
Gadis berambut pendek ala Korea dengan wajah tirusnya membuat orang-orang melihatnya sangat imut. Gadis ini sudah berusia 21 tahun namun orang - orang mengira bahwa ia masih berada di Sekolah Menengah Pertama yang sebentar lagi lulus karena parasnya yang seperti anak anak.
Orang - orang melihatnya sebagai malaikat kecil yang turun dari Surga. Rambut hitam yang lebat dan mengkilat,kulit putih mulus bersih, tubuh impian para wanita. Dia dikenal di kampusnya sebagai mahasiswi yang teladan, rajin, dan bertanggung jawab. Ia dikenal juga karena keberanian, public speaking, kekreatifan, dan sikap kepemimpinannya.
Dia sudah memenangkan beberapa lomba OSN atau Olimpiade Sains Nasional selama dia berada di bangku Sekolah Menegah Atas. Selain itu, gadis ini dikenal karena orangnya sangat murah senyum. Keunikan pribadinya menjadi daya tarik sendiri bagi orang lain. Gadis ini berbeda dari yang lain, dia sangat unik dan bisa dibilang sangat spesial karena sebentar lagi dia akan menjadi istri orang.
Siapakah dia? Namanya Jeslyn Melissa Wira. Gadis kelahiran Indonesia dengan keturunan keluarganya yang berasal dari orang Tionghoa asli. Gadis yang sebentar lagi lulus dengan gelar sarjana dan akan menikah dengan seorang CEO dari perusahaan terkenal serta bergengsi di dunia.
5 bulan yang lalu...
Di Sabtu sore yang tenang, Jeslyn sedang menikmati secangkir teh dengan camilan kue dimeja sambil membaca buku favoritnya.
Namun ayahnya tiba tiba datang dan berkata, "Jeslyn! Cepat pergi ganti bajumu dan berdandanlah secantik mungkin. Kita akan kedatangan tamu spesial dan kamu harus hadir!" kata ayahnya yang membangkitkan Jeslyn dari kursi lalu menyuruhnya masuk ke kamar untuk bersiap.
Jeslyn yang kebingungan tidak sempat bertanya dan setelah ia sadar ternyata ia sudah berada di kamarnya, "huuhh??".
Tanpa membuang waktu, dia langsung melakukan apa yang dititahkan ayahnya. Dua puluh menit kemudian, ia keluar dengan mengenakan sweater putih bergaris digabung dengan dress pink yang elegan.
"Ayah kenapa aku harus berpakaian dan berdandan cantik gini sih? Memangnya tamu spesial mana yang mau berkunjung? Seperti mau lamaran saja..." kata Jeslyn cemberut pada ayahnya.
"Iyaa~" balas ayahnya dengan senyuman. Kemudian ayahnya mempersiapkan kue dan minuman sambil tersenyum senyum sendiri. Jeslyn makin bingung dan tak bisa berkata kata melihat ayahnya. Lalu dia memutuskan untuk diam saja dan menuruti apa kata ayahnya. Jeslyn dari kecil adalah anak yang penurut, namun jika seseorang membuatnya kesal, maka dia tidak akan menjadi gadis baik yang penurut!
__ADS_1
Setelah itu ia menuju ruang tamu dan melihat ada beberapa orang yang duduk disana. Ia menebak bahwa itu pasti tamunya, namun ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Tiba tiba ayahnya muncul dari belakang dan mengagetkannya. Jeslyn kesal karena ayahnya membuatnya kaget dan hampir berteriak kencang.
Ayahnya menyuruhnya mengantarkan nampan berisi kue dan minuman itu pada tamu disana. Jeslyn pun membawa nampan itu ke arah tamu. Meskipun gugup, Jeslyn berusaha untuk tetap terlihat tenang dan natural. Perlahan lahan ia mendekati meja tamu dan melihat wajah mereka.
Saat Jeslyn berusaha melihat wajah para tamu, para tamu pun membalikkan wajah dan melihat kearah Jeslyn. Jeslyn semakin gugup namun dia tetap berusaha bersikap natural sambil memberikan senyumannya yang paling menawan itu.
"Uuuh! Ayah bilang akan ada tamu spesial yang datang, pasti mereka. Aku harus bersikap sangat baik !" kata batin Jeslyn. Lalu dia menaruh nampan sambil gemetaran. "Tapi kenapa aku harus sampai gemetaran gini sih ?? Aduuh... " lanjut batin Jeslyn bingung.
