
Ryan membawa Belle keluar dari gedung tua tersebut dengan pengawalan Meisya, benar saja walau sudah di sisir tempat itu, masih terdapat musuh yang bersembunyi.
bahkan seperti mereka baru saja masuk ke dalam pertempuran, karena seingat Meisya orang-orang itu tidak ada di sana saat mereka berhasil menguasai lantai tersebut.
Meisya dan Ryan terlihat pertempuran, tapi bukan dengan senjata api
beberapa orang tersebut justru seperti pembunuh bayaran namun bedanya senjata mereka beraneka ragam
Setelah berhasil melumpuhkan mereka, akhirnya Ryan berhasil sampai di lantai dasar dimana orang-orang nya sudah berjaga.
Awalnya Meisya hanya akan mengantar Tuan dan Belle sampai lantai tiga, namun pada kenyataannya, ia tak tega dan khawatir Ryan akan di sergap musuh.
"Ryan, segera bawa anakmu ke mobil Alexa, mobil itu sudah di lengkapi peralatan medis.
Jangan khawatir.
putrimu kuat seperti kamu, jadi kamu tenang ya.
aku akan kembali ke atas membantu yang lain" ucap Meisya tersenyum manis
"Meisya, terima kasih"
"Stttt enggak perlu, kita team" ucap Meisya mengedipkan sebelah matanya genit
hati-hati.
aku tunggu kau di luar" ucap Ryan menatap Meisya dengan tatapan yang sulit di ungkapkan.
sementara wajah Meisya merona merah mendengar perkataan Ryan
"Ahmmm, aku jalan" ucap Meisya langsung pergi tak menoleh lagi, ia terlalu malu Ryan melihat perubahan wajahnya hanya karena ucapan pria itu
"Meisya oon banget sih loe, dia cuma perhatian karena loe temannya, ish kenapa jantung loe kaya marathon gitu, dasar jomblo abadi baperan" rutuk Meisya pada dirinya sendiri sambil memukul kepalanya sendiri.
sementara Ryan masih menatap punggung Meisya sampai gadis itu menjauh.
senyum tipis terukir di wajah tampannya.
Ryan segera memberitahu Alexa sudah keluar, Lexa segera menyambutnya.
ia sampai menangis melihat kondisi Belle yang sangat memprihatinkan. jari tangannya terkepal keras.
ia sangat marah Belle di perlakukan sangat....
"Apa orang yang membuat Belle seperti ini berhasil kalian bekuk???" tanya Alexa
"Berhasil bos, dia...."
"Katakan!!!!!"
"Dia buronan juga bos, dia dosen di tempat kuliahku yang menghilang tanpa jejak, ternyata Sena berhasil merekrut orang itu"
"Bawa dia langsung ke markas kita.
aku ingin memberi dia hadiah sebelum kita serahkan pada yang berwajib" ucap Alexa dengan suara dingin.
semua orang menelan salivanya.
mereka paham dengan kata "Hadiah" yang di maksud
gadis kecil itu....
sungguh malang yang berurusan dengan Alexa.
__ADS_1
Alexa membawa Belle dan juga Ryan menuju markas mereka.
Belle langsung di bopong menuju lab pribadi Alexa
"Apa Belle..." Ryan Tan mampu melanjutkan ucapannya, tenggorokannya terasa kering, seolah suaranya tercekat di tenggorokan
"Om tenang saja. selama aku ada dan masih bisa berdiri.
aku akan melakukan yang terbaik untuk Belle.
Belle saudariku juga om, jadi pasti aku akan melakukan apapun untuknya" ucap Alexa dengan mimik wajah serius
"Terima kasih nak"
"Om sebaiknya membersihkan diri dan istirahat, aku perlu konsentrasi mengerjakan semua.
"Aku...."
"Tak ada yang bisa kau lakukan saat ini anak muda.
benar kata cucuku, saat ini yang terbaik adalah kau banyak berdoa. serahkan semua pada Alexa" ucap Alexi Carter yang menyusul cucunya kembali ke markas
"Baik" ucap Ryan.
Alexa mengangguk, pintu lab langsung di tutup
kini Alexa dan asistennya sedang bekerja di dalam
"kamu harus kuat.
putrimu akan baik-baik saja" ucap Alexi Carter menepuk punggung Ryan.
"Ryan mengangguk lemah, ia lalu pamit berjalan menuju ruangannya.
