
Sebelum makan, mereka berdoa bersama dan dipimpin oleh Kristan. Setelah itu mereka pun mulai makan malam dan menikmati rezeki yang diberikan Tuhan. Saat mereka mulai makan, tiba tiba Kristan memulai percakapan masa lalu.
"Jeslyn" panggil Kristan,
"Ada apa?" balas Jeslyn yang sibuk dengan makanannya,
"Apa... kamu masih ingat kalau kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Kristan,
"Maksudmu pertemuan kita dirumah ayahku itu bukan pertemuan pertama kita?" tanya Jeslyn,
"Iya" balas Kristan lalu tersenyum,
"Aku tidak ingat" lanjut Jeslyn lagi. Seketika senyum di wajah Kristan menghilang lalu dia melahap nasinya dengan cepat dan kesal.
"Uhuk uhuk uhuk" batuk Kristan. Jeslyn segera mengambil segelas air putih dan memberikannya ke Kristan. Kristan pun meminum air putih dari Jeslyn tanpa sadar, kalau gelas yang dipakai Kristan adalah gelas milik Jeslyn.
"Makanya makan tuh pelan pelan, jangan buru buru kayak dikejar setan. Karma kan?" kata Jeslyn menasehati suaminya. Kristan tidak bersuara namun dia cuma memandang gelas yang dipakainya untuk minum tadi.
"Udah lebih baik kan? Ya sudah, boleh lanjut makan" lanjut Jeslyn lalu dia kembali ketempat duduknya.
"Kamu beneran gak ingat? Coba ingat ingat lagi. Kita pernah bertemu dirumah ayahmu waktu kamu kelas 2 SMA" kata Kristan serius. Jeslyn mencoba mengingat dengan melirikkan matanya ke samping atas. Namun jawabannya tetap sama, dia menggeleng gelengkan kepala pertanda tidak ingat.
"Saat imlek, aku dan keluargaku ada datang ke rumahmu bertamu. Setelah itu ayahmu memperkenalkan dirimu pada kami. Waktu itu..." Kristan memcoba menjelaskan.
"Ooo yang waktu itu... Aku udah ingat! Yang waktu ada kejadian saat aku memberi salam terus kamu dibelakangku dan aku gak sadar kan? Yang setelah itu rambutku nyangkut di kancing kemejamu? HAHAHA waktu itu aku malu sekali, keluarga besarku berkumpul semua dan memperhatikan kita" balas Jeslyn sambil tersenyum senyum.
"Iya" balas Kristan singkat,
"Memangnya ada apa?" tanya Jeslyn. Kristan malah terdiam dan tidak menjawab Jeslyn.
__ADS_1
"Apakah aku boleh jujur? Kalau aku sudah jatuh hati padamu sejak pandangan pertama? Dan karena aku merasa kita tidak akan bersama, aku menutup hatiku rapat rapat untukmu. Namun ternyata kita malah disatukan " batin Kristan,
"Bukan apa apa" balas Kristan setelah agak lama terdiam. Jeslyn membalas dengan mengangguk angguk saja. Lalu mereka pun kembali menyantap makan malam dengan tenang. Tapi, tidak lama kemudian, kepala pelayan datang menghampiri mereka.
"Tuan, Nyonya, diluar ada tamu yang ingin bertemu dengan kalian" kata kepala pelayan. Kristan dan Jeslyn saling bertatapan.
"Suruh masuk" balas Kristan. Kepala pelayan mengangguk anggguk lalu keluar dan menyuruh orang itu masuk.
"Jeslyn" panggil orang itu. Kristan dan Jeslyn pun langsung menoleh ke arah pintu. Mereka berdua melotot tidak percaya lalu segera bangkit dari tempat duduk.
"Nathan apa yang kamu lakukan disini?" tanya Jeslyn,
"Apa aku tidak dipersilahkan untuk duduk dulu?" tanya Nathan,
"Oh silahkan duduk" balas Jeslyn sambil menunjuk kursi kosong didepannya. Nathan pun berjalan ke kursi itu lalu duduk. Kristan sudah mulai menatap tajam Nathan dan Nathan sibuk menatap Jeslyn sambil tersenyum.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Kristan kesal,
"Tawaran apa?" balas Jeslyn bertanya,
"Yang... minta tolong sama kamu supaya bekerja diperusahaan nya" jawab Nathan sedikit gugup. Jeslyn berhenti menggerakkan tanggannya, dia terkejut karena perkataan Nathan. Jeslyn mengangkat kepalanya dan menatap Nathan heran.
"Darimana kamu tahu?"tanya Jeslyn heran,
"Emmm aku... gak sengaja dengar percakapan kalian tadi, maaf..." jawab Nathan gugup. Jeslyn menghela nafas lalu mengangguk angguk.
"Aku gak dikasih izin" jawab Jeslyn,
"Siapa yang ngelarang?" tanya Nathan,
__ADS_1
"Sudah pasti dan tidak lain ialah suamiku tercintah~" jawab Jeslyn. Nathan membalikkan wajahnya dan menatap Kristan.