"Chris, apakah dia anak perempuanmu yang kau katakan itu?" tanya seorang pria yang kelihatannya seumuran dengan ayah Jeslyn.
"Iya. Ini anak perempuanku yang paling ku sayang. Dialah orang yang pernah ku ceritakan pada kalian..."jawab ayah Jeslyn dengan gembira dan bangga. Jeslyn tersenyum dan memberi salam pada tamu itu
Paman itu bernama Gabriel Wijaya dan istrinya bernama Jane Gloria Wijaya.
Anak pertamanya bernama Kristan Arthur Wijaya, anak keduanya bernama Jennifer Agatha Wijaya, anak ketiganya bernama Rian Wijaya, anak keempatnya bernama Valent Clarissa Wijaya.
Jeslyn dan anak anak lainnya saling memberi senyum lalu Jeslyn dan ayahnya duduk. Percakapan diantara kedua keluarga pun dimulai.
"Nak... Sebenarnya ayah ingin menjodohkanmu dengan Kristan, anak paman Gabriel..."kata ayah Jeslyn sedikit gugup. Seketika, Jeslyn yang gemetaran dan murah senyum itu berubah. Senyum diwajahnya menghilang. Dia membalikkan wajahnya pada ayahnya dan melototi ayahnya.
Jeslyn berdiri dan berkata, "Apa maksud ayah? Aku tidak suka dijodoh jodohkan! Aku bisa memilih pasanganku sendiri!" kata Jeslyn tegas dan penuh amarah.
__ADS_1
"Nak tenanglah..."kata bibi Jane, istri paman Gabriel. Jeslyn melihat orang orang disekitar ruang tamu itu lalu duduk kembali. Ia mencoba untuk menenangkan diri.
"Ayah, Paman, Bibi...Aku tidak setuju untuk dijodohkan!" kata Jeslyn dengan sopan. Lalu mereka saling bertatapan dengan wajah sedih. Jeslyn menoleh dan melihat ke 4 anak itu dan mereka terlihat biasa saja, terutama Kristan. Dia sama sekali tidak ada reaksi kaget atau marah dan malah seperti sudah menyetujui perjodohan ini.
Jeslyn bingung karena tidak adanya penolakan dari Kristan. Ayah Jeslyn menjelaskan bahwa mereka bisa kenalan dulu dan berkencan sebelum menikah. Tapi Jeslyn tetap tidak setuju. Disitulah, Kristan mulai membuka suara dan berkata,
"Paman, Ayah, Ibu... Bagaimana kalau biarkan aku berbicara dengan Jeslyn berdua saja? Aku akan membujuknya..."kata Kristan dengan tenang seperti tak ada beban. Mereka setuju, lalu Kristan mengajak Jeslyn untuk keluar dan mengobrol. Jeslyn pun setuju untuk keluar bersama Kristan, agar dia bisa mengatakan dengan jelas mengenai perjodohan ini.
Setelah sampai diluar, suasana hening dan canggung untuk beberapa saat. Namun kemudian, Kristan memulai pembicaraan.
"Menikahlah denganku" kata Kristan dengan tenang menatap Jeslyn.
Jeslyn kaget mendengar perkataan Kristan dan marah,
"Apa maksudmu? Kenapa kau menerima perjodohan ini? Intinya, aku tidak mau menikah dengan-" kata kata Jeslyn terpotong karena telunjuk Kristan yang menyentuh bibirnya secara tiba tiba, sehingga membuatnya terdiam.
"Jangan katakan dulu apa yang ada dipikiranmu saat ini, pikirkanlah dulu dengan matang. Karena kau bisa saja menyesalinya dimasa depan" bisik Kristan yang membuat Jeslyn terkejut.
"Aku ingin menikah denganmu tapi dalam wujud pernikahan kontrak. Tujuanku menikah denganmu, bukan karena aku menyetujui pendapat orang tua kita... Atau karena aku mencintaimu. Melainkan untuk tujuan lain. Karena aku memanfaatkan mu maka kau juga boleh memanfaatkanku. Oleh sebab itu, lebih baik kau menerima perjodohan ini saja karena akan terdapat banyak keuntungan dalam perjodohan ini" kata Kristan menjelaskan dengan wajah serius.
"Apa kau menganggapku sebuah mainan? Apa kau pikir aku bodoh? Kenapa aku harus menikah denganmu? Memangnya kau layak bagiku?" tanya Jeslyn menguji kesabaran Kristan sambil menyeringai.
__ADS_1