harus menghapus bukti keberadaan mereka.
sisanya mereka menyerahkan buktinya ada pihak berwajib.
Ryan di bawa ke rumah sakit karena terkena peluru panas di bagian bahunya tanpa ia sadari, ia langsung pingsan setelah keluar dari villa.
Sementara itu itu di kediaman keluarga Wong.
seorang wanita terlihat sedang berteriak kencang dengan suara memilukan.
siapa lagi jika bukan Sena yang sedang di tangani oleh dokter pribadinya
ia tak mungkin ke rumah sakit dengan keadaan seperti itu, terpaksa dokter itu mengobatinya di rumah dengan alat seadanya.
walau sudah di bius, Sena masih merasakan sakit
"Aaaarrrggghhh sialan, aku akan menuntut balas atas perbuatan mereka!!!!"
"Nyonya besar, sebaiknya anda tahan emosi, itu tidak bagus untuk kesehatan anda" ucap kepala pelayan
"Diam kau tua Bangka sialan.
kau tahu apa selain hanya mengurus rumah" maki Sena kasar membuat pria tua itu menghela nafas.
ia terlihat marah namun ia hanya diam
__ADS_1
karena jika ia berbicara kembali bisa dipastikan Sena akan makin murka.