Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Menjenguk Mertua


__ADS_3

"Aku mulai tak sabaran denganmu Chris???


Sepertinya kau sudah bosan jadi asistenku"


"tapi...


Kita sudah memperoleh gantinya bos, kau pasti tak menyangka siapa"


"Main tebak-tebakan lagi????


Chris, lihat pekerjaanku???


Otakku sudah berasap dan lelah, aku malas tebak-tebak si buah manggis denganmu" gerutu Charlie mencoba sabar


"Bos meminta aku mencari informasi anak itu" ucap Chris mengingatkan


"Anak yang mana??


apa kau sudah menemukan info keberadaan istriku dan anakku???


Cepat katakan dimana mereka Chris" Charlie jadi antusias mengira jika Chris menemukan keberadaan istri dan anaknya


"Bos...


Sabar.


Ini bukan tentang nyonya muda, tapi ini tentang anak yang kita temui di bandara, apa kau sudah lupa memintaku mencari keberadaanya???"tanya Chris


"Ah ****, aku pikir anak dan istriku" gumam Charlie lirih, terlihat wajah sendu dan putus asa Charlie.


sudah begitu lama mengapa orangnya belum juga mendapat informasi keberadaan Camilla.


ia jadi ingin mengambil cuti dan mencari sendiri, tapi pastinya kakek wong akan menyeretnya kembali pulang.


Charlie tak mau gegabah. Saat ini ia belum terlalu kuat untuk melawan kakek tua itu.


"Chris, aku putus asa mencari mereka.


aku yakin buntu nya pencarian karena ulah kakek tua itu.


jika kau bisa, kau saja yang mencarinya.

__ADS_1


aku hanya punya kau yang ku percaya di sampingku" ucap Charlie terlihat sangat depresi jika membahas Camilla


"Saya masih mencoba mencari informasi, mengenai keberadaanya. Terakhir anak buah kita sudah melacak dan mendapat info jika nyonya muda berada di negara I, hanya saja informan itu di temukan tewas, aku tak tahu apa ini ulah kakek wong atau ada orang lain yang melakukanya.


Aku memantau pergerakan kakek wong, tapi dia tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan, ini sedikit aneh"


"Kakek ku serigala bermuka dua, kau tak akan pernah bisa menerka, karena otaknya licik seperti ular"ucap Charlie santai, seolah yang ia bicarakan adalah orang lain, bukan keluarganya


"Kau benar bos, maaf"


"Tak perlu meminta maaf, sekalipun dia kakek ku sendiri, itu kenyataanya" ucap Charlie mendesah pelan.


Keluarga nya bukan seperti keluarga, mereka lebih mirip kumpulan bandit dengan pakaian high class"


"Tapi anak buah saya melihat jika Hanna Li, mama nyonya muda di rawat, dan ruangan di mana mertua anda di rawat dijaga ketat" ucap Chris


"Bagaimana kau bisa telat melaporkan. padaku Chris, kau...


kau makin tak becus bekerja" ucap Charlie bangkit dan meraih jas serta kunci mobilnya


"Bos mau kemana????" tanya Chris mengikuti Charlie yang berjalan keluar dari ruangannya.


Dia, Hanna Li masih tetap mama mertua ku.


aku tak bisa mengabaikannya begitu saja di saat anaknya kini tak berada disisinya" ucap Charlie langsung menuju basemen perusahaan di mana mobilnya terparkir


"Mau apa kau mengikuti ku???


Aku sedang tak mau membahas kerjaan.


Kita bahas nanti setelah aku kembali" ucap Charlie mendorong Chris keluar dari lift lalu bergegas masuk ke dalam mobilnya.


tancap gas menuju rumah sakit yang di beritahu Chris.


Chris menatap kepergian Charlie dengan raut wajah yang tak bisa diungkapkan


"Sabar bos, gue masih terus mencari sekalipun nyawa gue taruhanya.


gue juga harus tahu siapa orang yang selalu menghalangi anak buah gue mencari info keberadaan Camilla dan anaknya.


ini seperti....

__ADS_1


jika bukan kakek wong, pasti ada orang lain yang memiliki kepentingan yang sama.


Negara I, gue harus memulai pencarian dari sana lagi.


gue yakin pasti menemukan petunjuk" gumam Chris masih menatap kosong kedepan.


Chis kembali naik ke lantai paling atas gedung tersebut.


ia melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu kembalinya Charlie.


Tak lupa Chris meminta anak buahnya melindungi Charlie dari jauh, karena Charlie bukan tipe orang yang suka di ikuti.


Chris terlihat menghubungi seseorang.


tak lama kemudian panggilan berakhir, senyum tipis terpasang di wajah datarnya.


"Kebenaran akan segera datang" gumamnya lalu kembali membenamkan diri dengan tumpukan pekerjaan diatas meja kerjanya.


Sementara itu Charlie di perjalanan menuju rumah sakit, ia sudah beberapa kali menghubungi asisten rumah tangga yang ia pekerjakan untuk mertuanya itu, namun hasilnya nihil.


ponsel wanita itu tak aktif


Karena kesal Charlie kembali menghubungi Chris dan meminta Chris mencari informasi keberadaan wanita itu.


Charlie memang sering mengunjungi Hanna Li, ia juga yang mengirim pembantu untuk Hanna Li, yang ia tak tahu adalah, pembantu yang di kirim olehnya merupakan orang kakeknya yang mencelakai Hanna Li.


Charlie mengira setidaknya tak ketahuan kakeknya dengan masih berhubungan dengan Hanna Li, mama dari Camilla.


Namun di kota ini tak ada yang tidak di ketahui oleh kakek Wong.


seolah setiap penjuru kota memiliki mata dan kuping untuknya.


Namun satu yang kakek wong tidak tahu adalah, Charlie memalsukan surat perceraian ya dengan sangat apik, fakta sebenarnya


adalah ia tak akan pernah mau menceraikan Camilla.


sekalipun bukti semua mengarah pada Camilla, ia tak lantas percaya begitu saja.


Charlie mengen istrinya lebih baik dari siapapun.


Camilla bukan tipe wanita seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2