
Tap tap tap
Meisya, Ryan dan Carl menelusuri lorong dalam vila tersebut, rupanya di alam vila tersebut Sena membangun lorong-lorong, sungguh hebat, di depan tak tampak megah, namun di dalam bangunan itu berliku.
"Mesiya, lorong ini tak menguntungkan kita" ucap Carl dengan kesiagaan tinggi, sebab bisa saja mereka bentrok dengan musuh di depan
walau mereka kini menyamar bisanya setiap organisasi memiliki cara khusu mengenali kelompoknya
"Tetap waspada, aku juga tak menyangka jika kondisi di dalam seperti ini
Kita juga tak bisa menyalahkan informasi yang di berikan kakek tua itu, sebab Sena sudah merubah vila terbengkalai ini menjadi markas, tentu saja mereka ingin markas yang aman dan mendukung"
"Perhatikan sekitar, fokus " ucap Ryan mengingatkan
"seharusnya kalimat itu berlaku untukmu karena ada seseorang yang lengah saat tugas"cibir Meisya mengingatkan kejadian beberapa minggu lalu saat penyergapan di klub malam
"hahaha, kena deh" ucap Kezia tertawa di ujung microphone
"adududu siapa ya kiranya???"ledek kezya tak mau kalah dari adiknya
"nona manis tutup mulut kalian berdua dan tetap waspada di belakang" ucap Ryan kesal karena dua K selalu meledeknya.
"aku tak mengerti mengapa Belle tidak ikut dalam misi kita kali ini?????" tanya Kezia yang menyayangkan Belle tidak ikut bersenang-senang dalam penyerbuan kali ini
"Belle memiliki tugas lain yang diberikan Alexa aku tak tahu apa yang jelas itu tugas yang penting juga"ucap Meisya teringat ucapan Alexa saat ia bertanya tentang Belle
"fokus fokus nona-nona"ucap Carl mengingatkan rekan-rekannya.
"siap Om beruang"ledek Kezia pada karya memang memiliki tubuh tinggi besar
"huh" sahut Carl yang di balas senyum semua orang.
setelah melewati lorong pertama akhirnya mereka melihat sebuah kegiatan anggota Sena.
mereka sedang melakukan pengemasan. tepatnya mereka sedang mengepak narkoba yang sudah siap edar ke dalam sebuah kotak besar yang dilapisi oleh aluminium foil.
melihat kedatangan Ryan Meisya dan Carl semua orang menatap sekilas lalu kembali sibuk dengan pekerjaan mereka.
sementara di tempat yang lain Kezia dan Kezya dibuat terpengaruh melihat sebuah ruangan yang berisi daging sapi yang digantung
"guest di lorong ini aku menemukan sebuah ruangan pendingin yang besar.
apa mereka membuka sebuah restoran????"tanya Kezia lirih
"ini sangat aneh"timpal Kezya
"apa yang kalian lihat????"tanya Alexa
Kezia lalu memfokuskan kamera yang berada di kepalanya ke dalam ruangan tersebut
"ada orang yang mengarah ke arah kalian dari arah jam 11.00"ucap Alexi memberitahu pergerakan orang melalui alat canggihnya
"**** aku tidak bisa bersembunyi tempat ini tidak memiliki celah" gerutu Kezia panik
__ADS_1
berbeda dengan adiknya kezya menatap sekeliling dan senyum terbit di bibirnya.
ia mengeluarkan panahnya dan memegang kerah belakang Kezia lalu menembakkan panahnya ke arah atas
Clebbb
sreeeekkkkkkkkk
tubuh keduanya lalu naik ke atas plafon dan bersembunyi di balik pipa pendingin yang besar
"kak kok tidak bisa melakukan seperti itu. itu tidak elegan aku bukan kucing"protis Kezia sambil merapikan pakaiannya.
"mereka mendekat"ucap Alexi memberi informasi.
koleksi bisa melihat dari pergerakan mereka melalui panas tubuh mereka.
Kesya langsung menutup mulut saudarinya yang terus mendumel sambil merapikan pakaiannya.
Tak lama kemudian beberapa orang datang dan di antara mereka adalah Sena Wong.
