Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Memutuskan Hubungan


__ADS_3

Charlie langsung melajukan kendaraanya menuju mansion utama di mana mama dan papanya tinggal begitu juga kakek dan neneknya


Charlie mengendarai mobilnya seperti orang gila.


ia tak perduli dengan keselamatan.


beberapa kali hampir saja ia menabrak mobil lain.


Matanya memerah dengan air mata.


ya air mata penyesalan dan juga kemarahan.


Charlie tak habis pikir bagaimana kedua orangtuanya begitu sangat jahat, tak ada bedanya dengan Chandra, kakeknya.


Lagi-lagi kejadian tujuh tahun lalu terulang.


Bedanya kali ini Charlie di ikuti oleh pihak kepolisian yang kesal karena ia mengendarai kendaraannya ugal-ugalan membahayakan pengendara dan pejalan kaki.


Charlie langsung menabrak pintu pagar mansion milik keluarganya hingga mobilnya ringsek.


Charlie keluar dengan tangan dan kaki berdarah


Petugas keamanan langsung menghampiri Charlie dan membantunya namun Charlie menepisnya.


Pihak kepolisian yang mengikutinya pun di buat terkejut dengan kelakuan Charlie yang bisa dikatakan gila!!


Mereka Ikut turun dan ingin menindak keras Charlie Karena melanggar hukum


Akibat suara benturan yang keras seluruh keluarga Charlie yang sedang berkumpul terkejut dan keluar.


Kakek wong menatap tajam ke arah cucunya yang nampak berantakan dengan darah menetes di kening dan lengannya.


Seorang pengawal menjelaskan.


Sementara dua orang pengawal menahan pihak polisi yang ingin menindak Charlie.


Chandra wong meminta sistemnya menelpon pengacara keluarga mereka, sementara Charlie melewati kakek wong dengan tatapan sinis, namun ia terus berjalan


"Charlie wong, apa kau udah gila????


mengapa kau senang sekali berbuat gila.


Apa kau mau mati hah???" teriak Chandra wong


Charlie hanya menoleh dan melemparkan senyum sinis.


ia saat ini tak ingin berurusan dengan kakeknya.


tujuannya adalah Ferdinan dan Sherly.


Sementara itu Ferdinan dan Sherly terlihat ketakutan


"Pa apa Charlie tahu kita menyelidiki Kezya yang kita pikir Camilla???


"Tutup mulutmu.


Jangan berasumsi apapun. kita lihat apa yang mau dilakukan anak kurang ajar itu" maki Ferdinan menabrak putranya


"Pa, dia anak kita.


Putra satu-satunya keluarga Wong kita" ucap Sherly mengingatkan takut suaminya khilaf.


Ia tahu putra dan suaminya sama-sama keras kepala dan sulit mau mengalah.


"apa kau sudah gila???


kali ini apa yang kau lakukan lagi Charlie???"


"Apa papa pikir aku tidak bis alebig gila lagi???


apa papa pikir aku bodoh??

__ADS_1


Kalian berdua ornagtua ku.


Tapi mengapa kalian sangat tega merampas kebahagiaanku????"


"Sayang, apa maksud perkataannya????" tanya Sherly


"Mama dan papa yang membuat Camilla kabur.


Ia pergi membawa anakku"


"Sayang Bukankah dia pergi karena berselingkuh???" tanya Sherly bingung


Brakkkk


Charlie menggerak meja dan meletakkan lembar surat yang di tinggalkan oleh Camilla.


Sherly membacanya, tangannya bergetar.


"Ba.... bagaimana mungkin...


Sayang dia mau memfitnah mama dan papamu.


dia ingin kamu membenci kami"


"Maaaaa....


berhenti memfitnah istriku!!!!!


Dia pergi karena nyawanya dan anak kami terancam.


Semua ulah kalian dan bisa-bisanya kalian bersikap seolah Kalian tak tahu apapun.


aku sungguh malu.


Malu memiliki ornagtua berhati iblis seperti kalian.


Selama ini aku berbakti pada kalian, tapi itu seperti tak cukup.


Tujuh tahun aku kesakitan mencari istri dan anakku, dan kalian seolah tertawa diatas penderitaan ku.


Apa kalian benar orangtuaku???" tanya Charlie berderai air mata, hatinya teramat sakit.


di satu sisi mereka orangtuanya, tapi tak setitik pun kasihan sayang yang mereka curahkan sebagai ornagtua


mereka hanya bisa menuntut, menurut dan menuntut tanpa pernah bertanya apa mau Charlie.