"Mau apa kamu? Natap natap gue hah?! Kamu mau matamu ku colok ?" batin Kristan,
"Dasar kejam! Mentang mentang kamu gak ada rasa suka sama Jeslyn kamu bisa sekejam ini? Selama gue masih hidup, gak akan kubiarkan Jeslyn tersiksa oleh iblis sepertimu " batin Nathan. Sepertinya mereka berbicara lewat telepati. Sampai sampai Jeslyn sendiri bingung sudah lama mereka saling tatap namun tak ada suara yang keluar.
Tiba tiba Kristan mengalihkan pandangannya dan menatap Jeslyn. Kemudian Jeslyn segera mengangkat kedua bahunya dan bibirnya melengkung ke bawah. Jeslyn tidak peduli lagi dengan apa yang mereka lakukan dan hanya ingin menyantap makanannya dengan tenang.
"Ikut saya keluar. Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda" titah Kristan pada Nathan. Mereka pun keluar untuk mengobrol.
"Jauhi istri saya!" kata Kristan setelah keluar. Nathan menyeringai dan tertawa kecil.
"Siapa kamu nyuruh nyuruh saya? Saya gak akan pernah ninggalin Jeslyn kecuali jika dia sendiri yang memintanya" balas Nathan dengan bangga.
"Anda adalah mantannya, masa lalunya. Ini adalah peringatan saya yang terakhir, jauhi Jeslyn! Dia sudah bersuami dan suaminya adalah saya. Saya mampu menjaga istri saya sendiri. SAYA TIDAK BUTUH ANDA UNTUK MENJAGA ISTRI SAYA!!!" kata Kristan lalu teriak marah sambil menarik kerah baju Nathan.
"Heh! Bagaimana aku bisa mempercayai itu? Memangnya kau menyukai Jeslyn?" balas Nathan yang masih santai. Amarah Kristan semakin menggelojak. Dia meninju pipi Nathan dan Nathan langsung terjatuh.
Bruk
"Aku tidak menyukainya. Namun aku sangat mencintainya! Aku jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama namun aku menahan rasa itu. Sampai Tuhan menyetujui hubungan kami dan menyatukan kami, rasa itu perlahan kembali datang" jawab Kristan. Nathan kemudian berdiri lalu menatap Kristan sambil menyeringai.
"HAHAHAHA APA KAU PIKIR AKU AKAN MEMPERCAYAIMU? CINTA PERTAMA MU MENGHIANATIMU, KEKASIHMU YANG HAMPIR KAU NIKAHI TIBA TIBA TIADA, SEKARANG KAMU MEMBUAT ALASAN INI? KAMU MAU MENCOBA MEMBUNUH JESLYN JUGA?!?! KAMU PRIA YANG TIDAK PANTAS MERASAKAN CINTA! KARENA SEMUA WANITA YANG PERNAH BERADA DISISI MU AKAN SELALU MENINGGALKANMU! HAHAHA" balas Nathan sambil teriak dan tertawa layaknya iblis. Lalu Nathan menonjok Kristan juga hingga Kristan hampir terjatuh.
"KAMU SENDIRI YANG ADALAH MANTANNYA APA PANTAS MENJADI KEKASIH JESLYN? KALAU AKU TIDAK PANTAS MAKA KAMU LEBIH TIDAK PANTAS UNTUKNYA! JIKA JESLYN TIDAK MENJADI MILIKKU MAKA ORANG LAIN TIDAK AKAN BISA MEMILIKKINYA KARENA DIA DICIPTAKAN HANYA UNTUK MENJADI MILIKKU SATU SATUNYA. MILIKKU TETAPLAH MILIKKU!!!" teriak Kristan lalu kembali menonjok Nathan. Setelah itu mereka saling meninju dan menendang hingga banyak luka dan memar ditubuh mereka.
Orang orang disekitar merasa panik dan mulai berbisik bisik. Kepala pelayan dan beberapa pelayan yang berdiri di depan rumah langsung segera berlari kearah mereka untuk menghentikan pertengkaran itu. Tiba tiba didepan pagar juga datanglah Gilbert yang baru sampai di Jakarta. Gilbert melihat Kristan sedang bertengkar dan langsung lari kearahnya. Jeslyn yang didalam mendengar teriak teriakan dari luar merasa panik.
Kemudian datanglah seorang pelayan wanita yang memberi kabar bahwa Kristan dan Nathan sedang bertengkar diluar. Jeslyn pun segera keluar setelah mendengar perkataan pelayan itu. Dia melihat Kristan dan Nathan sedang bertengkar hebat. Jeslyn kemudian terus berlari ke arah mereka dan ingin menghentikan mereka. Tiba tiba dia memperhatikan kaki Nathan yang ingin menendang perut Kristan. Jeslyn semakin mempercepat larinya dan akhirnya sampai didepan Kristan.
__ADS_1
"Uhuk!" batuk Jeslyn. Dia berhasil menghadang tendangan Nathan tapi tendangannya mengenai perut Jeslyn dan itu mengakibatkan dia sakit perut.
"Jeslyn!" panggil semua orang.