"ges kalian tahu apa yang kutemukan Sena berada di sini"
"sekali mendayung dua tiga pulau terlewati sepertinya memang ini hari keberuntungan kita"ucap Alexa tertawa kecil
"kakek setuju denganmu.
nenek tua itu tidak tahu jika ini hari naasnya"timpal alis di Carter di ujung microphone
mereka juga membantu para pekerja untuk membawa barang haram tersebut ke sebuah lift khusus menuju lantai bawah.
"sepertinya aku tidak pernah tahu jika kita memiliki orang baru dengan tubuh yang sebesar kamu"ucap seorang pria yang terlihat merupakan pemimpin dalam kelompok tersebut
ketiganya menahan nafas bingung harus menjawab apa
"dia orang baru kita baru merekrutnya hari ini jadi wajar kau tidak pernah melihatnya"ucap Brian membuat orang tersebut mengangguk tanda mengerti.
"sepertinya ide bagus mempekerjakan orang dengan tubuh bongsor seperti dia kita menghemat tenaga"ucap pria itu tertawa lepas namun terlihat Carl sangat kesal
butuh 10 menit mereka di dalam lift lalu tibalah mereka di lantai basement 5
"kami berada di basement 5"ucap Meisya memberikan informasi.
beruntung Alexis sudah memprediksi jika mereka akan kesulitan sinyal sehingga memberikan sebuah alat penguat sinyal agar komunikasi mereka tak terputus karena gangguan sinyal.
butuh 5 sampai 6 kali mereka turun naik melalui lift membawa barang-barang haram tersebut menuju lantai basement 5.
"tiba-tiba pria yang tadi menanyakan tentang card berhenti dan menatap Meisya.
"Bro mengapa kau terlihat seperti wanita dan memakai parfum wanita??????"tanya pria itu dengan tatapan penuh selidik.
suasana kembali tegang Meisya sudah siap dalam mode bertempur walaupun mereka tak yakin akan menang sebab di bawah sana terdapat beberapa pria dengan senjata lengkap
"hahaha gini bro dia juga orang baru. lu tahu kan hari gini banyak orang yang memiliki orientasi **** menyimpang dan dia itu adalah adik gua.
__ADS_1
Dia sedikit kemayu. karena itu gua bawa ke sini biar dia jadi laki-laki kayak gue"ucap Rian sambil merangkul Tia itu menjauh dari Mesya
mesia menghela nafas lega lagi-lagi Ryan menyelamatkan mereka.
oh begitu bawa mereka ke tempat fitness kita dan ajari dia menjadi lelaki sejati sangat disayangkan"
itulah bro makanya gue ajak ke tempat kerja yang keras dunia lelaki"ucap Ryan lalu keduanya tertawa terbahak-bahak.
Meisya yang posisinya jauh dari kedua orang itu tidak mendengar apa isi percakapan mereka.
namun ia bersyukur Rian orang yang langsung tanggap pada situasi.
Krak
crekkkkkkkk
drtttttttttt
meja terkejut tembok di depannya ternyata memiliki fungsi sebagai pintu keluar menuju pantai.
sungguh Sena memiliki otak yang brilian.
sayangnya ia gunakan untuk perbuatan jahat
sebuah tanggal langsung otomatis terbentuk di sisi kanan kiri bangunan tersebut.
sementara di tengahnya terlihat tangga tanpa undakan dengan sisi miring yang memudahkan dalam pengangkutan barang.
pria yang asik berbicara dengan Ryan lalu bertepuk tangan seolah itu sebuah kode yang langsung ditanggapi dengan datangnya beberapa orang.
mereka mulai mengisi muatan dalam kapal tersebut.
mesia mengarahkan kameranya dan memasang mode zoom sehingga apa yang terjadi bisa dilihat dengan jelas oleh orang-orang yang berada di luar benteng.
"mereka sepertinya ingin mengirim barang laktat itu keluar pulau"gumam Alexa yang dibalas anggukan semua orang.
kini di dalam mobil tersebut juga terdapat pihak berwajib yang menurunkan team anti terorisnya.
Setelah kapal tersebut penuh muatan, seorang pria bertubuh tinggi besar datang, ia terlihat mendekati Carl
"Siapa kau?????"
Hai semua para reader ku tercinta
beberapa chapter lagi kita akan mendekati ending cerita, terima kasih banyak untuk semua yang setia memberikan dukungan baik like maupun comen.
kalian semua penyemangat author.
mohon maaf atas segala kekurangan author.
sampai bertemu di karya author lainnya
pooh
__ADS_1