"Sayang...." Sherly gemetaran, mata Charlie terlihat sangat marah dan putus asa.


Kali ini Sherly sungguh ketakutan putranya membenci mereka, ya tak ada cinta dan kasih sayang di mata Charlie kini.


Mata itu penuh kebencian.


"Aku sungguh tak ingin mengatakannya.


Tapi mulai detik ini, aku putuskan hubungan dengan kalian.


Jangan pernah menemui ku lagi.


kalian tak pernah menganggap ku anak, maka sebaliknya apa aku perlu menganggap kalian orangtuaku???" ucap Charlie meneteskan air mata.


Charlie sujud tiga kali menghadap orangtuanya.


Itu bakti terakhirnya pada kedua orangtuanya.


Ini keputusan terberat dalam hidup Charlie.


namun ia harus tegas selama Ferdinand an Sherly tidak bisa berubah maka selama itu Charlie tak ingin mendekati mereka.


Dosa???


Charlie tak perduli, bukankah ia lebih berdosa karena sudah menelantarkan anak dan istrinya????

__ADS_1


"Charlie...." Chandra berusaha menahan Charlie.


namun Charlie melepaskan tangan Chandra Wong


"Kakek juga...


Seharusnya kakek yang kami hormati sebagai orang yang lebih tua dan memiliki wawasan luas serta pengalaman lebih bijak dan bisa menasihati.


Tapi kakek sama dengan mereka.


Benar pepatah mengatakan, buah tak jauh dari pohonnya Tapi aku tak ingin seperti kalian.


Karena kalian semua sama.


aku muak dilahirkan dalam keluarga yang gila harta dan egois, menghalalkan segala cara untuk kepentingan diri sendiri sekalipun harus menyingkirkan orang lain demi tujuan kalian.


aku malu" ucap Charlie lirih lalu berjalan pergi.


Chandra termangu di tempatnya.


perkataan cucunya menyentil jiwanya.


ya harus Chandra akui ia tak mendidik anak dan menantunya dengan baik, tak pernah menasihati mereka. Bahkan Chandra sibuk dengan obsesinya.


Tapi apa yang salah dengan itu????


siap hanya ingin mengejar impiannya yang belum berwujud..


Chandra tak mengatakan apapun, ia menghela nafas dan menatap kepergian Charlie.


Charlie berjalan keluar dari mansion megah itu, meninggalkan mobilnya begitu saja, berjalan gontai menjauh dari mansion utama keluarga Wong.


Ada rasa hampa dan sakit yang kini mendera di dalam hatinya.


Charlie menghapus air matanya.


Kini ia sudah memutuskan hubungan dengan keluarga Wong. Charlie hanya orang biasa kini tanpa marga Wong di belakang namanya


Charlie terus berjalan tak memperdulikan sekeliling


Mansion keluarga wong berada di sebuah komplek khusus, untuk menuju mansion saja harus melewati lahan kosong yang hanya di tanami bunga dan pepohonan, bahkan terdapat jonging track dan juga taman khusus yang memang di khususkan untuk keluarga wong.


Charlie menghela nafas berat.


kekayaan tak membuat keluarganya menjadi manusiawi


Prilly mengikuti kakaknya, ia mengklakson mobilnya meminta kakaknya itu berhenti


"Ko...


Koko berhenti!!!!" teriak Prilly menjulurkan kepalanya keluar dari jendela mobil


Charlie menoleh dengan malas, namun ia tetap berjalan tak menghiraukan panggilan Prilly.


adiknya tersebut juga sudah mengecewakan Charlie.


Charlie tahu saat kejadian apati Prilly juga ada andil di dalamnya, ia sangat tahu adik manjanya itu sangat membenci Camilla karena merasa tersaingi.


Prilly benci Camilla yang memiliki wajah cantik bak peri bermata biru,


"Koko, sialan berhenti.


Kau membuat mama pingsan!!" ucap prilly berjarak kakaknya menghentikan langkahnya.


"Pingsan???? HUH


lagu lama" gumam Charlie tersenyum sinis


"Koko, astaga, bisakah kau berhenti sejenak.


Aku perlu bicara!!!" teriak Prilly.

__ADS_1


Namun Charlie tetap berjalan hingga Prilly banting setir menghadang jalan Charlie


__ADS_2