"Belle, papa rindu padamu nak.
papa merasa sangat bersalah karena gagal mengenalimu lebih awal" ucap Ryan memejamkan mata. Air mata menetes dari sudut matanya.
pria itu menangis dalam diam.
Sementara di markas musuh.
markas berhasil di lumpuhkan, beberapa orang langsung di boyong oleh petugas kepolisian.
team Alexa menemukan setidaknya ada satu ton narkotika jenis Shabu, beberapa koli ganja siap edar dan juga satu gudang senjata berbagai tipe. Alexi meminta om nya mengambil beberapa senjata otomatis sebelum mereka menyerahkan markas itu pada polisi.
sementara ilmuwan yang melakukan penelitian pada Belle sudah diamankan.
pria itu sudah di dimasukkan ke dalam penjara yang berada di markas Alexa.
Semua orang kembali ke markas, setelah pihak berwajib datang, atas perjanjian, mereka tak mempublikasikan siapa yang menggerebek markas tersebut, berita yang beredar sengaja mengarah pada pihak kepolisian.
"Jadi apa kau lapar????" tanya Charlie pada Alexi setelah membereskan semua peralatannya
"Umum baiklah.
apa kau punya tempat yang menyediakan makan enak di jam ini???"
"Serahkan pada papa" ucap Charlie penuh semangat.
rupanya kerjasama mereka memang membuahkan hasil, Alexi jadi bisa membuka dirinya sedikit untuk keberadaan Charlie.
kedua ayah dan anak itu menuju sebuah kedai mie ayam di pusat kota.
__ADS_1
kalau jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi kedai mie ayam itu masih terlihat ramai oleh pengunjung.
Alexi yang memang tidak terbiasa makan di pinggir jalan mengerutkan keningnya.
iya tak pernah tahu jika pada jam seperti itu masih banyak penjajah makanan yang masih buka.
"Apa kau tak ingin makan di pinggir jalan kalau begitu kita cari tempat lain"ucap Charlie yang melihat Alexi masih bengong berdiri di samping pintu mobil
"ah tidak aku hanya heran dan Ini pertama kalinya aku tahu dunia di luar duniaku"
"kalau begitu ayo papa perkenalkan dengan dunia kuliner malam hari.
walau tempatnya sederhana Papa yakin kau akan menyukai mie ayam ini.
mie ayam ini sudah berdiri sejak Papa masih kecil"bisik Charlie pada putranya. mata Alexi membulat tak percaya dengan perkataan Papanya namun melihat Papanya mengangguk dengan yakin Ia baru percaya.
mereka lalu masuk ke dalam kedai mie ayam tersebut dan memesan makanan yang Charlie rekomendasikan untuk putranya.
tak lama datanglah mie ayam di hadapan mereka.
ini mie ayam???? dan dan apa yang merah-merah ini?????"tanya Alexi menunjuk toping yang terdapat di atas mie ayam
"inilah yang membedakan mie ayam ini dengan mie ayam lainnya.
yang sebelahnya mau terpisah itu adalah ayam jamur.
sementara yang ada di atas mie ayam mu itu adalah charsiu ayam. dan lihat ini kerupuk pangsitnya, mereka buat sendiri"
"Ayo makan" ucap Charlie yang melihat putranya malah bengong saja.
Alexi mencoba sedikit, ternyata mie ayam ini di luar ekspektasi, matanya berbinar senang.
ia langsung terlihat lahap menyantap mie ayamnya
"kau suka????"
"ini enak pa"ucap Alexi
klontang...
Charlie menjatuhkan sumpit besinya, memasang putranya tak percaya dengan pendengarannya
"Papa....????"
"Memang kau mau ku panggil apa lagi.
ya walau pun kau papa payah kamu, kau tetap papa kami" ucap Alexi cuek
Charlie langsung bangkit, ia tersenyum namun air matanya menetes deras. ia menangis bahagia
"Alexi, Alexi putraku....
terima kasih" ucap Charlie memeluk Alexi penuh haru.
ini haru bahagia dalam hidupnya
Akhirnya ia mendapat pengakuan dari putranya.
kini tinggal merebut kembali Camilla.
membuat wanita itu kembali jatuh cinta padanya.
Charlie merasa sangat bahagia saat ini
__ADS_1
"Papaaaaaa, ingus mu mengenai pakaian ku!!!! teriak Alexi kesal karena charlie menangis sambil memeluknya