Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Burung Jalak


__ADS_3

Setelah kapal tersebut penuh muatan, seorang pria bertubuh tinggi besar datang, ia terlihat mendekati Carl


"Siapa kau?????"" tanya pria itu dengan tatapan curiga.


"Bos, Dia anak baru....."


Cekrek


Dooorrr


Pria itu langsung terkapar tak berkutik lagi terkena muntahan timah panas dari pistol pria bertubuh besar itu


"dasar bodoh, tikus masuk tak bisa membedakan, lebih baik mati" ucap pria itu seolah membunuh hal yang wajar


"Kita ketahuan" ucap Meisya.


Carl ke sisi kanan di mana banyak petikemas tersusun, langsung berguling mencari tempat berlindung, begitu juga Ryan dan Mesiya.


mereka sudah ketahuan.


ketiganya mencari tempat perlindungan


"Dorrr


dorrr


dorrrr


Pria itu menghujani Carl dengan peluru.


Baku tembak tak terelakan lagi.


Anak buah Alexi carter langsung membantu rekan mereka.


Mesiya melemparkan pisau-pisau kecil ,


pisau itu berterbangan tepat mengenai sasarannya seolah memiliki mata


"Aaaarrrggghhh


Arrggghhhh


arrrhghhhh


jerit kematian bergema di mana-mana.


Ryan dan Carl juga tak mau kalah, ia menembakkan pelurunya hingga banyak pihak musuh yang tumbang


Sementara di ruang pendingin


Alarm tanda bahaya berbunyi, Kezia dan kezya saling pandang.


"Dua puluh orang penjaga menuju tempatmu Kezia"ucap Alexi memberi informasi pada Kezia dan Kezya.


"**** mengapa mereka harus datang sekarang"umpat gazia yang kesal karena ia sudah berhasil melumpuhkan beberapa penjaga di luar ruangan pendingin. Tinggal sedikit lagi mereka masuk dan meringkus Sena.


beberapa penjaga langsung datang menuju tempat di mana xenawong berada.


"Bos, ada penyusup anda harus berlindung" ucap seorang pria yang baru saja tiba, ia menuntun Sena meninggalkan tempat itu.


"target meninggalkan tempat apa yang harus aku lakukan????"tanya Kezia melalui mikrofonnya


"lumpuhkan di tempat"ucap Alexa memberi perintah pada bawahannya.


Syuuuuuttt


cressssss


panah Kezia langsung mengenai korbannya.


tumbang dan tak berkutik dengan panah menancap tepat di dahinya

__ADS_1


"kami diserang kami diserang mohon bantuan"ucapan Pria yang bertugas mengamankan Sena Wong


Drtttttttttt


drrttttttt


drttttt


pria itu langsung memberondong Kezia dan Kezya yang bersembunyi di balik tembok.


"sial siapa Mereka berani masuk ke dalam markas ku, bunuh!!!!!!!"perintah Sena geram.


ia menyesal datang ke markas tersebut, jika ia tahu ia tak akan datang hari ini


"siap bos"para pengawal yang melindungi Sena langsung melakukan formasi perlindungan.


mereka menjadikan tubuh mereka sebagai tameng untuk melindungi senawang sementara Sena berada di tengah-tengah para pengawal tersebut.


satu persatu pengawal tersebut jatuh terkena timah panas dan juga panah yang dilancarkan oleh Kezia dan Kezya


"Kak kau kalah banyak membunuh denganku "cibir Kezia meledek kakaknya yang menggunakan panah


"kau terlalu meremehkan ku anak kecil lihat ini" ucap Kesya sambil menyeringai.


tiga panah ia posisikan dalam membidik dan....


Srrtttuuuttt


sruuuutttt


sruuutttttt


crassssssstttt


Kezya memamerkan keahlian memanahnya yang ia terus gali potensinya. dalam sekali bidik ia melemparkan tiga panah yang langsung melesat memburu mangsanya tepat mengenai dahinya dan langsung mati terkapar.


hanya dalam tiga kali tarikan ia sudah membunuh 9 nyawa


"kagum????"ledek Kezya pada adiknya


"biasa saja"balas Kezia walau dalam hatinya mengakui kehebatan kakaknya.


namun ia tak mengakuinya secara terang-terangan karena ia yakin kezya akan besar kepala.


"bilang saja iri" Dengus Kezya terus melumpuhkan lawannya.


craaasss


sebuah panah berhasil mendarat di bahu kanan dan kaki kiri sena


"Arrrhghh.....


Sialan, cepat bunuh mereka, aku akan membayar kalian mahal jika aku bisa lolos dari tempat ini"ucap Sena tak ingin mati di markas.


kini hanya tinggal 3 orang yang melindungi Sena Kezia dan Kezia saling melempar senyum.


"Burung jalak sudah patah sayap.


dia sedang terseok ke dalam jurang neraka" ucap Kezya mengumpamakan nasib Sena


Draaappo


draaaaappo


draaaaappo


"Segerombolan tikus menuju ke tempat kalian Kezia" ucap Alexa yang melihat dari layar monitor


Drtttttttttt


drtttttt

__ADS_1


drttttt


senapan Otomatis langsung membrondong ke dua wanita cantik itu, sehingga keduanya terpaksa menghindar, mencari tempat bersembunyi


Seperti perkataan Alexa, beberapa orang datang yang merupakan bala bantuan untuk perlindungan Sena.


"ah sial bantuan datang"maki Kezia sambil menghindari terjangan peluru panas.


mereka tak bisa mendekati atau melihat Sena karena bala bantuan itu memberondong mereka dengan senjata api tanpa henti hingga akhirnya Sena berhasil masuk ke dalam lift.


"Meisya, Apa kalian masih belum berhasil melumpuhkan mereka???? tanya Kezya menghubungi Meisya


"dua lagi"ucap Meisya yang berhasil melemparkan dua pisaunya namun kali ini ia gagal dan hanya mengenai tangan pria tersebut.


Carl langsung melompat menerjang pria bertubuh besar itu.


keduanya langsung terlibat adu kekuatan saling jotos.


sementara pria satunya sudah berhasil diringkus oleh.


"nenek tua itu menuju ke arahmu dengan tiga pengawal"ucap Kezya memberi informasi


"apa begitu saja kalian gagal, kalian terlalu bersenang-senang"ejek Meisya pada kedua saudari itu


"hei di sini kami menghadapi pasukan yang lebih besar darimu" Dengus Kezia kesal di katakan bermain-main.


Ya,


di tempat tersebut mereka melawan para penjaga yang lebih banyak Kezia dan Kezia tak tahu jika lorong tersebut juga terdapat pengelolaan narkoba sehingga saat mereka melakukan aksinya langsung berdatangan para penjaga yang melindungi tempat tersebut.


tempat tersebut penuh dengan mayat yang berkelimpangan di sana sini.


bahkan tembok yang tadinya berwarna putih bersih kini sudah berganti warna menjadi merah darah dengan bau anyir yang menusuk hidung.


tempat tersebut lebih mirip kubangan mayat dengan darah yang tergenang.


akhirnya kedua saudari tersebut berhasil melumpuhkan 5 orang yang tadi melindungi Sena. mereka langsung bergegas pemburu Sena menuju lantai basement 5 di mana Meisya Rian dan Carl berada.


Kezia memberi perintah pada anak buah Carl untuk menyisir setiap tempat yang berada di lorong itu, sementara ia langsung menuju lift menuju lantai basemen lima.


Sena merasa kesakitan


Team pengawalnya tak berani mencabut panah yang menancap di bahu dan kaki Sena.


namun wanita itu memaksa sehingga darah mengucur deras dari bahunya.


beruntung salah seorang mengerti akupuntur dan langsung menotok syaraf Sena sehingga pendarahan berhasil di hentikan.


"Kita langsung menuju basemen lima." perintah Sena


"Nyonya di Bawah juga sudah ada penyusup.


mereka sedang bertarung


"Sial, kita ke basemen Tiga" ucap Sena.


ia langsung menekan tombol lift, tak lama kemudian Mereke keluar masih dengan kewaspadaan tinggi.


Drrtttttt


drttttt


dua orang anak buah Carl yang bertugas menyisir lantai itu terkena tembakan dan langsung mati.


melihat rekannya tewas beberapa orang langsung membrondong Sena dan pengawalnya.


namun mereka berhasil di lumpuhkan


Sena terus memaki kesal, ia merasa jantungnya seperti akan copot menghadapi situasi seperti saat ini


Basemen Tiga merupakan tempat loading barang melalui jalur darat.

__ADS_1


__ADS_2